<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988</id><updated>2011-12-22T07:44:25.793-08:00</updated><category term='political theory'/><category term='renungan satir'/><category term='globalisasi pendidikan'/><category term='celoteh'/><category term='politik kampus'/><title type='text'>DreamFighter</title><subtitle type='html'>seorang pencari yang malas..seorang petualang yang tak mampu setia..seorang pembelajar yang skeptis..seorang pejuang yang utopis..seorang pengembara alam pikir yang pasifis (kudu dipantik dulu maksudnya)...seorang pembangkang yang manis abis...manis dalam melawan, atau menyebalkan?? pokoknya REBELL...seorang pembandel yang usil tapi garing...seorang pembelajar yang cepat (belajar ngga usah lama-lama maksudnya...)..seorang hamba yang mencari peyakinan...tanpa akhir..robb--i love You!!!bravo bo...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-9066762122119082157</id><published>2011-02-07T16:42:00.000-08:00</published><updated>2011-02-07T20:46:30.751-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan satir'/><title type='text'>become a new you</title><content type='html'>Melihat banyak kawan yang masih disibukkan urusan karir dan studi lanjutnya, kerap kali menghadirkan pikiran "ingin kembali  beraksi". namun kemudian aku sekarang menyadari bahwa aku tidak berhenti beraksi, justru beban amanahku tidaklah ringan atau mudah. be a mother and housewife is a carrier it self. karir ini paling membutuhkan keikhlasan, tenaga, pikiran, ilmu yang terus diupdate, kelapangan hati/ kelegowoan, dedikasi, totalitas yang mumpuni. tanpa imbal balik nyata secara duniawi, tidak ada bayaran atau predikat cumlaude. tetapi kebahagiaan suami dan kualitas tumbuh kembang anak yang menjadi raportnya. serta janji Alloh akan balasan di akhiratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku menganggap kali ini aku sedang di plot - kan Alloh untuk meneladani Fatimah binti Muhammad. yang terhitung sebagai salah satu dari empat wanita paling cantik sejagad versi Alloh- Miss Universe versi Islam dengan standar2 Alloh. Hajar ibunda Ismail, Asiyah pelayan Fir'aun, Khadijah binti Khuwailid, dan Fatimah binti Muhammad. InsyaAlloh semoga saja tahapan ini membentuk karakter kesejatian wanita dalam diriku. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering potongan-potongan memoriku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-9066762122119082157?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/9066762122119082157/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=9066762122119082157' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/9066762122119082157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/9066762122119082157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2011/02/become-new-you.html' title='become a new you'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-3492644634732052605</id><published>2011-02-07T04:32:00.000-08:00</published><updated>2011-02-07T20:49:12.788-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>proses yang sangat lambat</title><content type='html'>usiaku sudah 25 tahun. sudah menikah. dengan satu anak yang super lucu, menggemaskan dan cerdas. setelah kuliah aku putuskan untuk menikah. dengan super banyak pertimbangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-3492644634732052605?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/3492644634732052605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=3492644634732052605' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/3492644634732052605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/3492644634732052605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2011/02/proses-yang-sangat-lambat.html' title='proses yang sangat lambat'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-7120356001132055958</id><published>2008-03-26T17:01:00.000-07:00</published><updated>2011-02-08T03:06:35.804-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>ada inspirasi yang bisa di beli?</title><content type='html'>cara pandang adalah hal yang tidak murah bagiku. luar biasa! dan aku berterimakasih pada kamda Jogja yang telah mengadakan DM II dimana aku jadi salah satu pesertanya. kentara sekali aku merasa ada perubahan pada cara pandangku, banyak ho-oh baru di otakku setelah DM kuikuti tanpa absent di materi-materi intinya, walaupun aku ikut atas dasar rasa penasaranku saja, tapi maaf aku berkeras motivasi ini lebih elegan ketimbang alasan ikut DM II karena "di suruh atau dipaksa dslb" alasan-alasan tidak natural karena desakan pihak luar yang merasa berwenang nyuruh-nyuruh. halah...sudah basi ada kader KAMMI yang tidak lagi memiliki independensi dalam berpikir dan membuat keputusan. boleh lah aku klaim lagi secara pribadi, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mindset&lt;/span&gt; dan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; worldview construction&lt;/span&gt; yang dihasilkan dari motivasi yang nyeleneh tapi lumayan serius ini pun menghasilkan sesuatu yang lain ketimbang yang cuma karena disuruh atau terpaksa. aku heran sekarang ini banyak kader yang jadi merasa keren dan bargainable (maksudnya sangat dipertimbangkan) jika untuk sekedar meningkatkan marhalahnya saja harus dipaksa. independensi berpikirnya itu dimana?&lt;br /&gt;aku senang sekali dan belum lagi aku dibaiat sebagai AB II pun, si penasaran dalam diriku sudah menjelajah pada keingintahuan akan DM III. gara-gara DM II di jogja yang emang dirancang beda, (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;thanks for directing and engineering this change in me&lt;/span&gt;). sungguh DM bagiku adalah pesawat ulang-alik yang mengantarkanku menuju (bukan ke bulan bukan pula ke planet, lebih jauh dari itu) pada perubahan.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;infiltrasi&lt;span style="font-style: italic;"&gt; worldview&lt;/span&gt; yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;soft&lt;/span&gt; dan terasa efeknya, tak mampu kutolak, bahkan aku ikhlas menerimanya, dan terdorong mengamalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada juga efek yang agak merepotkanku, coz sekarang aku jadi ga mudah puas dan ga mudah menyerah dalam hal yang sifatnya keilmuan. agak ga puas dengan sumber inspirasi yang cuma itu-itu saja. agak sulit nyari inspirasi dan ga mau kasih lebel pencerahan yang kadarnya dikit, bagiku inspirasi jadinya harus spektakuler dan membawa efek&lt;span style="font-style: italic;"&gt; plongo&lt;/span&gt; atau siapapun orangnya yang mendengar tentang inspirasi ini harus sampe terplongo-plongo, itu sudah representatif untuk jadi indikator bahwa sesuatu itu layak disebut sebagai inspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biasane aku kalo lagi nyari inspirasi ya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;walking around with no destination&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;deep thinking and seeking so much somekind like an ide&lt;/span&gt;a sampe lumutan. aku jadi agak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;depressed&lt;/span&gt; kalo ga puas dan ga segera dapet obat atas kegaringan hidupku. pokoknya cari inspirasi, yang bisa kutumpahkan lewat aktualisasiku, yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;different and complicated&lt;/span&gt;. pokoknya harus rumit dan mencengangkan. ga mau yang datar-datar wae.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah seseorang berstatemen agak ga adil sebenere, tapi realitasnya juga gitu. katanya akhwat itu agak susah melahirkan ide yang genuine (kaya spare part aja). mungkin itu benar. aku jadi agak geer sebenere, mungkin proses stag yang kurasakan dan sangat membosankan sampai-sampai mengganggu selera makanku itu adalah proses kelahiran inspirasi yang agak susah yang kuinginkan itu. semoga ya...aku berharap banget ada sesuatu yang nakal tapi cerdas dan elegan lahir dari pikiranku, yang lebih sering kebanyakan wacana tur ora konkret. aku sekarang sudah mulai tau gimana rasanya untuk konkret, ora gur NATO (No Action Talk Only). rasanya wah...kuesel tenan. hehehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-7120356001132055958?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/7120356001132055958/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=7120356001132055958' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/7120356001132055958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/7120356001132055958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2008/03/ada-inspirasi-yang-bisa-di-beli.html' title='ada inspirasi yang bisa di beli?'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-4665944011353785974</id><published>2008-01-30T16:54:00.000-08:00</published><updated>2011-02-07T20:45:57.081-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>what's the meaning of...</title><content type='html'>kurasa hidup ku itu unik banget. loncatan-loncatan alur peristiwanya itu...bener-bener menyediakan suspend yang lahir dari skenarion sutradara terspektakuler sepanjang hidup. ya..Allah tu ga pernah bikin hidup kita ga seru, ya kan? sampe megap-megap memahami dan mencari jawab atas tanya yang ada di benak, belum lagi tuntas sudah dihadapkan lagi pada persoalan baru yang ga kalah menarik. lucu...warna-warni gitu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-4665944011353785974?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/4665944011353785974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=4665944011353785974' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/4665944011353785974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/4665944011353785974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2008/01/whats-meaning-of.html' title='what&apos;s the meaning of...'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-8566568223607440265</id><published>2007-11-06T21:36:00.000-08:00</published><updated>2011-02-08T01:27:35.064-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>jarene sekretaris sih</title><content type='html'>Smart secretary ?? :: Bisa !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Secretary is a personal office assitance to designed supervisor who has close and direct working relationship with supervisor. Ruth J.Anderson&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan ini dimata masyarakat termasuk pekerjaan bergengsi dan sangat berkewenangan, sangat bermartabat dan begitu high-class. Bahkan kata sekretaris sendiri dipahami sebagai suatu posisi elit dalam sebuah perusahaan, yaitu tangan kanan boss suatu perusahaan. Sekretaris memang posisi terhormat oleh karena seorang sekretaris merupakan tenaga terdidik dan terlatih sekaligus. Untuk menjadi sekretaris profesional memang tidak perlu mengenyam pendidikan di bidang kesekretarisan, oleh sebab bidang kesekretariatan bisa dipelajari secara autodidact (belajar mandiri), selama berbagai kompetensi kesekretarisan terus dipelajari. Kita coba lihat lebih dalam pekerjaan sekretaris ini apakah mutlak harus dilegitimasikan dengan mengenyam pendidikan di jalur formal atau tidak. Kenyataan di lapangan nampaknya tidak demikian, sebab banyak sekali sekretaris profesional di perusahaan-perusahaan yang tidak berlatar belakang pendidikan kesekretarisan, yang ingin saya tekankan di sini atau fokus bahasan dalam artikel ini akan mengerucut pada peranan sekretaris dalam sebuah perusahaan dan mengapa terbentuk pandangan yang sangat positif di mata masyarakat terhadap pekerjaan sekretaris (meski terdapat degradasi image sekretaris dalam kasus tertentu, seperti contohnya boss yang memiliki affair dengan sekretaris, atau sekretaris yang sudah identik dengan rok mini).&lt;br /&gt;Sekretaris bila dilihat sekilas nampaknya hanyalah pekerja yang melakukan pekerjaan teknis belaka, mulai dari menyortir surat, membuat surat, menerima tamu, menerima telepon, hingga melakukan berbagai pemesanan mulai dari barang hingga kamar hotel untuk keperluan pimpinan atau tamu perusahaan. Seorang sekretaris harus cakap, dan kecakapan tersebut hanya diperoleh melalui kegiatan praktis, artinya kebutuhan di lapangan/ dunia kerjalah yang akan membimbing peningkatan kemampuan kesekretariatan seperti sebuah quote berbahasa Inggris practise make perfect, atau pepatah Indonesia ‘bisa karena biasa’. Segala aliran kegiatan perusahaan hampir dapat dikatakan tidak ada yang terlewat dari sepengetahuan sekretaris, misalnya saja pimpinan hendak melakukan kerjasama dengan suatu perusahaan lain, oleh sebab perencana pertemuan dan pengatur jadwal dilakukan sekretaris, praktis dapat dikatakan sekretaris paham siapa pihak yang hendak melakukan kerjasama dengan perusahaannya. Contoh lain adalah urusan keuangan tamu yang berkunjung untuk menemui pimpinan yang tidak jarang, datang dengan kepentingan moneter, seperti LSM yang meminta kontribusi keuangan dari perusahaan atau sebagainya, tamu dengan kepentingan keuangan kerap kali ngotot untuk bertemu langsung dengan pimpinan, karena mereka membawa kepentingan yang sifatnya force majeur atau mendesak dan urgent , disinilah waktu yang paling signifikan yang menunjukkan keberadaan sekretaris sangatlah penting, karena para tamu yang berkunjung untuk menemui pimpinan tentu harus disaring oleh sekretaris, jika tidak selektif dalam mempertemukan pengunjung dengan pimpinan, sudah pasti waktu pimpinan akan tidak ter-manage dengan baik yang dapat merugikan perusahaan. Seleksi dalam memilih tamu/ pengunjung ini pun dilakukan berdasar standar tingkat prioritas kepentingan, baik kepentingan perusahaan maupun kepentingan pengunjung. Agar tetap memegang prinsip win-win solution (seperti dalam buku Covey tentang 7 habits), yaitu untuk mempertimbangkan terakomodirnya kepentingan perusahaan sekaligus kepentingan tamu.&lt;br /&gt;Sepanjang menjabat posisi sekretaris, seseorang akan banyak sekali memiliki akses informasi rahasia sebuah perusahaan, hal ini juga terkait dengan asal mula nama sekretaris yang memiliki akar hubungan dengan istilah secret (rahasia). Seorang sekretaris haruslah seorang yang loyal, inteligent (cerdas), mampu memilah dan mengambil keputusan dengan tepat, dan menyamakan misi pekerjaan dengan misi perusahaan. Pastilah seorang sekretaris dapat dikatakan seperti bank data, sebab seluruh dokumen baik itu tidak penting ataupun sangat penting sekali, diarsiparis oleh seorang sekretaris.&lt;br /&gt;Betapa sekretaris memang bertugas untuk mengefisiensikan berbagai aliran keperluan dan kepentingan perusahaan, maksudnya sekretaris bertugas untuk mengelola pertemuan dan pengeluaran pimpinan agar efisien, yang meliputi efektifitas penggunaan waktu, biaya, tenaga, dan pikiran pimpinan. Tentu saja seorang pimpinan adalah jantung perusahaan, pengambil kebijakan tertinggi dan seorang yang berada di garda depan suatu perusahaan, dan seorang sekretaris bertugas mengatur berbagai keperluan jantung perusahaan, agar tidak ada kesia-siaan waktu, biaya, tenaga dan pikiran. Karena berbagai hal di atas, sudah tentu seorang sekretaris dituntut untuk cerdas mengkonsepsikan keperluan pimpinan, dan mengatur skenario terbaik untuk kepentingan pimpinan. Entah itu skenario pertemuan dengan tamu perusahaan, baik dari pihak pemerintah, rekan bisnis, atau konsumen. Citra baik perusahaan terletak pada hal ini, betapa tidak? Misal saja sebuah perusahaan harus memberikan layanan prima untuk akomodasi tamu kehormatan perusahaan, bila sekretaris tidak mampu mengatur kebutuhan paling baik yang menjaga kepuasan tamu, citra perusahaan taruhannya, sederhananya sekretaris memegang peranan penting untuk menciptakan pencitraan yang baik di mata khalayak dari elemen manapun.&lt;br /&gt;Karena tuntutan profesilah, agar seorang sekretaris dapat membawa kesan baik bagi perusahaan, maka dalam ilmu kesekretariatan ada bidang ilmu etika administrasi. Bidang kajian ini mengatur bagaimana seorang administrator dapat mematuhi berbagai bentuk aturan normatif yang ditetapkan. Termasuk sekretaris, sekretaris juga merupakan administrator, segala tindak-tanduknya menentukan penilaian pihak luar perusahaan yang akan membangun citra positif atau sebaliknya. Sehingga logis bila seorang sekretaris dituntut untuk mampu bersikap etis dalam segala perbuatan, misal tata kata dalam korespondensi, keramahtamahan dalam berinteraksi dan menyambut tamu perusahaan dari kalangan manapun, hingga tatacara berbusana, berias, hingga sikap dan perilaku. Satu hal lagi mengapa sekretaris juga berperan dalam menentukan bangunan citra perusahaan di mata masyarakat, oleh karena secara psikologis kesan pertama sangat menentukan pandangan pihak luar perusahaan terhadap perusahaan, jika dalam pertemuan pertama sekretaris bersikap sangat positif, maka citra yang terbangun juga akan positif, dan sebaliknya.&lt;br /&gt;Belakangan ini menurut survey yang dilakukan ISI (Ikatan Sekretaris Indonesia) menunjukkan bahwa perusahaan modern sekarang ini mengedepankan merekrut seorang sekretaris dengan softskill ketimbang kemampuan teknis. Pasalnya softskill adalah faktor penting yang membutuhkan waktu yang sangat lama dalam pembentukkannya dalam diri seseorang dan belum tentu dapat dipelajari dan diterapkan, sedangkan kemampuan teknis dapat diajarkan dengan mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama, kemampuan teknis merupakan keterampilan yang dapat dipelajari dengan sekali praktik, dan akan kian handal bila terus-menerus mempraktikan pekerjaan kesekretariatan, hal ini juga menjawab mengapa banyak sekretaris tidak berlatar belakang pendidikan kesekretariatan. Arti penting softskill sangat signifikan bagi kondusifnya atmosfer kerja di perusahaan atau kantor. Seseorang dengan kemampuan komunikasi dan interpersonal yang baik akan lebih memiliki ruang gerak yang luas dan memiliki pergaulan yang tidak terbatas dengan kalangan tertentu saja, tapi ia dapat memasuki dunia berbagai elemen yang ada di perusahaan.&lt;br /&gt;Survey tentang softskill yang paling utama dan menjadi faktor penting bagi pertimbangan perusahaan untuk merekrut seorang sekretaris adalah kemampuan organisasional, kemampuan mengorganisasikan berbagai sumber daya yang ada untuk kepentingan perusahaan atau bagaimana seorang mampu mengelola dan mengatur skenario operasional sumber daya yang ada untuk dapat mencapai tujuan perusahaan dengan penuh pertimbangan tidak dimiliki oleh setiap orang, artinya tidak semua orang mampu mengorganisir, sehingga kemamampuan organisasional ini menjadi faktor signifikan yang menempati posisi paling wahid. Kemudian softskill berkomunikasi verbal menempati urutan kedua, komunikasi verbal inilah yang memungkinkan seorang sekretaris memasuki dunia berbagai elemen SDM yang ada dalam sebuah perusahaan, disamping kemampuan dalam berbahasa persuasif, bernegosiasi, berargumentasi, dan melayani pembicaraan dengan berbagai pihak dengan kepentingan yang beragam. Kemudian softskill dalam hal kemampuan bekerja sama dalam tim, kemampuan teamwork tidaklah mudah, diperlukan adanya keikhlasan, kesabaran dan saling mengerti. Bila ketiga kunci kerjasama di atas tidak terdapat dan dimiliki oleh SDM yang terlibat dalam sebuah kerjasama, niscaya kerjasama tidak akan baik jadinya. Perlu juga saling percaya dan kesetiaan. Softskill selanjutnya adalah kemampuan dalam memecahkan masalah (problem solving), hidup berorganisasi tidak lepas dari pelbagai masalah yang merintangi jalannya suatu perusahaan dalam mencapai tujuan, untuk mengantisipasi terhadap berbagai hambatan dan membuat visi yang jelas pada langkah perusahaan perlu kemampuan memecahkan masalah. Jadi disini, seorang sekretaris juga dituntut untuk visioner, artinya mereka mampu berpikir jauh ke depan dan mampu memikirkan solusi permasalahan secara tepat. Jelas hal ini membutuhkan tingkat intelegensia tertentu. Terdapat juga softskill dalam kemampuan strategis dan diplomatis, sangat berkaitan dengan proses politik meskipun lingkupnya sempit dan mencakupi permasalahan kecil di lingkungan perusahaan kantor saja. Softskill ini akan berguna ketika perusahaan juga tengah dalam suatu kerjasama dengan perusahaan lain dimana sekretaris akan banyak berinteraksi dengan pihak perusahaan rekanan tersebut, misal negosiasi ketepatan waktu dikirimnya suatu pesanan, atau ketika perusahaan menghadapi permasalahan dan terpaksa tidak dapat memenuhi janji dengan perusahaan rekanan, sekretaris dituntut untuk dapat diplomatis ketika mengkomunikasikan permasalahan tersebut pada perusahaan rekanan. Masih menurut survey ISI yaitu softskill korespondensi bisnis dan analisis, softskill korespondensi lebih pada tatacara beretorika dalam bahasa surat menyurat, agar tetap dapat mempertahankan bargaining position (posisi tawar) dan martabat perusahaan di mata perusahaan lain ataupun khalayak, dengan tetap menjaga profesionalisme perusahaan dan etos kerja yang baik. Softskill analisis menempati tingkatan terendah dalam kriteria kebutuhan kompetensi sekretaris bagi perusahaan, oleh sebab kembali pada hakikat sekretaris, meskipun posisi ini boleh dikata cukup bermartabat, tetap saja pekerjaan ini bersifat teknis, bila sekretaris mempunyai kemampuan analisis jelas perusahaan sangat dapat mengandalkan kerja sekretaris tersebut untuk dilibatkan pembicaraan yang lebih tinggi ketimbang pembicaraan pekerjaan administratif saja. Praktis boleh dikata, pekerjaan sekretaris sangatlah membutuhkan fokus perhatian pada pekerjaan teknisnya, yaitu sebagai administrator, oleh sebab realita yang ada di lapangan sering menggambarkan betapa pekerjaan sekretaris sangat padat dengan pekerjaan untuk memanajemen keperluan pimpinan yang sangat banyak dan perlu ketelitian dan ketelatenan dalam detail-detail kebutuhan pimpinan.&lt;br /&gt;Seorang sekretaris boleh dikata harus bisa jadi expectable person (orang yang dapat diandalkan) bagi pimpinan, sehingga bisa menjadi part of solution (bagian dari pemecah masalah), disitulah mengapa softskill yang disebut diatas sangat luar biasa dibutuhkan. Artinya, dia harus cukup smart dan berwawasan sehingga setiap kali pimpinan atau perusahaan menghadapi masalah, dia sendiri mampu berperan dalam proses pemecahan masalah. Pendek kata, seorang sekretaris haruslah seorang pribadi yang output oriented atau senantiasa berorientasi pada pemecahan masalah. Bukannya memperbesar suatu masalah, melainkan mampu memperkecil masalah yang besar, serta meniadakan masalah-masalah kecil. Seorang sekretaris juga harus membekali dirinya dengan berbagai soft skills yang bahkan menjadi persyaratan standard. Misalnya, sekretaris harus selalu up to date baik situasi internal maupun eksternal. Sekretaris juga haruslah pribadi yang positive thingking, dan berwawasan luas. Para sekretaris juga diharapkan mampu untuk memperluas relasi dengan terlibat dalam komunitas yang positif. Menjadi anggota organisasi profesi semacam ISI merupakan satu cara untuk mendukung pengembangan diri seorang sekretaris.&lt;br /&gt;Seorang sekretaris progresif pasti berpikiran untuk terus mengembangkan kariernya. Jika kita hendak mengembangkan karir, sebaiknya kita mengenali terlebih dahulu apa values (nilai-nilai) pribadi kita mengenai karir. Jika value kita telah terpetakan dengan jelas, maka akan mudah bagi kita untuk menentukan langkah perencanaan karir selanjutnya. Namun jika dari awal value / paradigma kita terhadap pekerjaan kurang bisa memompa semangat kita sendiri untuk maju, maka langkah perencanaan karir bisa jadi bukan sesuatu yang signifikan bagi yang bersangkutan. Perencanaan karir melibatkan proses identifikasi diri yang meliputi identifikasi value , kendala dan konsekuensi. Proses identifikasi juga sampai pada menentukan tujuan akhir. Dan setelah itu perencanaan karir melibatkan proses pengembangan diri yang bisa ditempuh dengan berbagai cara. Namun demikian, pengembangan karir adalah pilihan. Itu bukanlah suatu keharusan. Namun jika kita termasuk orang yang terpacu untuk mengembangkan karir, maka mengikuti step-step perencanaan karir tersebut bisa membantu penyusunan strategi Anda untuk meraih karir terbaik.&lt;br /&gt;Sekarang coba kita pikir….Apa yang anda bayangkan tentang seorang sekretaris? Perempuan cantik, menarik, dengan dandanan dan busana up to date dan selalu siap melayani semua kebutuhan pimpinan?&lt;br /&gt;Pendapat kurang sedap mengenai eksistensi sekretaris dalam sebuah organisasi seperti itu, sudah sepantasnya dihilangkan. Karena berbagai perkembangan menunjukkan, pandangan positif terhadap seorang sekretaris harus sudah mulai diterapkan. Eksistensi dan fungsi sekretaris tidaklah sekadar “pembantu atau penggembira atasan”. Lebih jauh lagi, sudah jadi merupakan bagian penting dan tak terpisahkan. Ibarat dalam sebuah mesin, sekretaris merupakan item penting yang keberadaan dan kinerjanya akan berpengaruh terhadap kinerja mesin itu secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Sebagai suatu profesi, sekretaris memiliki masa depan cerah. Karena meski perkembangan teknologi tak bisa dibendung, alat-alat perkantoran canggih terus diperkenalkan, “sentuhan” tangan trampil dan buah pikiran seorang sekretaris tetap diperlukan.&lt;br /&gt;Sekarang coba kita telisik definisi sekretaris dari berbagai sumber ”Secretary is an person employed to keep record, take care coresspondence and other writing task, etc, for organization or individual”. Webster New Dicitonary of American Language College.&lt;br /&gt;“Person employed by another to assit him in coresspondence, literary work getting information and other confidential matters”. H.W.Flower &amp;amp; F.G. Flower&lt;br /&gt;“A Secretary assist an excecutive in carrying out the detail fo his work. The executive depend ons upon his secretary primarily for assistance in handling the details of communications such as telephoning, telegraphing, filling and duplicating.’’Beamer, Hanna, Popham ( Effective Secretarial Practise).&lt;br /&gt;Dari beberapa definisi jelaslah bahwa sekretaris bukan sekadar pembantu atasan semata, tetapi seseorang dengan kualifikasi tugas, pekerjaan, dan tanggung jawab yang sangat tinggi. Seorang pimpinan/atasan memiliki tugas dan tanggung jawab besar dalam memimpin dan mengelola perusahaan/organisasi. Mulai dari mengurus appointement, soal administrasi, mengatur rapat sampai urusan korespondensi. Dan tugas-tugasnya ini akan bisa lebih maksimal jika dibantu dengan keberadaan seorang sekretaris.&lt;br /&gt;Saya selalu berharap dan optimis bahwa suatu saat kelak profesi secretaris memiliki akreditasi profesional yang menjadikannya sejajar dengan profesi dokter, akuntan, pengacara dan profesi lainnya yang memiliki kode etik profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;www.isisemarang.co.id&lt;br /&gt;www.wordpress.com/greatjobforgreatperson&lt;br /&gt;www.sinarharapan.com/corporate-secretary&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-8566568223607440265?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/8566568223607440265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=8566568223607440265' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/8566568223607440265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/8566568223607440265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2007/11/jarene-sekretaris-sih.html' title='jarene sekretaris sih'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-7339516476502473628</id><published>2007-11-06T21:25:00.000-08:00</published><updated>2007-11-06T21:34:35.548-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik kampus'/><title type='text'>tulisan politik ngawur</title><content type='html'>Analisisku pada kondisi fakultas sekarang  : &lt;br /&gt;1. para pelaku/ actor&lt;br /&gt;orang proyek&lt;br /&gt;money politic (ga jelas, masih simpang siur---hati2 fitnah)&lt;br /&gt;pembagian kekuasaan&lt;br /&gt;aliansi yang curang&lt;br /&gt;hutang budi&lt;br /&gt;black campaign&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. mahasiswa&lt;br /&gt;belum terorganisir dengan baik&lt;br /&gt;kurang progresif&lt;br /&gt;tidak ada inisiatif&lt;br /&gt;tidak sadar kondisi&lt;br /&gt;tidak sensitif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. dosen&lt;br /&gt;ga punya pendirian&lt;br /&gt;ga punya pemikiran&lt;br /&gt;manutan&lt;br /&gt;kompak dalam kebathilan&lt;br /&gt;nurani terjual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. karyawan&lt;br /&gt;5. kultur&lt;br /&gt;6. aturan main&lt;br /&gt;ga jelas&lt;br /&gt;ga disosialisasikan secara masif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliansi &lt;br /&gt;Orang proyek&lt;br /&gt;Pembagian kekuasaan&lt;br /&gt;Pengecut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGHARAP GOOD GOVERNANCE : IMPOSSIBLE&lt;br /&gt;(Bagaimana dengan pemilihan dekanat FISE?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lagi terkejut melihat indikasi ’influence buying’ atau semacam transaksi kepentingan yang dilakukan seorang actor politik dengan orang berpengaruh agar menjatuhkan dukungannya kepada seorang actor politik tersebut di percaturan politik level rendah (apalagi jika andai terjadi di level fakultas) yang justru akan menjadi ’fun therapy’ (terapi dengan sesuatu yang lucu-seperti opera sabun) yang menggugah benak (sebagian kecil sekali!) mahasiswa yang kian ditidurkan secara sistemik dan kultural di tempat belajar sendiri (kampus gaya Indonesia yang masih berbudaya ORBAISTIS), tentu saja sebagai penyubur rasa kecewa mereka yang berpikir dan tahu tentang pelaku politik busuk di depan mata mereka. Mengapa harus orang berpengaruh? Jelas saja, ini adalah strategi tua (yang anak kecil saja tahu..), logikanya sangat sederhana, orang berpengaruh siapapun dia sudah tentu akan memancing para pengekor mereka untuk juga memberikan dukungan pada actor politik yang didukung orang berpengaruh tersebut. Maklumlah zaman penuh demagog begini ‘wabah amnesia’ untuk berbuat atas dasar nurani yang bersih dengan kehidupan sosial sudah ibarat api dan cahaya, manusia dengan sesamanya di level yang sama singkir-menyingkirkan, pada level yang lebih tinggi jilat-menjilat (disgusting!!-mohon dicari di kamus). &lt;br /&gt;Jika hal diatas terjadi di percaturan politik level rendah setingkat kampus, maka komentar penyadaran (yang jarang sekali terungkap) seperti di bawah ini menjadi biasa (di kalangan terbatas) “Sadarlah ini adalah kampus, tempat persemaian para calon guru (UNY) yang kelak memegang tampuk kelanggengan dunia pendidikan, bukan panggung politik. Buat apa kampus ini disulap menjadi ajang bagi-bagi kekuasaan? apalagi jika dijadikan ajang praktek korupsi, dan hal-hal rendahan yang jauh dari citra intelektual keguruan, bisa-bisa Ki Hajar Dewantoro bangkit dari kuburnya dan meraung-raung menangisi kondisi ini. Jika dalam persiapan mereguk kemenangan yang orang sebut sebagai pesta demokrasi saja sudah lakukan money politic, gimana kalo sudah naik di kursi jabatan? Nggak keren banget sih...”.&lt;br /&gt;Sedikit menyinggung money di dunia politik, seorang kawan pernah bertutur bahwa Uang adalah sebab, cara, dan tujuan dari peradaban manusia sekarang. Jadi jangan heran kalau politik demokrasi di ’ganggu’ dengan penggunaan uang secara ilegal dan tidak etis. Uang adalah sebab, cara, dan tujuan dari dilakukannya semua hal dalam peradaban kapitalistik-materialistik-imajiner seperti sekarang ini. PATHETIC!! Abraham Lincoln abad 20: “Democracy is a government from the people (with money), by the people(’s money), and for the people (with enough money, the least the better so no fair distribution is needed).”  Maksudnya kurang lebih demikian, demokrasi adalah pemerintahan dari (duit) rakyat, oleh (duit) rakyat, dan untuk rakyat (yang punya cukup uang, sehingga ketidakjujuran menjadi hal yang dibutuhkan). &lt;br /&gt;Berbagai blok pasca pemilihan dekan justru malah terbentuk di kampus ini, anehnya akal sehat sudah jauh tersingkir, makanya..sulit memutuskan antara untuk pilih yang benar dan bermoral atau membebek pada sang pemilik sumber kapital atau hanya sekedar mencari posisi aman. Repot jika sudah begini, bisa-bisa percaturan kekuasaan di kampus ini tidak lagi mengemban visi dan misi untuk memajukan pendidikan, yang lebih kekanakkan lagi adalah adanya tuduhan tak berdasar pada sekelompok orang tertentu.&lt;br /&gt;Jangan lupa  masalah men setting, coba pikir, misalnya saja apakah tepat meletakan SDM yang berkapasitas di bidang dagang untuk jadi baby sitter. Bisa-bisa...jadi jalur menuju children traficking kan??. Ayolah mahasiswa...berpikir dan berani suarakan aspirasi dan tegakkan kebenaran. Ingat Gie bilang kalian adalah the happy selected few, kalian dibiayai rakyat dalam perkuliahan kalian...balaslah budimu dengan perjuangkan kebenaran dan jadilah orang terdepan yang memperjuangkan nasib rakyat. Jangan biarkan bermunculan pendekar berwatak jahat dimana pun kalian menjejak bumi. percuma jadi mahasiswa jika pola pikir masih inklander yang selalu siap dijajah dan dininabobokan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-7339516476502473628?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/7339516476502473628/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=7339516476502473628' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/7339516476502473628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/7339516476502473628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2007/11/tulisan-politik-ngawur.html' title='tulisan politik ngawur'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-7753717081251345698</id><published>2007-10-31T16:03:00.000-07:00</published><updated>2007-11-18T17:02:09.673-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan satir'/><title type='text'>taubat</title><content type='html'>aku mencoba menjadi manusia yang selalu belajar ditiap 1 detik hidupku. belakangan aku tidak hanya tau tapi mengerti...proses untuk mengerti buat orang yang ngeyelannya over dosis kayak aku butuh waktu yang lebih..coz aku terlalu kekeuh sama keyakinanku..rada repot juga sih bo...tapi bisalah..dan ga ade kata terlambat untuk jadi baek.&lt;br /&gt;Allah selalu menguji di titik terlemah seorang hamba....yess i felt it, i do realize this, i do understood this...&lt;br /&gt;selama 3 tahun ini, benar aku baru bisa membaca titik lemahku, titik lemah ini yang terus tak henti dikuatkan oleh Allah melalui berbagai uji, uji yang serupa walau tema dan persoalannya beda, poinnya yang serupa, jo! berat rasanya buat sacrifying suatu hal yang kita demen banget. sulit juga ternyata bertahan diri pada kebenaran. &lt;br /&gt;menjalani semua dengan ikhlas itu juga sulit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-7753717081251345698?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/7753717081251345698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=7753717081251345698' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/7753717081251345698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/7753717081251345698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2007/10/taubat.html' title='taubat'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-7863819124571422436</id><published>2007-09-14T22:22:00.000-07:00</published><updated>2011-02-07T20:42:43.099-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>usai KKN</title><content type='html'>KKN ini penuh cerita, luar biasa kisah-kisahnya, banyak hal berbekas, banyak hal menjadi pembelajaran, banyak hal yang jadi kenangan. aku jatuh cinta pada sahabat-sahabat KKN ku...mereka luar biasa-aneh, lucu, wagu, jasjuZ, nyeleneh, kekanakan, tapi juga guru yang luar biasa. aku senang, buanget. hari terakhir KKN kami bernostalgila dengan berjalan-jalan di alun-alun Wates, Wets Prog, kebetulan juga lagi ada manunggal fair, semacam pameran kota, semua elemen unjuk gigi disana, setelah jalan-jalan dan kaki gempor..kita makan malam di warung tenda Lamongan, wuih..enak tenan, disambi makan geblek dan onde-onde ceplus yang ukurannya mini buanget. setelah itu kami yang putri2 balik ke kontrakan, masih pula bergadang buat malam terakhir, sempat pula nyanyi-nyanyi lagu oma irama..."malam ini...malam terakhir..bagi kita.."hwahahaha....indah melelahkan. dan sarat pembelajaran. i love to be gave that chance.........&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-7863819124571422436?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/7863819124571422436/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=7863819124571422436' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/7863819124571422436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/7863819124571422436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2007/09/usai-kkn.html' title='usai KKN'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-1624710710463718559</id><published>2007-08-26T17:57:00.000-07:00</published><updated>2011-02-07T20:49:39.058-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>loknas BKM KAMMI</title><content type='html'>mereview kegiatan LOKNAS BKM 2007 di Kaliurang, lebih tepatnya di wijaya Hotel, yang sebenarnya hotel kawan sebangku saya ketika 1 SMA, dulu pembekalan OSIS SMA juga di hotel ini, tapi itu bukan suatu hal yang perlu dikatakan di sini.&lt;br /&gt;loknas BKM diawali dengan warming up pemikiran dan pensettingan pola pikir peserta, apa yang dijadikan media pengkondisian ini adalah seminar dan training, di pandu dan di moderatori akhwat-akhwat tangguh pemikir di KAMMI yang berkafaah di bidang kemuslimahan tentunya, di sana ada Muthia Esfand, Dini Asti sang kadept. badan kemuslimahan KAMMI pusat, dan Nufida Etika Sari yang kaderisasi KAMDA jogja.&lt;br /&gt;dinginnya kaliurang dan sengatan air pada syaraf perasa temperatur di bawah kulit, menjadi selingan pembicaraan di tengah keseriusan mereka yang benar bersungguh-sungguh mencoba merumuskan standarisasi kinerja dan settingan muwashofat akhwat KAMMI yang dikomitmenkan dalam perealisasiannya di tiap daerah seluruh nusantara hingga ke komsat.&lt;br /&gt;yang paling mengesankan adalah ketika di akhir acara ada tantangan buat para delegasi, yaitu competition afair. peserta dari tiap daerah nampak sekali antusiasmenya, tapi yang aku kagumi adalah gagasan afair itu, wonderfull, cemerlang bin briliant pokoknya.&lt;br /&gt;sorry...ntar kusambung lagi deh...lagi mau ke lokasi kkn....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-1624710710463718559?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/1624710710463718559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=1624710710463718559' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/1624710710463718559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/1624710710463718559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2007/08/loknas-bkm-kammi.html' title='loknas BKM KAMMI'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-5822188427738594905</id><published>2007-08-08T03:16:00.000-07:00</published><updated>2011-02-07T20:50:02.538-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>kenapa kita bisa bt???</title><content type='html'>suatu hari saya meniatkan jika hari ini saya harus bahagia, dan ceria. pertama-tama saya mentargetkan diri untuk tersenyum pada setiap orang yang saya temui di pagi hari, kedua tetap tersenyum meski menemui hal yang tidak disukai, lalu juga tetap tersenyum meski di perlakukan secara (menurut saya) tidak adil dan menyakitkan, lalu juga tetap berimaginasi bahwa Allah serta para malaikat selalu menyunggingkan senyum meski orang-orang di sekitar kita menggoda psikologis kita ke arah ke-BT-an.&lt;br /&gt;ah ya udah....jalani saja hidup dan enjoy aja (seperti kata mba muthia esfand).&lt;br /&gt;dan hasilnya???wonderfull...hidup serasa ringan tanpa beban...asik banget...&lt;br /&gt;dan ketika suatu saat saya lupa meniatkan keceriaan pada hari-hari saya, eh..yang terjadi juga seperti itu apa adanya, mudah sekali tergoda untuk bt. padahal seharusnya dengan sholat yang dilakukan dari fardhu hingga sunnah dapat meredam ke-BT-an...tapi kok masih belum berhasil?? ask why??&lt;br /&gt;kadang saya bertanya pada diri sendiri, sebenere musuh semacam apa yang kita lawan dari dalam diri kita?? bentuknya, wujudnya, wajahnya, warnanya, baunya, permukaannya, suaranya, auranya, kekuatannya, kelemahannya, kecerdasannya, dan sebagainya yang bisa diukur dan dirasakan.&lt;br /&gt;suatu saat saya bisa menang melawannya, tapi suatu saat saya juga kalah telak dengan tanpa bisa saya sadari, bila saja kesadaran bisa kita kontrol semudah kita mengendarai sepeda motor, pastilah hidup ini selalu ikhlas adanya, mau belok ke kanan   ya ke kanan, lurus terus ya begitulah..tapi human error dan ketahanan diri kita sebagai manusia juga sangat menentukan kemampuan kita untuk melakukan perlawanan pada musuh yang (wes numpang, malah dadi ndoro..) bersemayam dalam diri ini. apakah musuh itu memang benar bernama nafsu seperti yang ustadz sering bilang??? waw...luar biasa kemampuannya dalam mendorong kita berbuat mungkar...&lt;br /&gt;yang kudu kita lakukan apa ya??? terkadang aneh juga sih, beberapa manusia yang saya amati ibadah yaumiyahnya jalan mulus pun tetap bisa terdorong melakukan kemungkaran, so...posisi salahnya dimana wahai kawan??? apakah terletak pada niat, hati, settingan pikiran, atau kondisi diri, atau memang Allah tuhan kita sedang ingin bermain dan menguji kita???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-5822188427738594905?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/5822188427738594905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=5822188427738594905' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/5822188427738594905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/5822188427738594905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2007/08/kenapa-kita-bisa-bt.html' title='kenapa kita bisa bt???'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-3657547766113607658</id><published>2007-08-08T02:58:00.000-07:00</published><updated>2011-02-07T20:50:28.633-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>jadi kkn</title><content type='html'>alhamdulillah wa syukurillah, memang meski tadinya hampir gagal kkn, walhasil jadi positif kkn, ada aja deh sumber rejeki yang tak terkira berasal dari mana...saja, yang penting halal, Allah membantu kita semua, yang tawakal, ikhtiar, dan sabar, dan sekali lagi jangan pernah tidak berharap akan pertolonganNya, memang Allah tuhan kita yang baik. selalu...&lt;br /&gt;berjuang untuk bisa segera get out dari universitas ini tanpa peranan orang tua sama sekali cukup membelajarkan loh...tapi asik punya! menantang, penuh petualangan, sarat perjuangan, tak kan terlupakan, hal sejenis ini memacu buat mandiri, kreatif, meski kadang terpaksa menerima yang memang rezeki tapi karena gengsi jadi malu menerima, akhirnya menahan segala rasa tersiksa karena permasalahan ga segera menunjukkan tanda penyelesaian, tapi ketika optimis akan bisa selesai, ya bener-bener selesai. satu hal yang pasti, ketika suatu saat aku bertemu mahasiswa yang mencoba mandiri aku akan bantu mereka juga, atau pun mahasiswa kelas menengah ke bawah, cuma jelas mereka harus juga pembela Allah dan aktivis yang pantang jadi pasifis dalam menegakkan kalimatullah...&lt;br /&gt;apapun bisa kita jadikan sebagai sumber kehidupan sebenarnya, asal akal ga berhenti mencari solusi dan jelas kudu cerdas..&lt;br /&gt;apapun itu, dan memang dari menulis pun sangat bisa menghasilkan, bahkan biaya spp bisa terbayar dari menulis...&lt;br /&gt;just try to be a hero&lt;br /&gt;jangan jadi loser...&lt;br /&gt;coz pecundang mati berkali-kali dalam hidupnya&lt;br /&gt;sedangkan seorang pahlawan hanya mati sekali dalam hidupnya&lt;br /&gt;be strong...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-3657547766113607658?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/3657547766113607658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=3657547766113607658' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/3657547766113607658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/3657547766113607658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2007/08/jadi-kkn.html' title='jadi kkn'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-6241272038540950287</id><published>2007-06-19T21:29:00.000-07:00</published><updated>2011-02-07T20:52:18.200-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>gagal KKN</title><content type='html'>gara-gara ga bilang ortu kalo sekarang lagi musim KKN yang hampir berbarengan dengan bayar SPP, dan bayar kost sekaligus...alhasil mumet sendiri deh..cuma ngandelin beasiswa..tanpa pemasukan lain, dari maisyah contohnya..sebenere aku paham kalo yang kulakukan atau kuusahakan ngga realistis. sok ngejago dan tahan banting kah? ngga juga, mencoba berdiri di atas kaki sendiri, walau masih tanpa perhitungan, hehehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-6241272038540950287?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/6241272038540950287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=6241272038540950287' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/6241272038540950287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/6241272038540950287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2007/06/gagal-kkn.html' title='gagal KKN'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-4818290052889525024</id><published>2007-05-30T17:53:00.000-07:00</published><updated>2007-11-18T17:07:35.434-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='political theory'/><title type='text'>teori politik islam</title><content type='html'>Pemerintahan islam menurut Al Banna adalah  pemerintah yang terdiri dari pejabat-pejabat pemerintah yang beragama Islam, melaksanakan kewajiban kewajiban agama  Islam dan tidak melakukan maksiat secara terang-terangan, melaksanakan hukum-hukum dan ajaran-ajaran agama Islam.&lt;br /&gt;Islam tidak sama dengan sistem pemerintahan yang lainnya seperti sistem teokrasi ataupun sistem autokrasi  karena dengan demikian seorang pemimpin bukanlah pemilik kedaulatan. Islam bukanlah undang-undang semata karena ia bukan sistem nomokrasi, ia bukan juga hanya umat yang semata berupa demokrasi. Pemilik kedaulatan itu adalah dua hal yang integratif yaitu ummat dan syariat Islam sebagai undang-undang. Sistem Islam ini bersifat general yaitu demokrasi, humanis, universal, religius, ruhiyah, moralis dan nya material.&lt;br /&gt;Perkembangan dari masa ke masa menunjukkan kegemilangan stabilitas politik, meski hanya berlangsung selama masa pertumbuhan seorang bayi hingga ia dewasa saja, masa dalam kondisi ideal tersebut dimotori oleh generasi pertama semangat dengan gigih dan beraninya dalam dakwah yang senantiasa konsisten dengan idealisme. Dan kehancuran dimulai ketika beberapa generasi penerus tidak memiliki kekuatan iman yang sepadan dengan pendahulunya serta minim dalam hal kefahaman serta rendahnya komitmen pada prinsip-prinsip yang disebabkan menyusutnya transformasi ide-ide pemikiran dan semangat juang dari generas ke generasi selanjutnya. Didukung pula oleh tabiat dan karakter manusia secara kodrati ditunggangi oleh hawa nafsu, tendensi dan keinginan pribadi sehingga sulit mempertahankan kualitas tinggi yang telah dicapai.&lt;br /&gt;Islam memiliki sistem politik yang mengarahkan negara-negara Islam untuk saling bekerja sama dan saling mendukung dalam mewujudkan keadilan, kemakmuran, dan kemajuan masyarakat, dan kemenangan nilai-nilai moral luhur yang baik melalui program –program mulia demi kepentingan bersama. Mesir adalah pusat peradaban Islam terbesar yang menetapkan dalam undang-undangnya bahwa Islam adalah agama negara dan syariat Islam sebagai sumber utama segala hukum, sebagai supremasi hukum dan perundang-undangan&lt;br /&gt;Di samping itu juga terdapat peran Saudi Arabia yang mengupayakan solidaritas negara Islam dalam sebuah organisasi tetap berbentuk dewan-dewan yang terdiri dari menteri luar negeri negara-negara Islam tersebut untuk melakukan semacam muktamar guna menyelesaikan permasalahan-permasalahan keumatan. &lt;br /&gt;Terdapat beberapa fakta yang menunjukkan bahwa produk pemikiran Islam sangat besar pengaruhnya di bidang politik modern di masa dinasti Abbasiah, sebagai bukti universitas-universitas di Italia dan Perancis yang menggunakan metodologi yang berlangsung di Timur tengah, keberhasilan terbentuknya negara dan stabilitas politik di negara Eropa yang merupakan hasil jiplakan dari sistem negara Islam dan pengaruh dari dinamika kajian perundang-undangan dan hukum kerajaan Islam dengan ilmu fiqh sebagai materi utamanya. Bila kita komparasikan dan mengkaji berbagai teori politik yang terdapat dalam ilmu fiqh, ilmu kalam, tarikh, filsafat atau adab dengan berbagai sistem politik kontemporer sekarang ini.&lt;br /&gt;Beberapa kelebihan umum pemikiran Islam diantaranya, pertama, mereka lahir dari perkembangan historis, kedua, meletakkan unsur-unsur dalam hukum sehingga sangat situasional dalam kehidupan sosial yang praktis, ketiga, selalu terikat pada nilai-nilai akhlak quráni. Keempat, memiliki batasan-batasan yang telah ditetapkan sehingga tidak terjadi berbagai hal yang berlebihan dan penyimpangan.&lt;br /&gt;Sistem yang dibangun rasulullah SAW dan kaum mukminin merupakan sistem politik par excellent yang menyandang dua karakter yaitu urusan materi dan urusan ruhani. Seperti dikatakan Dhiauddin Rais mengutip pernyataan seorang orientalis seperti Dr. V. Fitzgerald bahwa Islam tidak saja merupakan agama tetapi juga sistem politik meskipun kalangan modernis Islam ada yang mengklaim dikotomi itu. &lt;br /&gt;Terdapat tiga gelar simbolik utama dalam sistem pemerintahan Islam, antara lain keimamahan (imam adalah orang yang dijadikan panutan atau teladan untuk jalan yang lurus), menjadi orang yang berada di barisan depan, memiliki maksud dan tujuan tertentu, petunjuk dan pembimbing, pemimpin, mencapai standar dan paradigma. Selanjutnya adalah gelar khalifah adalah seseorang yang dibaiat untuk memimpin umat dan memenuhi kemashlahatan mereka. Gelar simbolik terakhir adalah kerajaan. Dari &lt;br /&gt;Islam memiliki pandangan terhadap institusi pemerintahan, mereka memiliki dalil dalam mazhab wajib seperti :&lt;br /&gt;1. Ijma umat, yaitu langkah mencari kesepakatan umat dengan sistem syuro atau mufakat.&lt;br /&gt;2. Mencegah mudhorot atau kekacauan. Berawal dari watak manusia sebagai manusia sosial, yang tak mampu hidup sendiri dan sangat bergantung terhadap sesamanya, atas dasar kebutuhan manusia terjadilah distribusi profesi dan industri. Hingga terciptalah suatu pembangunan, dalam kondosi seperti inilah perselisihan dan berbagai perbedaan pendapat mulai muncul yang kelak membawa persengketaan, fitnah, kekacauan, kondisi anarkis.&lt;br /&gt;3. Merealisasikan kewajiban agama. Pada dasarnya realisasi dari kewajiban agama dan upaya mencapai sasaran-sasaran dari tujuan agama bergantung pada imamah baik yang bersifat individu ataupun kelompok,  Imam Ghozali telah merumuskan realisasi kewajiban pada seorang individu haruslah berbentuk sinergi dari ilmu dan ibadah, hanya karena keduanya sajalah sistem dan aturan agama menjadi sempurna. Menurut Al-Ghozali aturan agama yang dengan pengetahuan dan ibadah tidak akan tercapai tanpa tubuh yang sehat dan usia yang panjang, oleh karena itu harus ada yang mampu menjamin dan menjaganya (seorang imam dan khalifah) dengan terpenuhi kebutuhan primer seperti pakaian, tempat tinggal, makanan pokok, dan keamanan. Jika tidak semua orang hanya akan tenggelam pada penjagaan terhadap diri sendiri dan mencurahkan sebagian besar hidupnya hanya untuk mencari materi, dan hal ini merupakan sumber perpecahan, penganiayaan, dan sebagai bentuk pencarian kebahagiaan dunia semata dengan serta-merta melalaikan kebahagiaan ukhrowinya. Selain itu manusia tetap memiliki kewajiban sosial atau umum yang diwajibkan oleh agama antara lain harus menjaga kesatuan dan persatuan, saling mendukung, bersatu dalam jihad, hisbah serta beramar ma’ruf nahi munkar.&lt;br /&gt;4. Harus mewujudkan keadilan yang sempurna. Keadilan mutlak adalah keadilan Tuhan yang tercakup dalam agama Samawi, bukan dari undang-undang konvensional, tidak ada imamah selain untuk melengkapi nubuwah (kenabian) dan keberadaan ini ditujukan untuk selalu memurnikan aqidah dan prinsip yang telah didakwahkan, dimana mereka berjihad demi tegaknya aqidah dan prinsip tersebut.&lt;br /&gt;Selain imamah terdapat juga suatu kalangan ahli syura atau tim permusyawaratan, mereka dinamakan ahlul halli wal aqdi, mereka bertugas memutuskan siapakah yang hendak menjadi pengganti khalifah bila khalifah sebelumnya telah wafat sekaligus melakukan ijab kontrak. Merekalah golongan yang berkewajiban terlaksananya dan tercapainya pemilihan khalifah, dan tidak dibenarkan mereka membawa hak-haknya sendiri, ia haruslah netral dari kepentingan-kepentingan, dan mereka-lah yang kelak memikul dosa bila berbuat demikian beserta bila khalifah yang telah dipilihnya lengah dalam mengemban amanah dan kewajibannya, terlebih bila mereka sendiri lengah dan tidak melakukan pemilihan khalifah. Mereka ini terdiri dari dua kelompok yaitu ahlul ikhtiyaar  merekalah orang-orang yang berkemampuan memilih seorang khalifaah bagi umat, kedua adalah golongan ahlul imamah, mereka sendiri adalah kandidat dari imam yang kelak akan diangkat dan mereka harus memiliki kualifikasi sebagai imam.&lt;br /&gt;Syarat yang harus dipenuhi sebagai seorang ahlul halli wal äqdi adalah :&lt;br /&gt;1. Keadilan yang integral, dengan syarat-syaratnya, keadilan adalah keistiqomahan, integritas (amanah), sifat wara’atau ketakwaan dan akhlak yang mulia.&lt;br /&gt;2. Memiliki kapabilitas keilmuan yang dengan demikian seorang ahlul halli wal aqdi mampu mengetahui siapakah orang yang sesuai menjadi imam dengan berbagai pemenuhan syarat yang menjadi bahan pertimbangan.&lt;br /&gt;3. Memiliki sikap tegas dan bijaksana (al-hikmah) sehingga mereka akan mendukung siapa yang paling tepat memegang jabatan ini dengan kemampuan mewujudkan kemashlahatan umat.&lt;br /&gt;Dalam teori pemerintahan Islam juga terdapat suatu kontrak politik dan berbagai permasalahannya. Prof. Dr. As-Sanhuri yang telah mengkaji karakteristik kontrak (ikatan) keimamahan beliau berpendapatan bahwa keimamahan merupakan sebuah kontrak yang hakiki, keimamahan dianggap syah bila didasari oleh perasaan sukarela, sedangkan tujuan akhir dari kontrak imamah adalah agar kontrak ini dijadikan landasan bagi seorang imam untuk memperoleh kekuasaan. Kontrak ini adalah kontrak antara imam dan umat. Dari sinilah sebenarnya kita dapat melihat bahwa formulasi kontrak sosial Rosseau (Bapak demokrasi modern bangsa Eropa) telah ditemukan dan diaplikasikan terlebih dahulu jauh berabad-abad sebelum Rosseau sendiri hidup, dan bersandar secara historis empiris pada kehidupan kaum muslimin secara langsung, sedangkan teori Rosseau sendiri hanyalah sebuah hipotesis yang hanya didukung oleh kondisi-kondisi masa lalu yang ia imajinasikan saja.&lt;br /&gt;Islam telah memformulasikan sistem yang teratur sebagai prosedur kontrak antara imam dan umat muamalah dan baiat, di masa sekarang ini bentuk keimamahan yang hampir mirip semacam kontrak perdamaian, pengadilan, perwakilan. Untuk menekankan keabsahan baiat umat terhadap amir, setelah prosesi baiat lazimnya mereka saling berjabat tangan. Dan kontrak ini menjadi kontrak paling utama dan terbesar, dan menjadi sentra segala bentuk kontrak, melegitimasikan terjadinya kontrak yang lain.&lt;br /&gt;Kehormatan dan kesucian kontrak dalam Islam dijamin berbagai dalil dalam Al-qurán (Al-Maidah : 1, Al-Israa : 34, An-Nahl : 91, dan beberapa HR. Bukhari dan Muslim), karena setiap kontrak memiliki nilai sakralitas kaerna pemenuhan syarat yang telah ada seperti kontrak haruslah menjadi gambaran keinginan bebas dari umat.&lt;br /&gt;Mengenai sumber kekuasaan tertinggi dalam Islam, kekhalifahan sebagai mandatari dan perwakilan umat yang bila diistilahkan bahwa umat itu sendiri merupakan kekuasaan tertinggi, dimana kebijakan seorang imam harus merujuk pada aspirasi umat. Hal ini juga memuat konsep iktifaa atau representasi, semisal dalam kewajiban berjihad, tidak semua harus pergi berjihad, akan tetapi harus ada yang melaksanakan tugas-tugas pemenuhan kebutuhan primer yang lain, semisal masih harus ada guru yang terus berjuang dengan spesifikasinya atau seorang petani yang harus terus meladang untuk persediaan makanan, spesialisasi ini adalah sebentuk tanggungjawab yang berat dengan dampak signifikan, kewajiban ini tetap memperhatikan ketercapaian pemenuhan syarat tertentu dalam diri individu. &lt;br /&gt;Dalam syarat-syarat berdirinya sebuah negara Islam telah menurut para pakar filosof politik muslim dan diringkas oleh Dr. M. Dhiauddin Rais adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Kewalian negara, kementrian dan kepemimpinan regional (gubernur)&lt;br /&gt;• Kontrak&lt;br /&gt;Imam memiliki tugas kenegaraan sebagai penghubung antara umat dengan pembantu umat yang diberi amanah dan menjalankan tugas kenegaraan untuk memenuhi kebutuhan dan hak umat. &lt;br /&gt;• Mandataris dan Menteri Eksekutif&lt;br /&gt;Dua konsep dasar pembagian tugas ini dirumuskan para ulam fuqoha dan mengartikan penjelasan berikut ini, mandataris mendapat kekuasaan melalui sebuah kontrak, kekuasaan ini bersifat independen, ia memiliki kewenangan yang serupa dengan imam, letak perbedaannya hanya pada derajat, rakyat berhak melakukan koreksi dan menilai pelaksanaan tugasnya agar sesuai dengan keinginan rakyat. Kewajiban ini dipertanggungjawabkan kepada Tuhan dan rakyat. Sedangkan ekesekutif memiliki mandat yang hanya perlu disetujui olej umat. Pemerintahan bukanlah milik pribadi, ia tidak berhak mengambil hak istimewa untuk kepentingan pribadinya, mereka terikat dengan syarat-syarat  dan batasan tegas, tidak berhak berlaku sewenang-wenang dengan jabatannya.&lt;br /&gt;• Kepemimpinan negara :&lt;br /&gt;a. Kementrian&lt;br /&gt;Menteri adalah seorang yang mempunyai kekuasaan umum dan bekerja pada bidang umum, umum di sini dikontekskan dengan tugas yag meliputi berbagai daerah  yang menjadi bagian dari kekuasaan negara, ia adalah kedudukan kedua setelah imam, yang melakukan tugas seluruh tugas kenegaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kementrian Eksekutif&lt;br /&gt;Kementrian eksekutif adalah mereka yang ditunjuk oleh imam untuk mewakilinya dalam melaksanakan tugas keimaman, dan tidak memiliki kekuasaan independen. Ia yang nantinya akan mengambil keputusan atas nama kementrian. Ia adalah seseorang yang ditunjuk oleh imam untuk menggantikan posisinya dalam melaksanakan tugas keimanan, dengan tidak mempunyai kekuasaan independen, dengan tetap berpegang pada pandangan dan pendapat imam. Ia adalah mediator antara umat dan imam atau gubernur, ia melaksanakan tugas dan fungsinya dan segala perintah imam kemudian menyampaikannya kepada umat. Menteri adalah seseorang yang berkewenangan mengeluarkan keputusan meski kewenangan itu tidak penuh, artinya ia tidak berhak berpendapat secara pribadi dan kekuasaannya terbatas, kementrian eksekutif tidak ditentukan dan diangkat secara formal seperti kementrian lain karena ia berpendapat dan berpandangan sesuai dengan pandangan dan pendapat imam. Batasan tugas uang dimilikinya adalah sebagai pelaksana segala permasalahan yang  bersangkutan dengan tugas umam dan tidak menguasai dan mengikuti tugas sebelumnya.&lt;br /&gt;Kualifikasi yang ditentukan bagi seorang menteri eksekutif :&lt;br /&gt;1. Terpercaya, tidak berkhianat dan curang.&lt;br /&gt;2. Jujur&lt;br /&gt;3. Tidak tamak, dan antikorupsi&lt;br /&gt;4. Netral, tidak ada permusuhan dengan berbagai pihak&lt;br /&gt;5. Kuat ingatan, mengerjakan dengan baik tugas dan pesan dari imam&lt;br /&gt;6. Pandai dan cerdik, tidak mudah dikelabui&lt;br /&gt;7. Bukan budak hawa nafsu&lt;br /&gt;8. Berpengalaman dalam mengambil keputusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kementrian Mandataris&lt;br /&gt;Peranan menteri mandataris sangat besar dan berkedudukan tinggi. Mandataris tidak hanya menjadi mediator tetapi menduduki posisi imam. Ia memiliki kekasaan independen dan kekuasaan umum dalam segala permasalahan, bukan saja dari sisi pelaksanaan melainkan dari sisi pelaksanaan (teknis) tetapi juga pandangan dan pengejawantahan tugasnya sesuai dengan gagasannya, ia berhak melaksanakan sesuatu dengan proses formal, pengangkatan dirinya dengan kontrak pemerintahan. &lt;br /&gt;Ada tiga point penting yang menjadi larangan untuk dikerjakan seorang menteri mandataris :&lt;br /&gt;1. Ia tidak berhak melimpahkan jabatan pada seseorang meskipun orang itu berkapabilitas dalam tugas dan jabatan tersebut.&lt;br /&gt;2. Ia tidak diharuskan meminta persetujuan kepada rakyat secara langsung untuk melakukan tugas dan  amanah yang diembannya, karena ia memiliki prosedur perizinan tersendiri dalam hal ini.&lt;br /&gt;3. Ia tidak berhak meninggalkan tugas.&lt;br /&gt;Dari larangan tersebut imam memiliki kewenangan untuk melaksanakannya, di sinilah letak perbedaan seorang menteri mandataris dengan imam.&lt;br /&gt;Selain itu seorang menteri mandataris diwajibkan untuk melaksanakan tugas setelah memperoleh perizinan dari imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Gubernur Daerah&lt;br /&gt;Gubernur adalah posisi setelah kementrian, hanya saja seorang gubernur memiliki otoritas sebatas wilayah tertentu.&lt;br /&gt;e. Kapabilitas dan otoritas kekuasaan :&lt;br /&gt;Seorang gubernur dituntut untuk memiliki kapabilitas sebagaimana seorang menteri mandataris, hanya sifat kekuasaannya saja yang bersifat khusus. &lt;br /&gt;Seorang gubernur diklasifikasikan menjadi dua antara lain gubernur yang memimpin karena kapabilitas, yaitu mereka yang memenuhi segala persyaratan, selain itu adalah gubernur otoritas yang diangkat karena situasi darurat seperti dalam peperangan, yaitu seorang panglima perang yang berhasil menguasai daerah tertentu, ia tidak memenuhi kualifikasi sebagai seorang gubernur akan tetapi keabsahan diangkatnya panglima tersebut menjadi gubernur syah adanya menurut para fuqoha, asalkan gubernur tersebut tetap memperhatikan batasan dan peraturan yang berlaku, selain itu karena dalam keadaan darurat, yaitu kondisi akibat memenangkan peperangan maka seorang panglima diangkat menjadi gubernur oleh imam.&lt;br /&gt; Kewajiban Gubernur yang berkapabilitas&lt;br /&gt;Beberapa kewajiban Gubernur antara lain :&lt;br /&gt;1. Mengawasi urusan militer, memanajemen urusan militer di berbagai wilayah serta menjamin biaya hidup mereka para agen militer.&lt;br /&gt;2. Mengawasi pekerjaan kehakiman atau pengadilan&lt;br /&gt;3. Mengawasi kerja para petugas pajak dan pemberi sedekah serta pendistribusiannya, agar tidak terjadi korupsi&lt;br /&gt;4. Menjaga kesakralan dan kemurnian Islam&lt;br /&gt;5. Menegakkan hudud dalam hak Allah SWT dan hak ummat (bani Adam)&lt;br /&gt;6. Menjadi imam dalam segala urusan serta pemimpin dalam segala penyelesaian permasalahan&lt;br /&gt;7. Memfasilitasi dan mengakomodasi kebutuhan ummat&lt;br /&gt;8. Memimpin jihad bila wilayah negara langsung berbatasan dengan wilayah musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat diangkatnya seorang Gubernur antara lain :&lt;br /&gt;1. Menjaga kedudukan kepemimpinan dalam kekhalifahan nubuwah dan mengatur permasalahan agama.&lt;br /&gt;2. Mentauladani umat dalam hal ketaatan pada Islam (dalam beragama) karena amal ini mampu menghilangkan sifat pemberontakan dan menghapus dosa pembangkangan.&lt;br /&gt;3. Mengintegrasikan berbagai pendapat ummat dan memutuskan keputusan akhir yang terbaik, mempersatukan seluruh elemen masyarakat, agar kuatnya ukhuwah dalam solidaritas dan saling menolong sehingga seorang muslim menjadi tangan bagi muslim lainnya&lt;br /&gt;4. menjamin keabsahan kontrak-kontrak setelah kontrak pemerintahan&lt;br /&gt;5. Menggunakan keuangan negara sesuai kepentingan&lt;br /&gt;6. Menegakkan hukum syariat Islam dengan konsisten&lt;br /&gt;7. Menjadi penjaga agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Syarat untuk gubernur dan menteri&lt;br /&gt; Berilmu (kualifikasi ijtihad)&lt;br /&gt;Kualifikasi ijtihad adalah mempunyai ilmu syariat Islam dan hukum-hukumnya, beserta sumber-sumber pengambilan hukum, ia harus memenuhi persyaratan tersebut minimal menyamai seorang mujtahid, ia juga harus sempurna dalam akhlak dan sifat, mampu menegakkan permasalahan agama dan seorang orator handal, mampu menghadapi permasalahan aqidah, mampu mengeluarkan fatwa secara mandiri, dalam mencari jawaban permasalahan yang ada secara tekstual atau instibat dari beberapa ulama dengan misi memurnikan aqidah, menghadapi permusuhan dengan solusi terbaik dan mengutamakan perdamaian.&lt;br /&gt;Kualifikasi tersebut antara lain :&lt;br /&gt;1. Berilmu Alqur’an yang sesuai dengan hukum yang berkaitan&lt;br /&gt;2. Memahami sunnah dengan baik yang berupa ucapan dan perbuatan&lt;br /&gt;3. Mengetahui takwil yang digunakan para ulama salaf baik berupa hasil kesepakatan maupun hasil ikhtilaf.&lt;br /&gt;4. Mengetahui qiyas untuk mengembalikan hukum pada dasarnya semula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mengetahui Ilmu politik, perang dan administrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami berbagai bentuk perpolitikan, mampu memahami suatu permasalahan, kelas sosial yang berlaku dalam umatnya, mampu berinteraksi dengan umatnya, proporsional dalam mendelegasikan tugas. Kritis, jeli dan cerdik, dalam strategi perang, berani dan tangguh, memiliki visi dan misi politik yang jelas, gigih dan berani dalam menegakkan ketentuan Tuhan, mampu mengajak ummat dalam satu barisan untuk berjuang, mampu membaca gerak-gerik fanatisme dan tipudaya, tangguh dalam perpolitikan negara, sehingga pemimpin mampu menjaga agama, berjihad ke medan perang, menegakkan hak yang manjadi hak rakyat, mengatur kemashlahatan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kondisi jiwa dan raga yang baik&lt;br /&gt;Seorang pemimpin harus sehat jasmani, sehat panca indera dan anggota badan yang dapat mempengaruhi etos kerja, berpandangan jernih dan tidak mengikuti hawa nafsu, memiliki keberanian dalam menegakkan hukum Tuhan, mampu melaksanakan hukum Tuhan, menjaga batasan-batasan hukum Islam, memberantas kedzaliman dan para pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berlaku adil dan Berakhlak mulia&lt;br /&gt;Ia mampu berlaku adil dengan benar, apa yang diucapkan dapat dipercaya dan menjauhi perbuatan dosa, tidak memunculkan keraguan. Senantiasa mencari keridhoan dan menahan timbulnya amarah, kehidupan keagamaan dan duniawinya hendaknya patut dijadikan teladan, terhindar dari perbuatan curang dalam menjalankan kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Memiliki kualifikasi kepemimpinan yang penuh &lt;br /&gt;Beberapa kualifikasi kepemimpinan imam dalam Islam :&lt;br /&gt;1.  Islam, ia haruslah beragama Islam, karena tujuan dari pemerintahan adalah menerapkan hukum Islam&lt;br /&gt;2. Bebas, ia haruslah seorang yang bebas dan bukan budak&lt;br /&gt;3. Laki-laki, seorang wanita masih memiliki keterbatasan dan kelemahan, sedangkan posisi ini menuntut pengambilan resiko dan menanggung beban yang berat, seperti misalnya peperangan dan menentukan keputusan hukum&lt;br /&gt;4. Dewasa, ia bukanlah anak-anak karena dituntut untuk mampu menegakkan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Kewajiban-kewajiban umum&lt;br /&gt; Masyarakat Mukallaf&lt;br /&gt;Masyarakat mukallaf adalah orang yang bertanggung jawab dan berkewajiban melaksanakan kewajiban tertentu. Dalam ilmu politik kita mengenalnya sebagai citizen.&lt;br /&gt; Hak atau kewajiban&lt;br /&gt;Hak hanyalah milik Allah SWTdari aspek politik hak-hak penting yang perlu diberikan adalah hak Allah yaitu hak yang diberikan berupa kewajiban atas negara dan hak kemashlahatan umat. Dengan hukum sebagai jaminan diberikannya hak tersebut agar hak tersebut terdistribusikan pada setiap individu. Peletakkan hak individu tetap setelah hak ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kewajiban etis dalam politik&lt;br /&gt;Secara konkret, etika moral yang diperintahkan dalam Islam meliputi : memenuhi janji, ikhlas dalam segala amal perbuatan yang baik dengan tujuan ketakwaan, mengikuti nasihat yang berasal dari Tuhan, rasul, dan ulama sholihin, berinteraksi dengan rukun dalam komunitas sosial, memperkuat solidaritas dan jalinan ukhuwah, bekerja sama dalam kebajikkan.&lt;br /&gt; Kewajiban kifayah atau kewajiban umum&lt;br /&gt;Kewajiban kolektif dinilai lebih utama daripada kewajiban individu meski urgensitasnya tidak bisa dilalaikan. Tidak dilaksanakannya kewajiban tersebut berkonsekuensi serius bahkan bisa jadi menyebabkan dosa, namun tidak dilaksanakannya kewahiban umum lebih berbahaya dari pada tidak dilaksanakannya kewajiban pertama. Karena kewajib an umum bersifat khifayah salam pelalaiannya akan menyebabkan dosa bagi umat secara keseluruhan sedang kewajiban individu bersifat fardu’ain lebih bersifat pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Urgensitas kewajiban umum&lt;br /&gt;Menurut mujtahid besar seperti Taqiyyudin As-Subkhi, Abu Ishak Al-Isfiroyani dan Imam Haromi Abdul Malik al-Juwairi berpendapat bahwa kewajiban khifayah lebih utama ketimbang kewajiban fardu’ain, tetapi mayoritas ulama menyatakan kewajiban fardu’ain lebih utama ketimbang kewajiban khifayah. Berbeda lagi pendapat Dr. Dhiauddin Rais, menurutnya kewajiban individu adalah kewajiban kolektif, barangsiapa beramal dengan baik dalam memenuhi kewajiban individu, maka kewajiban kolektif akan lebih baik lagi baik secara kualitas maupun kuantitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Keimamahan&lt;br /&gt;Kewajiban untuk membentuk negara Islam yang legal adalah kewajiban yang utama untuk direalisasikan dan merupakan kewajiban kolektif. Ia adalah hak gabungan antara hak Allah dengan hak ummat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tata Negara &lt;br /&gt;Hukum dari mendirikan suatu peradilan negara dan peradilan tatanegara adalah wajib. Terdapat pembedaan antara mereka yang bertanggung jawab dalam pemenuhan kewajiban terhadap Allah dan mereka yang bertanggung jawab pada maksud dan tujuan didirikannya peradilan itu sendiri.&lt;br /&gt;Peradilan negeri didirikan untuk menyelesaikan permasalahan peradilan secara umum, sedangkan peradilan tatanegara didirikan untuk perkara kedzaliman dan kesewenang-wenangan yang telah dilakukan aparatur negara terhadap ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Jihad&lt;br /&gt;Kewajiban ini dianggap mampu menjaga stabilitas negara, agama dan bangsa, agar independenitas dalam segala hal tetap terjamin, untuk menjaga harga diri dan merupakan ikhtiar apabila terdapat upaya yang merintangi usaha untuk mencapai kesejahteraan, namun Alqur’an dan sunnah mengutamakan dilakukannya tindak perdamaian sebelum gencatan senjata (Al Anfaal : 61)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Amar ma’ruf nahi munkar&lt;br /&gt;Kewajiban ini adalah kewajiban menyeru pada kebenaran dan melarang pada perbuatan munkar (Ali Imran : 104), kewajiban ini diserukan untuk menegakkan pematuhan terhadap undang-undang, bertanggung jawab terhadap setiap perbuatan dan tingkah laku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Penerapan ilmu Agama dan Keduniaan&lt;br /&gt;Ilmu adalah hal penting untuk menjalankan pembangunan jadi setiap ilmu yang bermanfaat akan berguna untuk menjaga kelangsungan hidup dan membangun peradaban, penjaga agama, penjagaan hukum Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Perangkat-perangkat pembangunan&lt;br /&gt;Negara harus mampu memberikan fasilitas yang dapat digunakan untuk meningkatkan kehidupan rakyat, mengolah sendiri hasil bumi dan seluruh kekayaan sumber daya alam sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Solidaritas Sosial&lt;br /&gt;Kewajiban untuk membangung sikap dan rasa sepenanggungan antar sesama. Meski berbeda aqidah sekalipun, prinsip ini dimaksudkan agar tercapai kualitas hidup dan taraf hidup yang layak bagi kemanusiaan, tidak ada kesenjangan sosial, yang kaya wajib membantu yang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kewajiban imamah atau kepala negara&lt;br /&gt;Beberapa kewajiban imam atau kepala negara antara lain :&lt;br /&gt;1. Menjaga agama sesuai dasar keagamaan yang Islam ajarkan, serta mengikuti ulama terdahulu dalam menjaga aqidah dan syariat.&lt;br /&gt;2. Menegakkan hukum di antara orang yang bersengketa dan menyelesaikan permasalahannya, sehingga tidak terjadi kesewenang-wenangan.&lt;br /&gt;3. Menjaga hal yang bersifat sensitif dan menjauhi perbuatan yang mengarah kepada hal yang terlarang, sehingga tercipta suasana aman tanpa ancaman jiwa.&lt;br /&gt;4. Menegakkan hukum  Allah SWT&lt;br /&gt;5. Menjaga perbatasan dengan berbagai kekuatan yang lebih tangguh agar terhindari penjajahan.&lt;br /&gt;6. Berjihad bagi kejayaan Islam bila ada pihak yang melukai harga diri Islam&lt;br /&gt;7. Memungut pajak dan mendistribusikannya kepada rakyat yang membutuhkan dalam bentuk sedekah.&lt;br /&gt;8. Menerapkan kejujuran dan amanah, mengurus keuangan pada orang yang dapat dipercaya, yaitu mereka yang jujur dan berhati bersih dan profesional dalam hal keuangan.&lt;br /&gt;9. Memantau jalannya pekerjaan aparatur negara yang dipimpinnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Gambaran umum sistem pemerintahan Islam&lt;br /&gt;Negara Islam tidak hanya terbatas pada bentuk negara politik, karena pada praksisnya negara Islam mejalankan hal-hal yang bersifat material dan spiritual sekaligus. Selain stabilitas kehidupan umat secara umum dan global dibangun, kekuatan hubungan transendental umat pun memiliki porsi perhatian yang tidak kalah signifikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-4818290052889525024?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/4818290052889525024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=4818290052889525024' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/4818290052889525024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/4818290052889525024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2007/05/teori-politik-islam.html' title='teori politik islam'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-1337455795090347497</id><published>2007-05-30T17:49:00.000-07:00</published><updated>2007-11-18T17:07:01.690-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='political theory'/><title type='text'>civil society</title><content type='html'>Civil society secara terminologis sebenarnya dapat diartikan juga sebagai masyarakat sipil, masyarakat kewargaan, masyarakat beradab atau masyarakat berbudaya&lt;br /&gt;Dengan singkat makna civil society dapat dipahami sebagai sebuah ruang (space) sebuah negara, di mana di dalamnya hidup sekelompok individu dengan semangat toleransi yang tinggi dalam jalinan komunikasi dan interaksi yang sehat, serta terwujudnya partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan public. Ada juga yang memahami civil society sebagai asosiasi masyarakat yang beradab sukarela hidup dalam suatu tatanan social yang membedakan dengan jelas dimana letak urusan individu dengan urusan kolektif, dan terjadi mobilitas yang tinggi dalam masyarakat, dan terbangun atas dasar jiwa sukarela jaringan kerjasama antar seluruh elemen masyarakat. &lt;br /&gt;Menurut Eisendtadt civil society adalah suatu bentuk hubungan antara Negara dengan sejumlah kelompok social, dengan gerakan social yang ada dalam Negara, yang bersifat independent terhadap Negara.&lt;br /&gt;Menurut John Locke, civil society adalah sebuah Negara dimana manusianya hidup dalam kedamaian, kebajikan, saling melindungi, kebebasan yang merdeka, terjamin dari rasa takut, bermoral,  serta setara dalam status social dan aspek lainnya dalam artian tidak ditemukannya berbagai kesenjangan sosial. Disempurnakan dengan perasaan damai, dan keinginan serta semangat untuk merealisasikan perdamaian, hidup dalam kebaikan seperti watak manusia secara alamiah dan naluriahnya, saling tolong-menolong dan memiliki kemauan baik, mempererat hubungan social. Kehidupan madani tersebut dapat dicapai bila manusia mengoptimalkan akal budinya secara benar dan dalam koridor kebajikan.&lt;br /&gt;Secara subtantif konsep civil society dijabarkan ke dalam pengertian menurut beberapa pakar politik antara lain :&lt;br /&gt;1. Menurut M. Dawam Raharjo, civil society merupakan suatu ruang partisipasi masyarakat, dalam perkumpulan-perkumpulan sukarela (voluntary association), seperti golongan berdasar profesi, kaum buruh dalam serikat buruh, tani gereja atau perkumpulan atas dasar keagamaan, sehingga terbentuk masyarakat etis, progresif untuk membangun peradaban yang unggul. Beberapa capaian yang menjadi indicator terbentuknya masyarakat madani menurut Raharjo antara lain bila rakyat memiliki kekuasaan secara kharismatik berupa ketajaman rasio, yang nantinya mendorong mereka menuju keadaan yang lebih baik secara umum, berpotensi memanajemen diri sendiri dengan logis dan merdeka, terdapat organisasi yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan public, dan berkekuatan dalam tiga aspek inti yaitu agama, peradaban, dan perkotaan.&lt;br /&gt;2. Menurut Franz Magnis Suseno, wilayah-wilayah kehidupan social yang terorganisir yang didasari jiwa sukarela, swasembada (self generating), swadaya (self supporting), dengan kemandirian tinggi, menjunjung tinggi norma-norma atau nilai-nilai hokum yang dipatuhi rakyat. Atau merupakan wilayah dalam ruang politik yang menjamin keberlangsungan perilaku, tindakan dan refleksi mandiri, dan tidak terbatasi kondisi kehidupan material, dan tidak terserap dalam jaringan-jaringan kelembagaan politik. Indicator dari masyarakat madani atau civil society menurutnya adalah pendekatan terhadap rakyat yang diberlakukan adalah pendekatan factual bukan pendekatan normative, terorganisir dengan rapi, sukarela, swasembada, swadaya, mandiri, terikat dengan norma-norma atau nilai-nilai hokum yang dipatuhi rakyat, dimana mereka dibebaskan secara internal, diatur oleh pihak yang dapat menjamin kebebasan segenap warga masyarakat, individu, dan kolektif untuk mewujudkan kehidupan menurut cita-cita mereka sendiri dalam kehidupan bersama yang didukung consensus dasar.&lt;br /&gt;3. Menurut Nurcholis Madjid, masyarakat madani berasal dari kata madinah, dalam peristilahan modern , mengarah kepada semangat dan pengertian civil society, yang berarti masyarakat yang memiliki sopan santun, beradab dan teratur yang terbentuk dalam Negara yang baik. Di dalam Negara ini terdapat kedaulatan rakyat sebagai prinsip kemanusiaan dan musyawarah, terdapat partisipasi aktif dari masyarakat secara aktif dalam proses-proses menentukan kehidupan bersama di bidang politik, rakyat bersikap terbuka, lapang dada, pengertian dan bersedia untuk memberi maaf (legowo) terhadap permasalahan yang timbul.&lt;br /&gt;4. Menurut Riswandha Imawan, masyarakat madani adalah konsep sebuah  masyarakat dimana mereka hidup dalam kondisi mampu memiliki etos kerja untuk meningkatkan kualitas diri dan hidupnya dalam penciptaan kreativitas mandiri, dimana Negara tidak dapat mencampuri dengan bebas akantetapi mereka tetap mematuhi perundangan dan peraturan yang berlaku, hal ini berangkat dari keinginan rakyat untuk membangun suatu kesejajaran antara warga Negara dan Negara yang berlandas pada prinsip saling menghormati dan mengahargai, berkeinginan membangun hubungan konsultatif diantara Negara dengan rakyatnya, warga mampu bersikap dan berperilaku sebagai warga Negara yang bebas dan memiliki keterjaminan hak, dimana hak persamaan dan kesetaraan dijunjung tinggi, memperlakukan semua warga Negara sebagai pemegang hak dan kebebasan yang sama.&lt;br /&gt;5. Adi Suryadi Culla, berpendapat bahwa civil society adalah keadaan suatu masyarkat yang dikelompokkan sehingga membentuk kelompok-kelompok social yang memiliki kekuasaan dan sifat otonom terhadap Negara.&lt;br /&gt;6. Fahmi Huwaydi memiliki pemikiran bahwa masyarakat  madani merupakan symbol bagi realita yang dipenuhi berbagai control fakultatif, yang terekspresikan dalam munculnya keberadaan masyarakat, dan mereka menciptakan berbagai serikat dan lembaga non government sebagai kekuasaan tandingan dari lembaga yang berkuasa. Diejawantahkan dalam pembentukan berbagai partai, kelompok, himpunan, ikatan dengan berbagai varian yang tidak memiliki kaitan dengan struktur kenegaraan.&lt;br /&gt;7. Sedangkan menurut Ernest Gellner civil society memiliki arti bahwa masyarakat terbangun atas dasar berbagai NGO (non government organization) yang bersifat otonom dan tangguh untuk menjadi penetral kekuasaan Negara. Mereka tidak tersentuh hierarki politik, ekonomi, ideology yang tidak mentolerir adanya kompetisi, bervisi plural dalam memaknai kebenaran dan menentukan parameter kebenaran secara bersama-sama, terdapat desentralisasi pada segenap aspek kehidupan, terciptanya tatanan social masyarakat yang harmonis, dan bebas dari segala bentuk eksploitasi terlebih penindasan, tidak memerlukan penguatan yang bersifat memaksa, sehingga di sini pemerintah berfungsi sebagai pencipta dan penjaga perdamaian diantara berbagai kepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga terdapat tiga point penting dalam civil society ini antara lain :&lt;br /&gt;1. Partisipasi rakyat, rakyat dalam sebuah masyarakat madani tidak akan bergantung secara penuh terhadap Negara akan tetapi ia akan berupaya meningkatkan kualitas hidup dan dirinya secara mandiri. Mereka lebih memilih untuk menentukan masa depannya sendiri, bahkan tidak terlalu bergantung pada segala bentuk program pemerintah yang merupakan sebentuk stimulant bagi bangkitnya kesadaran swadaya, swasembada rakyat.&lt;br /&gt;2. Otonom, diartikan sebagai masyarakat yang berupaya memenuhi kebutuhannya sendiri, selalu mengembangkan daya kreatifitas untuk memperoleh kebahagiaan dan memenuhi tuntutan hidup secara bebas dan mandiri, dengan tetap mengacu pada perundangan dan hokum yang berlaku.&lt;br /&gt;3. Tidak bebas nilai, masyarakat madani sangat menjunjung tinggi nilai-nilai moral kemanusiaan  agar apa yang dikerjakan selalu berada dalam jalur kebajikan dan menghasilkan dampak positif yang membangun dirinya (masyarakat) secara umum, yang bersumber pada sisi-sisi religi, unggah-ungguh yang berlaku, menjelma dan mengakar dalam budaya masyarakat.&lt;br /&gt;4. Menjunjung tinggi rasa saling menghargai, menghormati dan menerima segala bentuk perbedaan (pluraritas), sehingga dalam kedamaian social yang dibangun terpancar keindahan ragam perbedaan yang memperkaya budaya dan menjadi nilai lebih yang positif, masyarakat madani haruslah meletakan persamaan di atas perbedaan, sehingga tidak ditemui pertikaian antar kelompok yang berbau SARA.&lt;br /&gt;5. Terwujud dalam badan organisir yang rapi, modern dalam upaya penciptaan hubungan stabil antar elemen masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara masalah civil society berarti kita tidak melupakan transformasi social, sebagai manifestasi langkah yang diambil dan ketertekanan yang mendalam akibat hegemoni yang berkuasa, sehingga masyarakat berkumpul untuk  mebentuk kekuasaan tandingan, untuk menuntut suatu keadilan social, langkah ini dianggap sebagai tanggapan langung dari arus bawah terhadap rezim yang berkuasa, kemudian kekuatan social yang terbangun atas keluasan gerakan, jaringan dan organisasi dengan tujuan tertentu. Arus bawah cenderung memilih langkah frontal untuk merealisasikan cita-citanya terhadap kekuasaan politis dengan berbagai aksi yang dilancarkan seperti demonstrasi, mogok makan atau mogok kerja secara kolektif, berbeda lagi dengan langkah yang diambil oleh para seniman, mereka menyuarakan keresahan melalui kekuatan tulisan mereka dengan melancarkan berbagai kritik, dan terdapat mereka yang memilih bergerak dalam wadah LSM. Lalu pendewasaan masyarakat sipil dengan memperkuat wilayah religi atau gerakan tidak dengan kekerasan agar pemerintah sebagai subjek sekuritas perdamaian tidak terhalangi dalam melaksanakan kewajibannya.&lt;br /&gt;Civil society sebagai proyek peradaban dan pembangunan dapat direalisasikan terutama oleh tiga agen utamanya, mereka adalah golongan intelektual atau mahasiswa sebagai perubah pada aspek social politik, melalui berbagai ide inovatif kreatif mereka dan sikap-sikap anti kemapanan, lalu golongan kelas menengah yang akan diposisikan sebagai modal kekayaan demokratisasi dalam sebuah Negara, kemudian golongan arus bawah, merekalah yang kelak menjadi sumber kekuatan dan sekaligus sebagai sasaran dan tujuan pemberdayaan politik. Selain itu dibutuhkan adanya organisasi social politik sebagai wadah kelompok kepentingan dengan kemandirian yang tinggi, dibutuhkan juga public sphere atau ruang gerak yang memadai untuk rakyat agar memiliki akses pada lembaga-lembaga administrasi Negara, lembaga peradilan dan perwakilan maupun NGO (non government organization).&lt;br /&gt;Peranan NGO sebagai  lembaga yang tidak menggantungkan diri pada pemerintah, terutama dalam support capital dan sarana prasarana, organisasi ini merupakan sebentuk komitmen kepedulian warga Negara terhadap berbagai persoalan yang dihadapi rakyat di berbagai aspek. NGO telah menjelma sebagai the best provider atau penyedia terbaik dalam hal pelayanan masyarakat. Dengan berbagai arah gerak, hingga ada NGO yang menjadi pesaing dan penentang pemerintah. &lt;br /&gt;Menurut Affan Gafar, beberapa peranan NGO antara lain :&lt;br /&gt;1. Katalisasi perubahan system. Yaitu peran NGO untuk membentuk kesadaran global masyaraka, dan melancarkan advokasi untuk membela hak rakyat dan perubahan arah kebijakan pemerintah agar menuju perkembangan rakyat,&lt;br /&gt;2. Mengawasi jalannya sistem penyelenggaraan Negara beserta metode yang digunakan, dan melakukan aksi protes pada titik-titik ekstrim&lt;br /&gt;3. Menjadi fasilitator dalam rekonsiliasi warga negara dengan lembaga peradilan&lt;br /&gt;4. Mengimplementasikan program pelayanan masyarakat.&lt;br /&gt;Beberapa wilayah kerja NGO yang menentukan pola hubungan politik yang tercipta antara permerintah dengan NGO antara lain dalam dimensi politik terdapat empat orientasi yang dapat dijelaskan dengan penguraian seperti di bawah ini :&lt;br /&gt; Dari sisi orientasi isu, atau opini publik, NGO melakukan suatu strategi untuk mempengaruhi ageda pembangunan, mengkritik dan mengajukan usulan kebijaksanaan, sedangkan negara atau pemerintah melancarkan strategi dengan menetapkan agenda dan prioritas pembangunan kemudian menyeleksi kebijakkan alternatif yang diusulkan NGO&lt;br /&gt; Dalam permasalahan monetary NGO melakukan mobilisasi dukungan dana, agar mandiri dan bebas dari campur tangan dan pengawasan pemerintah dalam melakukan gerakannya, akan tetapi pemerintah telah mengambil langkah antisipasi terhadap tingkah laku ini yaitu dengan menawarkan bantuan keuangan kepada pihak NGO, memanage serta menyetujui penggunaan dana demi pembangunan.&lt;br /&gt; Untuk masalah keorganisasian, NGO berusaha untuk mandiri, sejauh mungkin menghindari campur tangan pemerintah, dalam permasalahan vital seperti permasalahan administrasi, decision making (membuat keputusan), yang akan diimplementasikan di wilayah praksis, biasanya pemerintah mengambil langkah seperti membantu urusan administrasi NGO, mengatur kegiatan-kegiatannya dan pelaksanaannya di lapangan, untuk menghadapi perilaku ini.&lt;br /&gt; Point terakhir yaitu dalam hal kebijaksanaan, lazimnya NGO mempengaruhi dialog yang terjadi dalam pembentukan kebijakkan dengan langkah-langkah advokatif, untuk meningkatkan kualitas lingkungan pembuat kebijakkan, reaksi pemerintah dalam hal ini biasanya seperti memberikan tindakan bantuan kebijaksanaan, melakukan dialog,  mengatur akses pada pembuatan keputusan dan memelihara kendali atas ligkungan pembuatan kebijakkan.&lt;br /&gt;Suatu titik terang dari harapan terciptanya Negara berdaulat yang mandiri, dan kuat untuk menjaga keterjaminan perasaan kedaulatan dhan integrasi politik sebagai dasar yang kokoh bagi pembangunan pemerintahan yang demokratis, dan  berkemampuan kuat melindungi rakyatnya dari berbagai ancaman, baik dari dalam maupun dari luar. Pada prinsipnya civil society merupakan cerminan masyarakat yang mandiri dan tidak terikat pada kekuasaan Negara, ketercapaian dibangunnya suatu masyarakat madani dapat dengan masif dilaksanakan terutama oleh para pelaku yang berpotesi dalam pemberdayaan, mereka adalah NGO, sebagai instrumen demokratisasi yang bergerak semata demi pemberdayaan masyarakat dan redemokratisasi rezim &lt;br /&gt;otoriter yang berkuasa, akan tetapi peran ini tidak berfungsi tanpa partisipasi dari bagian lain, karena perwujudan demokrasi menurut Huntington merupakan proses yang multifaceted sehingga melibatkan banyak elemen. Kemudian keberhasilan suatu upaya demokratisasi akan berjalan dengan semestinya bila terlebih dahulu telah tersedia sistem nilai yang sudah mapan yang kelak menjadi soko guru demokrasi tersebut. Ditambah dengan kondisi mengenai masyarakat sebagai sebuah himpunan dari berbagai elemen masyarakat, dari yang sangat kuno dan sederhana hingga yang telah mengalami proses modernisasi.&lt;br /&gt;Bebarapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses redemokratisasi adalah implikasi kekuasaan rezim otoriter  pada sistem politik yang berlaku. Dalam gerak politisnya rezim otoriter cenderung mengalami transformasi secara fundamental yang mencakup hal-hal di bawah ini : &lt;br /&gt;1. Timbul berbagai konflik dan pemilahan terhadap masyarakat sipil.&lt;br /&gt;2. Redefinisi kepercayaan dan kesetiaan politik warga negara.&lt;br /&gt;3. Pemberlakuan kebijakkan yang pada subtansinya mempersempit ruang gerak kaum buruh dalam serikat-serikatnya.&lt;br /&gt;4. Membatasi wilayah kerja partai politik &lt;br /&gt;5. Redefinisi kebijakan umum&lt;br /&gt;6. Melakukan beberapa perubahan mendasar dalam aturan serta kegiatan pemilu.&lt;br /&gt;Langkah redemokratisasi tidak hanya berhenti pada upaya meruntuhkan rezim otoriter yang berkuasa, terdapat follow up yang lebih esensial yaitu pembentukan suatu wadah dari kerangka pranata khusus guna dijadikan ajang pengejawantahan berbagai kepentingan dan gerak politik partai atau kelompok politik lainnya.&lt;br /&gt;Alfred Stephan menawarkan strategi yang dapat ditempuh untuk merealisasikan redemokratisasi antara lain :&lt;br /&gt;1. Penjajahan eksternal dan disintegrasi internal&lt;br /&gt;Dari poin ini dapat diderivatkan lagi menjadi langkah konkret seperti restirasi internal setelah penjajahan dari luar, reformulasi internal, serta membangun rezim demokratik dengan kemudian memantaunya dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Transformasi internal dari elit rezime otoriter kepada rezim demokratis&lt;br /&gt;Dari point ini dapat dikembangkan tiga strategi yang berupa merekayasa agar proses redemokratisasi yang dilancarkan diprakarsai oleh rezim otoriter  yang hendak ditumbangkan, dari sini akan ditemui tiga basis politik yang turut berperan dari kelompok elit sebagai agen yang memulai proses redemokratisasi ini, mereka adalah kepemimpinan dari elit sipil, lalu kalangan militer yang menduduki jabatan dalam kekuasaan yang berlaku, lalu kelompok penentang dalam lembaga yang menentang lembaga kekuasaan rezim otoriter yang berlaku baik dari kalangan militer dan kalangan masyarakat sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kekuatan internal kelompok oposisi yang mampu menumbangkan rezim otoriter yang berkuasa.&lt;br /&gt;Terdapat empat kelompok strategi yang dibentuk untuk redemokratisasi, mereka adalah penghentian pemerintahan rezim otoriter dengan rakyat sebagai pemrakarsa, kemudian pakta yang didirikan oleh partai politik, lalu pemberontakan terorganisir oleh kaum reformis, dan perang revolusi dalam pengaruh ideologi Marxisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama bila ditinjau keterkaitannya secara politis dalam aksi-aksi sosial telah memiliki pengaruh dan peranan yang signifikan, dalam perkembangannya sehingga menjelma dalam kesadaran masyarakat pada struktur yang khas  dan berkemampuan menjadi suplai model pemahaman sosial dan politik pada individu, pada bagian ini kita akan mencoba menelaah peranan agama dalam berkembangnya civil society.&lt;br /&gt;Atas dasar pengaruh agama secara fundamental terhadap cendikiawan muslim, yaitu berupa timbulnya kesadaran mengenai pandangan bahwa untuk merealisasikan aspirasi politisnya tidak harus melalui politik formal. Gerakan agama dalam masyarakat tidak hanya terbatas pada peranan agama sebagai landasan ideologi politik, kekuasaan negara ataupun penguasaan politik, akan tetapi ia juga berperan dalam pedoman moral masyarakat dan sumber semangat perwujudan keadilan sosial dalam civil society. Mengenai perihal civil society sendiri masyarakat Muslim telah memiliki konsep civil society jauh sebelum konsep civil society dicetuskan oleh kalangan ilmuwan politik Eropa, dalam bentuk yang senyatanya ketika Rasulullah SAW beserta para Khulafaur Rasyidin memimpin kekhalifahan di Madinah, bahkan istilah civil society sendiri dalam versi Indonesia menyerap istilah dari bahasa Arab yaitu masyarakat madinah yang kemudian lebih akrab kita kenal dengan istilah masyarakat madani.&lt;br /&gt;Kesadaran yang bersumber pada agama terhadap kehidupan sosial masyarakat menjadi akar semangat pergerakan yang memilih untuk berkecimpung di wilayah politik formal, maupun yang memilih untuk bergerak pada social empowerment. Gerakan ini merupakan cerminan bangkitnya kesadaran sosial dan kritik laten masyarakat pada pengaruh modernitas atas modernisasi yang berlaku pada masyarakat. Gerakan agama bisa menjelma menjadi gerakan reformis atau reaksioner. Hal ini disebabkan bila mereka berhasil atau gagal dalam menerjemahkan persoalan sosial politik serta memberi solusi sekaligus. Gerakan reaksioner yang timbul lebih merupakan dampak dari memonopoli klaim kebenaran. Bila kita mengkaji lebih dalam mengenai peranan agama dalam proses pembentukan civil society dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial politik, dalam proses socia empowerment, agama berkemampuan untuk membimbing dan menyiapkan masyarakat untuk lebih berani berpartisipasi politik, mewujudkan keadilan sosial, dan bangkit melawan penindasan terhadapnya selain itu agama mampu menguatkan dan menambah corak varian diskursus dialektis mengenai masyarakat madani dengan memahamkan hal yang esensinya mengarah pada keadilan sosial dan keterjaminan HAM, seperti dalam gagasan-gagasan mengenai etika kerja, persamaan hak, keadilan sosial, kemerdekaan dalam kesantunan dan kepatuhan perundangan-peraturan yang berlaku, dengan sumber internal kualitas hubungan transendental individu.&lt;br /&gt;Beberapa sumbangan penting dari pemikiran Islam sebagai agama yang mengakar dan dianut mayoritas masyarakat Indonesia dalam membangun civil society diantaranya, berupa (Muhammad AS Hikam) :&lt;br /&gt;1. Pemahaman secara mendalam permasalahan modernitas dan modernisasi sebagai dampak dari sekularisasi, ada tiga pemahaman mengenai sekularisasi antara lain sebagai pembedaan wilayah keagamaan dengan urusan yang profan sebagai ciri khas dari modernisasi. Dekadensi keyakinan akan Tuhan dan keimanan, lalu yang terakhir adalah memandang dan memperlakukan agama sebagai urusan pribadi.&lt;br /&gt;2. Merevitalisasi amal ibadah keagamaan praktis dalam masyarakat, sebagai penetral sekularisme yang mengesampingkan urusan agama secara tegas. Dengan kembali mewacanakan nilai-nilai keIslaman yang berkaitan dengan toleransi, perlindungan HAM, persamaan kedudukan, keadilan, sikap seimbang yang akan menopang diwujudkannya masyarakat madani dalam aktualisasi nilai-nilai tersebut.&lt;br /&gt;3. Partisipasi aktif para intelektual dan aktivis muda muslim dalam berkontribusi untuk memberdayakan masyarakat.&lt;br /&gt;4. Memperbesar porsi partisipasi umat Islam dalam civil society di tingkat global. &lt;br /&gt;Beralih pada pokok persoalan dengan cendikiawan sebagai sentra diskursus civil society. Cendikiawan memiliki peranan strategis sebagai konseptor strategi penguatan civil society dalam pembentukan social masyarakat  yang juga melakukan pendekatan transformatif .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-1337455795090347497?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/1337455795090347497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=1337455795090347497' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/1337455795090347497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/1337455795090347497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2007/05/civil-society.html' title='civil society'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-5250827731080582704</id><published>2007-05-30T17:39:00.000-07:00</published><updated>2007-11-18T17:06:28.149-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='political theory'/><title type='text'>teori pola hubungan negara dan masyarakat</title><content type='html'>Konsep pola hubungan Negara dan masyarakat secara tajam dikemukakan oleh Antonio Gramsci, ia berpendapat bahwa hubungan Negara dan masyarakat semata merupakan konsep hegemoni (yaitu metode penguasaan politik dengan kendali ideologi).&lt;br /&gt;Dalam pemahamannya, hubungan Negara dan rakyat berawal interaksi dialektis yang bersifat hegemonic dan dilakukan secara terus-menerus. Proses ini menimbulkan  konsekuensi pergiliran kemenangan hegemonic, yang di satu masa dapat berpihak kepada Negara, sedangkan di waktu lain dapat berpihak kepada masyarakat.&lt;br /&gt;John Locke mengemukakan prinsip penting bagi kekuasaan tertinggi atau Negara antara lain :&lt;br /&gt;Kekuasaan Negara adalah sebentuk kepercayaan rakyat kepada penguasa atau diistilahkan teori politik modern sebagai government by the consent of the people. Pada point ini rakyat merupakan sumber keabsahan kekuasaan tertinggi. Akan tetapi prinsip ini mengingkari pertanggungjawaban terhadap Tuhan, dan pertanggungjawaban diserahkan sepenuhnya kepada rakyat. Berlawanan dengan pendapat pemikir theology seperti St. Augustinus dan Thomas Aquinas. Locke menegaskan prinsip ini dalam koridor sifat-sifat sekuler. Sebagai akibat dari pengkultusan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, maka Negara memiliki kekuasaan terbatas, sedangkan rakyat selalu berhak menyuarakan gagasan dan aspirasinya. Bahkan Negara berkewajiban melaksanakan berbagai fungsinya semata hanya untuk memenuhi keinginan dan tujuan rakyat, dan Negara akan menyimpang dalam melaksanakan fungsinya bila tidak sesuai dengan keinginan rakyat. Rakyat memiliki kebebasan yang sangat besar dimana Negara tidak dibenarkan campur tangan pada urusan pribadi rakyat.&lt;br /&gt;Prinsip kedua yaitu mengenai kepercayaan dalam kompetisi kebajikkan. Locke yakin kekayaan material menjadi penyebab kompetisi utama rakyat. Bekerja keras merupakan cerminan kebahagiaan hidup dalam dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari persepektif Islam, teori hubungan Negara dan rakyat dirangkum  dalam hal-hal yang mencakupi hal-hal berikut di bawah ini, &lt;br /&gt;Hubungan umat dan penguasa &lt;br /&gt;Sistem kekhalifahan merupakan suatu kewajiban fundamental bagi kaum muslimin, bahkan menjadi kewajiban yang paling mulia. Dalam sistem ini, khalifah atau pemimpin hanyalah akan terlaksana dengan prosedur pemilihan yang dilakukan oleh umat, atas dasar aspirasi umat serta merepresentasikan kedaulatan umat, karena umat menjadi dasar legitimasi kekuasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Prinsip-prinsip dasar negara Islam yang ditegakkan antara lain :&lt;br /&gt;1. Keadilan &lt;br /&gt;Keadilan telah menjadi kewajiban kifayah atau kewajiban umum dan menjadi tujuan akhir didirikannya pemerintahan Islam. Perintah dalam menegakkan keadilan telah banyak tersebar dalam Alqur’an dan hadits nabi yang menerangkan arti penting tegaknya keadilan. (An-Nisa : 58). Keadilan harus senantiasa ditegakkan terutama bila menyikapi musuh (Al maidah :42). Pengertian adil sendiri mencakupi antara lain, bila kita menegakkan hukum Allah SWT, sesuai dengan syariat Islam persis seperti yang telah diwahyukan kepada rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Persamaan di hadapan hukum&lt;br /&gt;Keadilan memiliki makna meliputi keadilan dalam bermuammalah, keadilan dalam hukum, keadilan dalam keuangan, dan keadilan dalam hak-hak kemanusiaan. Secara epistemologi adil dapat diartikan sebagai persamaan dalam bermuamallah. Sedangkan persamaan yang dimaksud adalah persamaan di mata hukum seperti yang dikemukakan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq kepada Umar bin Khottob, secara subtantif Rasulullah sendiri menyampaikan apa itu hakikat kesamaan kedudukan di mata hukum, adalah hukum tidak mengenal status apapun, barangsiapa melanggar syariat dan hukum maka ia patut dan harus diadili serta diberi sanksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Keadilan dalam Pembangunan&lt;br /&gt;Hal ini merupakan keadilan dalam aspek sosio politik, keadilan seorang pemimpin, menentukan secara keseluruhan aspek kehidupan bernegara. Seorang pemimpin yang tidak lagi dipercaya oleh rakyatnya akan membawa krisis di aspek kehidupan yang lain. Karena krisis kepercayaan menimbulkan apriori dan apatisme rakyat sehingga mematikan dinamisasi kehidupan bernegara. Sehingga keadilan harus diberlakukan hingga menyentuh seluruh pranata kehidupan, untuk memotivasi tumbuhnya ketaatan dan rela berkorban dalam berjuang memakmurkan negara oleh rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Keadilan bagi kalangan minoritas&lt;br /&gt;Terhadap kalangan minoritas yang biasanya beraqidah selain Islam atau memiliki agama dan kepercayaan non-Islam pun, keadilan harus tetap ditegakkan. Sehingga mereka merasa terjamin dalam kehidupannya serta tidak ada bentuk paksaan apapun. Bahkan konsekuensi dari pelanggaran terhadap penegakkan keadilan terhadap golongan minoritas ini akan dikenai siksa di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem syuro&lt;br /&gt;Dasar kedua setelah keadilan dalam negara Islam adalah syuro, prinsip ini diwajibkan atas dasar untuk membangun rasa saling memahami, saling tukar pendapat dan pikiran antar kaum muslimin, ketika menyelesaiakan suatu permasalahan.&lt;br /&gt;Syuro berasal dari kata al-musyawarah yang berarti menjelaskan makna alternatif dari perintah Allah kepada rasul agar menyelesaikan permasalahan dengan syuro, agar setiap orang yang terlibat dalam syuro turut berpikir keras mencari alternatif penyelesaian permasalahan dengan sungguh-sungguh untuk merumuskan solusi terbaik dari pandangan masing-masing individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggung jawab pemimpin&lt;br /&gt;Seorang imam atau pemimpin Negara yang berpegang pada perintah Allah SWT, niscaya ia memimpin atas dasar keadilan, mematuhi segala hokum yang ada dan berkonsekuensi terhadap penegakkan hokum, dan senantiasa menjaga amanat dalam kepemimpinannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi dalam negara Islam&lt;br /&gt;Seorang imam wajib diberhentikan dari kedudukannya apabila ia telah menyimpang dari syariat Islam dan dari kaidah keimamahan. Dan revolusi menjadi boleh atau mubah hukumnya bila imam bukanlah orang yang mampu memenuhi kualifikasi sebagai seorang imam akan tetapi keberadaannya sebagai imam sulit untuk digoyahkan. Revolusi dengan perang dibolehkan bila mereka yang menegakkan kebenaran telah memenuhi jumlah sepasukan perang dalam perang Badar, atau sejumlah separuh dari pemimpin yang berlaku dzalim, atau berapapun jumlahnya demi mengangkat seorang imam yang berhak menyandang posisi sebagai imam. Sedangkan hukumnya menjadi wajib dikala kedzaliman dan kefasikan kian menjadi dan menimbulkan penderitaan umat.&lt;br /&gt;Akan tetapi bila menilik sejarah di masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib ada sebagian ulama yang memilih untuk bersabar dalam menghadapi rezim yang berlaku dzalim, mereka bersasal dari kaum ahli hadits dan ahlus sunnah. Menurut pendapat mereka sikap ini adalah cerminan pilihan sikap para sahabat rasul dalam menahan diri untuk melibatkan diri dari perang pada saat terjadi fitnah pada imam dan memilih bersikap netral. Sikap ini dipilih sebagai langkah untuk mengantisipasi pertumpahan darah, mencegah terjadinya fitnah, dan berhati-hati untuk tidak menyebabkan ketidakstabilan kondisi umat dan pelanggaraan terhadap hak-hak mereka, serta agar tidak terjadi keributan dan kekacauan yang berkepanjangan atau melibatkan umat secara lebih jauh dalam pertikaian antar saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat batas-batas ketaatan yang telah digariskan oleh Islam dalam bernegara, ketaatan terhadap imam hanyalah terbatas pada hal-hal yang ma’ruf saja, oleh karena itu umat wajib mengetahui program-program pemerintahan, dan kesesuaiannya dengan syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam dengan demokrasi memiliki kemiripan, bila definisi demokrasi adalah pemerintahan rakyat, melalui rakyat, dan untuk kepentingan rakyat, maka Islam telah mencakupi keseluruhannya, bahkan ada sisi-sisi kelebihan sistem negara Islam yang tidak dimiliki oleh sistem demokrasi. Melihat ruh Islam dan karakter hukum yang terdapat pada segala bentuk hukum Islam dimana hukum-hukum tersebut langsung berasal dari Allah SWT yang berasal dari Alqur’an, dan hadits, lalu ijma umatg, atau hasil ijtihad. Hal ini merupakan cerminan dari keistimewaan umat bagi Islam dimana aspirasi umat sangat dihargai dalam Islam, meski harus tetap berpedoman pada Alqur’an dan Alhadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori hubungan negara dan masyarakat kontemporer dapat ditemui dari beberapa teori dibawah ini antara lain  :&lt;br /&gt;Teori Marxis&lt;br /&gt;Hegemoni kelas borjuasi terhadap kaum proletariat menimbulkan kondisi keterasingan kaum proletar di lingkungannya sendiri. Sehingga tidak ada alternatif lain selain melawan dengan kekerasan dan melakukan revolusi, untuk menyetarakan status sosial dalam masyarakat dan menghapus kelas sosial yang berlaku, segala bentuk penguasaan alat produksi yang berada di tangan kaum kapitalis, harus direbut. Langkah ini merupakan reaksi masyarakat terhadap kondisi yang dialaminya ketika negara dengan peranan kaum kapitalis yang memiliki akses yang mudah pada negara, sehingga dengan memanfaatkan kekuasaan negara kaum kapitalis melakukan berbagai tindakan eksploitatif terhadap kaum proletar demi keuntungan materi pribadi mereka, sehingga lama kelamaan negara bertransformasi menjadi alat penindas rakyat. &lt;br /&gt;Negara dalam pemikiran Marx telah menjelma dalam rupa monster yang menyebar teror terhadap rakyatnya sendiri, senada dengan pendapat Hobbes, negara sebagai Leviathan, yaitu monster jahat yang buas, sehingga dapat kita simpulkan dalam pemikiran Marx konsep hubungan negara dengan masyarakat adalah negara yang koersif, kejam, penindas, sewenang-wenang, menginjak-injak HAM, dan segala hal perikemanusiaan dalam memperlakukan rakyatnya.&lt;br /&gt;Teori pola hubungan negara dan masyarakat bila dilihat dari perspektif paham kemajemukkan &lt;br /&gt;Menurut paham ini, fungsi negara adalah untuk memenuhi kebutuhan rakyat, dalam faham ini dimana titik perhatiannya adalah pluralitas yang ada dalam masyarakat, maka dapat dikatakan tidak ada kaum yang dominan, semua sejajar, baik dalam penyelesaian permasalahan antar kaum acapkali dilakukan upaya-upaya kompromi, tawar-menawar, pembentukan koalisi, pertukaran terbatas dan pertukaran umum, dan negara berfungsi sebagai fasilitator.&lt;br /&gt;Masyarakat dengan asumsi mereka telah membayar pajak yang digunakan untuk proses kegiatan pemerintahan maka berhak melakukan pengawasan secara langsung terhadap jalannya pekerjaan pemerintahan untuk melayani kepentingan dan kebutuhan publik, dalam paham ini ditangkap beberapa point penting antara lain mengenai kemajemukan dimana masing-masing varian kepentingan dengan landasan SARA ataupun alasan lain yang melandasi sekelompok manusia berhimpun atas dasar suatu persamaan, menciptakan seuatu atmosfer yang dipenuhi semangat partisipasi politik tiap kelompok, sehingga justru posisi negara sebagai pembuat kebijakkan terancam terdiskreditkan dengan desakan berbagai kepentingan yang bila tidak dapat terakomodir dengan baik akan menimbulkan berbagai manuver yang menyebabkan chaos. Akan tetapi dengan kondisi di mana seluruh elemen masyarakat mempercayakan pemrograman akomodasi segala kepentingan dan kebutuhan dengan adil pada negara, sebenarnya dapat dikatakan peran negara sangat dominan. Dari faham ini negara dicita-citakan sebagai sarana mencapai kesejahteraan hidup, dimana kepemimpinan berada di tangan banyak elemen yang bervariasi atau berada pada banyak perwakilan sehingga tidak terjadi kesenjangan kelas sosial, dan diupayakannya secara serius terciptanya kelas menengah untuk mereduksikan kecenderungan terjadinya konflik yang sangat besar.&lt;br /&gt;Dalam pengertian masyarakat madani, pola hubungan masyarakat dengan negara, sangat menjunjung eksplorasi potensi dan aspirasi masyarakat, sehingga akses rakyat kepada negara tidak terdiskreditkan seperti pada teori Marx, selain itu para negarawan yang menduduki jabatan politis dan menjadi pemerintah secara apresiatif terbuka dalam menerima segala bentuk aspirasi dan mampu mengolah berbagai kepentingan yang ditonjolkan lalu mereka akan dengan segera memutuskan dan mengambil beberapa langkah konkret untuk merealisasikan kepentingan-kepentingan tersebut yang terformulasi dalam program-program pemerintahan sehingga kemudian tercipta dan terakomodirnya kebutuhan masyarakat secara adil dan bijaksana.&lt;br /&gt;Di sini terdapat juga sesuatu dengan istilah elit kekuasaan dan merupakan kritik yang dikemukakan oleh Mills kepada kaum pluralis, &lt;br /&gt;menurut Hunter elit kekuasaan yang difahaminya, yaitu negara digerakkan oleh kalangan tertentu, kekuasaan ini berasal dari hal yang sifatnya didasarkan kepada rasa hormat dan pengaruh informal pada sekelompok kecil yang memiliki keunggulan dan kualitas SDM dan menjadi bagian terbaik dari masyarakat, merekalah kaum elit yang mampu meraih sumber-sumber kekuasaan. Kaum elit ini dengan kualitas superior mereka, justru semakin memperlebar kelas sosial yang telah ada, dan memarginalisasi kelompok lain, terutama mereka yang tidak mampu berkontribusi di kancah perpolitikan dalam skala besar, mereka adalah kaum minoritas yang secara tidak sengaja tersisih dan terdiskreditkan keberadaannya karena tidak memiliki kecakapan dalam memimpin atau menjalankan kontrol politik. Menurut Michels dalam konsep fikiran masyarakat menurutnya, mayoritas manusia berwatak apatis, malas dan berjiwa budak, serta senantiasa tak mampu memaksa dirinya sendiri, dengan kondisi demikian akan memudahkan kaum elit mengambil berbagai keuntungan politis, demi menjaga keberlanjutan kekuasaannya, dengan mudah mereka menggunakan metode pembodohan yang efektif semacam pidato persuasif, yang bermain di wilayah sentimentil.  Terdapat dua tipe kaum elit, yaitu mereka yang memimpin dengan kelicikan dan mereka yang memimpin dengan cara yang memaksa, kesemuanya tidak ada yang bersifat positif. Jika suatu masa elit yang sedang berkuasa kehilangan kemampuan menjalankan fungsi pelayanan terhadap masyarakat posisinya akan diambil alih oleh kekuatan sosial lain yang juga elit, sehingga dalam dinamika kehidupan bernegara kaum pluralis memandang bahwa perubahan adalah hal yang tidak dapat dielakkan. &lt;br /&gt;Teori organis yang dikemukakan oleh Hegel&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-5250827731080582704?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/5250827731080582704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=5250827731080582704' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/5250827731080582704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/5250827731080582704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2007/05/teori-pola-hubungan-negara-dan.html' title='teori pola hubungan negara dan masyarakat'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-2531420055088637802</id><published>2007-05-30T17:37:00.000-07:00</published><updated>2007-11-18T17:05:53.289-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='political theory'/><title type='text'>newleftish</title><content type='html'>Newleft telah menjelma sebagai gaya pemikiran kiri baru di abad 20 yang secara umum memiliki ciri yang hampir serupa dengan gerakan kiri pada umumnya. Menurut beberapa sarjana Kazuo Shimogaki kiri berarti kelompok anarkis, komunis, radikal, sosialis, reformis, progresif atau liberal. Sedangkan kaum sejarawan). &lt;br /&gt;Awal lahirnya teori kritis merupakan teori yang dicetuskan oleh sekelompok filsuf Jerman yang terkenal dengan sebutan „Mazhab Frankfurt“, mereka terdiri dari orang-orang yang telah merumuskan dan menerangkan sudut esensial dari teori kritis seperti Horkheimer, Adorno, dan Marcuse, Habermas, dan Wellmer.Mereka (kaum ini) terdiri dari pemuda yang menjadi anak dari kaum yang mengalami langsung peperangan sehingga proses dari pasca perang hingga kebangkitan dan penguatan kondisi negara mulai memuncak secara signifikan, terlebih di Amerika Serikat sehingga dijuluki the affluent society (masyarakat makmur). &lt;br /&gt;Ada pihak yang menyebut bahwa keberadaan mazhab Frankfurt sebagai fenomena yang kompleks yang dilatarbelakangi oleh kemenangan revolusi Bolsevik dan menimbulkan kebangkitan para kaum kiri Jerman untuk  mengkaji keberlanjutan paham Marxis agar terus dapat diterima secara relevan dan sesuai dengan berbagai perkembangan sosial masyarakat. Kaum aliran Frankfurt ini juga dinilai sebagai kebangkitan pemikiran Hegelian kiri (leftism Hegelian) yang menitikberatkan kepada ilmu sosial seperti sosiologi, ekonomi, musikologi, psikologi, ilmu politik. Namun fokus perhatian mereka adalah model dan metode dialektika Hegelian. Beberapa fase yang menunjukkan perkembangan aliran Frankfurt secara historis dikisahkan sejak fase pembentukkan yaitu fase dalam apa mazhab Frankfurt pada tahun 1923-1933 ketika kajian dan riset oleh Gurnberg yang mengarahkan kajian-kajian fenomena sosial dengan pendekatan yang berorientasi empiris dengan ilmu ekonomi dan sejarah sebagai faktor riset yang signifikan. Fase selanjutnya adalah ketika terjadi pengungsia para penggagas teori kritis Neo-Hegelian yang menjadi cikal bakal lembaga penelitian Frankfurt dengan Horkheimer sebagai direkturnya. Horkheimer merintis kajian program multidisipliner dan mengubah orientasi epistemologis aliran dari ekonomis-historis gaya Grunberg menjadi orientasi filosofis. Transformasi tendensi pendekatan yang digunakan ini diperkuat oleh tokoh seperti Herbert Marcuse, dan Theodore Adorno. Di masa inilah Frankfurt melakukan elaborasi dan pengembangan pendekatan teori dengan cara yang sistematis. Lalu tiba pada fase puncak di mana karya orang-orang ini menginspirasi lahirnya aliran Newleft di Amerika. Dan pengaruh dari faham kiri ini lambat laun mengalami pengikisan terlebih setelah Adorno meninggal, meski begitu tampil tokoh yang mampu meraih kembali kejayaan yang telah diraih ia adalah Jurgen Habermas.&lt;br /&gt;Teori kritis Habermas ditujukan pada kaum positivis, Habermas berpendapat bahwa positivisme didirikan dengan fondasi kefahaman yang tidak bebas nilai-„value free“ atau netralitas, meski kenyataan sekarang menunjukkan bahwa positivisme mampu mengembangkan IPTEK. Ia mengkritik sikap kaum positivisme yang menafikan pembebasan manusia yang tidak dapat diidentikan dengan kebaikan nuraninya bahkan sebaliknya, selain itu menurut pendapatnya, IPTEK yang berkembang pesat dan didukung oleh positivisme ternyata menyokong penciptaan masyarakat industri yang kaku dan telah menjadi proyek „pe-robot-an manusia“, manusia jauh dari watak aslinya dan kehilangan kemanusiaannya atau diistilahkan dengan dehumanisasi, hal ini menurut Habermas bersumber pada perlakuan kaum positivisme terhadap akal budi yang hanya ditempatkan sebagai „alat“ atau instrumen, alak kekuasaan dan penindasan yang lambat laun dengan pasti mengikis fungsi aslinya sebagai pembawa peran pembebas, aspek terpenting dari eksplorasi strategis dan produsen dari nilai-nilai humanisme. Selain itu pendapat Habermas lainnya yaitu mengenai dualisme dan pemisahan fakta  dari keputusan yang diambil yang kelak menimbulkan kefahaman akan kaitan ilmu pengetahuan hanya sebatas ilmu empiris saja dan mengesampingkan ilmu non empiris.&lt;br /&gt;Berbeda lagi dengan kritik yang dilontarkan Horkheimer kepada kaum yang sama mengenai faham positivisme-empirisme, Horkheimer merasa bahwa modernitas yang telah dibangun dalam peradabanindustrial hanya menjelma sebagai perusak radikal kehidupan yang harmonis dalam kehangatan sosial. Secara lebih ringkasmenurut Ahmad Suhelmi, kritik terhadap positivisme yang dilontarkan Horkheimer antara lain :&lt;br /&gt;1. Positivisme sebagai pendekatan yang salah dalam ilmu sosial dan tidak pantas diaplikasikan, sehingga tidak mampu membantu memahami konsep secara teoretis untuk memahami fenomena dan kehidupan sosial.&lt;br /&gt;2. Positivisme hanya memperdalam fenomena yang terlihat dari luar dan tidak berusaha menggali lebih dalam, mengesahkan tatanan sosial yang telah ada, pesimis terhadap berbagai bentuk kemungkinan perubahan dan hanya meyakini ketenangan politik.&lt;br /&gt;3. Positivisme memiliki kedekatan hubungan dengan dominasi teknokratis yang relatif masih baru dalam kemunculannya.&lt;br /&gt;Generasi muda Marx atau Newleft atau disebut juga aliran kiri baru, adalah gerakan yang tertarik pada manusia yang hidup dalam kemelaratan dan ketertindasan yang bermula dan terkondisikan oleh sistem kapitalisme yang berlaku. Masalah-masalah yang menjadi tonggak pergerakannya adalah masalah kemanusiaan, hakikat kemanusiaan yang telah sekarat oleh perkembangan zaman yang kian mekanistik dan bergantung pada industri, secara signifikan kondisi ini menurut Varma telah mengalienasi kehidupan manusia sehingga dengan kemelaratan inilah muncul kaum pembela dan emansipator hak hidup dengan kondisi sosial yang mapan untuk rakyat, terutama pada hal konflik dan polarisasi kelas sosial. Paradigma Marxis yang telah mengakar ini menguatkan keharusan untuk kaumnya agar memiliki kekuatan secara intelektual, yang dimaksudkan untuk mengatasi paham liberal secara teoritis, dalam kapitalisme yang ditentang oleh Marxis muda ini, kaum borjuasi adalah kelas universal dan negara harus melayani kebutuhan dan segala kepentingan mereka&lt;br /&gt;Generasi ini disebut kiri baru karena memang agen-agen yang bergerak adalah generasi muda, mereka memberontak pada mereka yang merupakan generasi orang tua mereka, salah satu bentuk pemberontakan mereka adalah penolakan terhadap hegemoni orang tua dan klaim sepihak bahwa seorang anak seharusnya selalu patuh dan hormat terhadap orang tua mereka, mereka menamai klaim yang dikonkretkan oleh para orang tua ini sebagai „perbudakan institusional“. Mereka  mereka secara sadar benar-benar menolak otoritas orang tua yang bersifat desploitatif, menindas, dan serupa dengan perbudakan yang dilembagakan dan otoritas ini mereka rasakan dilakukan orang tua mereka terhadap mereka secara sadar. &lt;br /&gt;Selain itu mereka melakukan berbagai bentuk perlawanan kepada pemerintah dan pihak-pihak kapitalis, dan modernisme yang mereka fikir dan memang dalam kenyataannya telah menimbulkan semacam distorsi kemanusiaan yang dengan telak menjelma dalam berbagai penindasan. Penindasan ini hadir dan berasal dari cikal bakal segala tindakan yaitu hati manusia yang telah terkotori keduniawian, dengan modernitas, materialisme dan kapitalisme manusia telah menjadi egois, dengan sendirinya telah menjelma menjadi mesin pencetak uang, mereka telah buta dan mentransformasikan seluruh tujuan hidup semata hanya untuk materi, kehilangan hati nurani, emosional, dengan mudah melakukan kejahatan atau pun makar untuk merusak keharmonisan dalam kehidupan sosial yang telah dibangun demi kepentingan pribadi semata atau karena rencana jahatnya tak dapat terealisasikan ia akan dengan mudah menyingkirkan berbagai pihak yang dianggap mampu menghalangi dengan pembantaian terselubung sekalipun, misal seperti yang terjadi di Indonesia, konspirasi antara kaum kapitalis dengan pemerintah sehingga buruh yang jumlahnya jutaan di seluruh Indonesia ini terpenggal seluruh haknya dan hanya diperlakukan sebagai mesin pekerja tanpa pemenuhan hak yang memadai, bahkan segala isi undang-undang hanya menguntungkan kaum investor dan pengusaha semata. &lt;br /&gt;Kapitalisme ternyata mendapat dukungan dari kaum Protestan di masa awal kebangkitannya, dimana kerja merupakan peribadatan bagi mereka, sehingga kaum Protestan memang di saat ini cukup signifikan dan menempati berbagai pusat „mesin“ kapital yang memang mereka dirikan sendiri, doktrin agama telah membuat mereka sangat giat dan gigih dalam bekerja. Dengan prinsip etika kerja yang mereka anut, dan rasionalitas yang ternyata suatu saat nanti telah menghancurkan kehangatan sosial, kehidupan komunialisme dan kolektivisme dengan semangat hanya untuk mengejar dan meraih keuntungan material saja. Di sisi lain hal ini menimbulkan skeptisisme tertentu terhadap religi dan menimbulkan kehausan spiritual yang menjadi pada kaum muda, dan mereka memilih berbagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan itu semacam dengan yoga, bergabung pada zen Budhisme bahkan beberapa bentuk mistisisme. Hal ini berefek pada penempatan intuisi dan pengagungannya yang diletakkan jauh di atas kemampuan nalar rasional sebagai bentuk penolakkan.&lt;br /&gt;Dengan pertumbuhan teknologi yang kian pesat terjadilah dampak buruk lagi bagi kehidupan manusia, dimana generasi muda kiri ini memandang hal ini dari titik ekstri, mereka berasumsi dampak yang dibawa akan tidak hanya merusak kehidupan manusia tetapi lebih dari itu ia akan memutus daur hidup manusia dan eksistensinya sebagai mahluk di bumi ini. Dari sinilah pilihan untuk hidup dengan berbagai kealamian yang dianut oleh newleft berawal, mereka mengagungkan untuk hidup secara alami dalam bentuk apapun, sedekat-dekatnya dengan alam, sealami-alaminya, dan pergi jauh dari pengkultusan rasio, artifisial mekanis, teknologi, modernitas dan sisi lain, menekankan pendahuluan letak intuisi emosi di atas segalanya karena bagi mereka disinilah letak nurani yang baik sebagai sumber tingkahlaku yang mereka anggap baik. &lt;br /&gt;Hal di atas menjadi awal mula gaya hidup yang dinamakan „hippies“, kaum hippies hidup dengan gaya hidup komunal, meyakininya sebagai pilihan terbaik, dengan begitu menurut mereka, mereka akan memperoleh kehangatan sosial dalam kebersamaan yang tidak mereka peroleh di zaman itu, mereka benar-benar menjauhi kehidupan modern yang telah menjangkit struktur masyarakat modern kala itu, dimana memang kenyataannya jarang ditemui kehidupan sosial yang harmonis. Mereka sangat gandrung dengan musik yang benar-benar keras seperti rock underground, mungkin sekarang seperti aliran musik alternatif yang banyak disukai anak muda, mereka hidup di pantai-pantai, di hutan, mendirikan rumah pohon di pohon  yang tinggi, bahkan mereka jika menurut penulis pribadi sangat tidak beradab, mereka hidup tanpa busana, tapi mungkin sangat minim dan seadanya, melakukan freesex, dan semua itu mereka anggap sebagai bentuk perlawanan kultural atas nilai-nilai budaya yang telah mapan dan merupakan derivat dari pelembagaan perbudakan yang dilakukan kaum orang tua dengan berbagai aturan konvensional yang mereka anggap menyesakkan, namun memang masih sangat mengagungkan nilai adab yang baik. Lirik lagu mereka memuat berbagai inti prinsip hidup anti kemapanan, karena mereka berasumsi dinamisasi kehidupan manusia dan manusia itu sendiri sangat terkekang oleh kemapanan yang sudah ada dan dibentuk.&lt;br /&gt;Di Amerika sendiri kebangkitan newleft erat hubungannya dengan peran pemerintah yang anti komunis. Dalam upaya menangkis eksistensi komunis (waktu itu Rusia), Amerika melaksanakan kebijakan luar negeri militeristik, pemerintah memobilisasi kaum muda untuk dididik militer dan diberangkatkan dalam berbagai perang melawan komunis, sedangkan kebijakkan ini menuai kegagalan, ratusan ribu generasi muda mati sia-sia dalam perang, hal ini meninggalkan trauma psiko historis yang sangat melukai diri tiap kaum muda dan menimbulkan perlawanan nantinya. Dan gerakan newleft dengan landasan historis demikian sangat didukung oleh publik dalam melawan pemerintah.&lt;br /&gt;Terlebih ketika Presiden Kennedy mengingkari kepercayaan rakyat dengan program perdamaiannya, dengan invasi ke teluk babi (Bay of Pig).&lt;br /&gt;New left memasuki dua fase di sini, pertama fase persaudaraan populis dengan kecenderungan idealistik untuk membangun tradisi Amerika egalitarian, menolak keras ideologi approach pada persoalan politik, merumuskan strategi yang bersifat lokal untuk membela kaum minoritas seperti kaum negro Amerika. Kedua, fase perubahan diri menjadi gerakan yang mengingkari nilai-nilai persaudaraan, dogmatis, menolak demokrasi partisipatoris, dan newleft menganut prinsip elite vanguard, berorientasi pada aksi anarkis dan menjauhi semangat saling mencintai, di sinilah cikal bakal lahir dan berkembangnya faham Leninisme.&lt;br /&gt;Newleft merupakan salah satu varian pemikiran kiri yang juga menuntut perubahan tatanan sosial politik, disamping tradisi pembelaan terhadap hak demokratisasi ekonomi rakyat yang tak kunjung terealisasi. Ia juga diasosiasikan dengan gerakan pelaku pembangkangan anarkis, individualistik, spiritualistik dan mistik yang tidak lain adalah cara atau metode mereka dalam meraih cita-cita dan mewujudkan revolusi atau sebagai cara mereka berkomunikasi dengan publik yang kesemuanya ditunjukkan oleh mereka kepada otoritas negara yang tiran. Hal ini disebabkan oleh tingkah laku politik penguasa yang merugikan dan menindas rakyat dengan berbagai tuntutan seperti likuidasi kekuasaan yang terlembagakan, kepentingan-kepentingan politik yang jauh dari pengakomodasian kebutuhan rakyat secara umum, dan penghapusan kelas sosial, karena paham newleft ini berakar secara intelektual pada paham Marxis, dengan begitu juga generasi newleft selalu berkecenderungan untuk menunjukkan bahwa ia berada di pihak dan akan selalu mendukung kaum buruh/ kelas pekerja. Gerakan anak muda ini sangat membentuk kadernya agar menjadi sangat rasionalistis dan ideologis, mereka sangat optimis dengan kebaikan alami manusia sebagai systematic mind.&lt;br /&gt;Newleft adalah gerakan yang populer akan tetapi belum didapati kejelasan dalam strukturnya, bersifat sporadis singkatnya newleft memang unwell organized. Kaum ini memiliki beberapa doktrin atau semacam suatu ajaran fundamental, antara lain :&lt;br /&gt;1. Anti militerisme yang kokoh dan kuat. Mereka memiliki prinsip bahwa militer dengan berbagai derivatnya adalah suatu yang mutlak harus dilawan dan dihancurkan, karena ia bertentangan dengan demokrasi secara prinsipil, dengan menyepakati metode-metode penekanan fisik maupun psikis terhadap publik agar tidak ada aspirasi yang bersifat subversif, oposan, lawan, menghalangi niatan pribadi penguasa dan tentu sangat tidak dikehendaki penguasa muncul kepermukaan, kaum ini lebih menghendaki dirinya membawa sifat egalitarianisme, perjuangan anti kekerasan, kebebasan dan kemerdekaan individu.&lt;br /&gt;2. Anarkisme, doktrin ini menggerakkan kaumnya sehingga menolak segala bentuk otoritas  politik dan meyakini bahwasanya tatanan sosial dapat dibentuk tanpa otoritas politik. Anarkhisme menolak unsur dasar yang membentuk negara seperti batas-batas teritorial negara, kedaulatan negara yang mengatur seluruh warganya, memonopoli  negara dengan seluruh alat-alat ko-ersi beserta, mereka juga menolak hak kepemilikan pribadi jika dirasa hanya akan menimbulkan ketimpangan sosial dalam kehidupan masyarakat. &lt;br /&gt;3. Bentuk penolakan lainnya adalah penolakan terhadap konsep diktator proletariat Stalinis, dan birokrasi negara yang melakukan penindasan terhadap individu atas nama kepentingan mayoritas (proletariat).&lt;br /&gt;4. menentang setiap upaya pembentukan sistem. Bagi Newleft, suatu sistem hanya mematikan kebebasan, pengekangan kreatifitas dan menghilangkan keunikan yang ada pada setiap individu. Newleft jelas menolak teori sistem karena baginya sistem hanya memberikan justifikasi akademis bagi struktur kekuasaan penindas yang telah mapan.&lt;br /&gt;5. Neweft telah menolak determinisme realistik Marxisme dan terobsesi pada demokrasi partisipatoris yang akomodatif terhadap aspirasi kelompok minoritas dalam suatu kehidupan negara.&lt;br /&gt;6. Optimisme psikologi neo-freudianisme dan cita-cita progresif komunitas. Prinsip ini adalah bagian dari bentuk reaksi dan kritik kepada old left yang cenderung memilih bersikap pesimis terhadap masa depan, dengan terus menyimpan perasaan bersalah dan benci pada diri sendiri, terus diliputi perasaan letih melawan arus kehidupan dan terbelenggu idealisme yang abstrak.&lt;br /&gt;7. Memiliki besarnya kecenderungan sikap  anti terhadap teknologi modern. Newleft menilai teknologi sebagai pihak yang bersalah dan menjadi penyebab lenyapnya sisi humanisme pada tiap individu dan menggesernya dengan logika teknologi yang serba kaku dan mekanis.&lt;br /&gt;   . Bagi mereka teori kritis memiliki sudut esensial tertentu antara lain :&lt;br /&gt;1. Teori kritis memiliki landasan atau pijakan khusus pedoman tingkahlaku dan tindakan manusia  seperti :&lt;br /&gt;a) Teori yang dibanngun dimaksudkan untuk dapat menerangkan kepada para orang yang menggunakannya mengenai dalam hal apa yang telah ditetapkan untuk mereka untuk menegaskan kepentingan apa yang mereka bawa.&lt;br /&gt;b) Teori kritis berupa suatu pembebas atau dinamakan dengan emansipator, dari tindakan manusia yang sadar namun menimbulkan frustasi pada diri sendiri dan pembebanan yang melelahkannya.&lt;br /&gt;2. Teori kritis memiliki kandungan kognitif atau teori yang berupa ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;3. secara epistimologism dalam hal cara esensial teori ini memiliki perbedaan dengan ilmu alam. Dimana teori ini bersifat reflektif sedangkan ilmu alam bersifat objektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEORI KRITIS&lt;br /&gt;1. Struktur Kognitif&lt;br /&gt;Perbedaan teori kritis dengan teori ilmiah akan terlihat dalam garis tegas tiga dimensi penting antara lain :&lt;br /&gt;1. Perbedaan maksud dan tujuan sehingga bersifat aplikatif bila dilihat dari penggunaannya, teori ilmiah adalah teori yang memiliki “kegunaan yang menolong” atau instrumental use, sehingga dapat digunakan bagi agen yang menguasainya sehingga ia dapat mengatasi lingkungan yang bermasalah, berbeda lagi dengan teori kritis, teori ini bersifat “emansipator”, ia  membebaskan dan membawa pencerahan bagi yang menggunakannya sehingga mampu membawa penggunanya kepada kesadaran untuk meletakkan dan menarik ketidakbenaran dengan kebenaran.&lt;br /&gt;2. Teori kritis memiliki struktur kognitif atau struktur logis sebagai reflektif yaitu ia akan menjadi refleksi atau referensi sendiri, sebuah teori kritis adalah dirinya sendiri, ia menjadi objek utama dalam yang dideskripsikannya sedangkan teori ilmiah berbeda dalam hal struktur logis atau kognitifnya, ia merupakan teori yang bersifat objektif.&lt;br /&gt;3. Kedua teori ini memiliki perbedaan jelas dalam hal fakta-fakta yang relevan untuk menentukan apakah sesuatu dapat diterima secara kognitif atau tidak. Teori ilmiah menuntut konfirmasi empiris (empirical confirmation) melalui observasi (pengamatan) dan eksperimen (percobaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya teori kritis telah menjadi instrumen agen-agen untuk mengurangi penderitaan yang dialami mereka dalam masyarakat ketika mereka merasa menderita akibat tingkah laku politik suatu lembaga atau susunan sosial tertentu atau juga sebagai alat yang difungsikan untuk menemukan sumber frustasi para agen, dalam keadaan sadar (mengetahui penyebab penderitaan yang ia rasakan) dan tidak sadar (tidak mengenali penyebab penderitaan yang ia rasakan). Atau meski para agen merasa puas dalam arti sebenarnya hanya saja tindakan-tindakan mereka menunjukkan adanya bentuk-bentuk kekecewaan secara tidak disadarinya. Pola terakhir adalah para agen merasa puas sebenarnya, akan tetapi terdapat upaya-upaya mencegah pada proses pengembangan yang ia kehendaki atau keinginan pribadi untuk kepuasan tertentu dalam kerangka tatanan sosial. Teori kritis memiliki fungsi sebagai emansipator, kesadaran ideologis agen-agen untuk mewujudkan suatu pencerahan, sehingga para agen dituntut untuk bebas dari segala wujud keinginan, kebutuhan dan kepentingan pribadi agar mampu mencapai kritisisme internal yang hanya mampu teramu dalam pandangan mengenai hidup yang baik, pengertian kebebasan, dan kenyataan yang ditanamkan dalam kesadaran ideologi.&lt;br /&gt;Teori kritis juga dimaksudkan untuk membebaskan khayalan ideologis dan pemaksaan, dan berbagai “candu” sosial (social opiates), atau dengan mudah diartikan sebagai mereka yang disisihkan dari masyarakat, oleh kepercayaan legitimasi, legitimasi penindasan dan penyiksaan melalui pembatasan kesadaran dan rangkaian cara atau metode pemuasan diri yang tidak dapat dibenarkan atau diterima oleh kalangan bebas yang justru akan membawa ancaman pembelengguan kebebasan.&lt;br /&gt;Dalam pengertian politik, teori kritis yang menjelma dalam suatu kesadaran palsu atau ideologi yang mampu menjadi titik tolak pergerakan yang menyimpang dan destruktif. Sebagai langkah antisipatif para agen dalam menghadapi situasi perubahan yang ideal. Beberapa kritik yang dikemukakan teori kritis dan ditujukan kepada serangkaian kepercayaan atau gambaran ideologi pada level global antara lain menurut Raymond Geuss :&lt;br /&gt;1. Agen-agen yang berada dalam masyarakat memiliki unit prinsip epistemik dimana terdapat suatu ketetapan-ketetapan dalam kepercayaan yang menjadi sumber legitimasi dapat diterima bila para agen dalam kondisi tanpa tekanan dan frustrasi akibat pemaksaan dalam diskursus yang berangkat dari keinginan pribadinya.&lt;br /&gt;2. Hanya ada satu alasan bagi para agen untuk tidak menolak lembaga sosial yang melakukan aksi-aksi penindasan yaitu para agen berfikir bahwa lembaga-lembaga sosial tersebut dilegitimasi oleh serangkaian kepercayaan yang berakar pada paradigma mereka.&lt;br /&gt;3. Kepercayaan yang ada tersebut telah mereka peroleh dalam proses-proses anarkis.&lt;br /&gt;Secara implisit mereka memaklumatkan bahwa mereka menolak bermacam bentuk kepercayaan secara reflektif, dan tidak turut mengakui keabsahan berbagai lembaga sosial yang menindas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-2531420055088637802?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/2531420055088637802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=2531420055088637802' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/2531420055088637802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/2531420055088637802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2007/05/terminology-state-and-society.html' title='newleftish'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-4240340739287890829</id><published>2007-05-30T17:35:00.000-07:00</published><updated>2007-11-18T17:05:16.895-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='political theory'/><title type='text'>behavioralism</title><content type='html'>Paham ini menitikberatkan perhatian pada tindakan politik individu yang menonjolkan sejauh mana peranan pengetahuan politik seseorang sehingga terpengaruh pada perilaku politiknya. Penggagas teori ini adalah seorang filsuf skeptik David Hume, William James, Charles S. Pierre, dengan pragmatismenya dan John Dewey, David Easton&lt;br /&gt;Kaum ini menitikberatkan perhatiannya pada tindakan publik yang benar, teori mereka berakar pada teori proses belajar masyarakat, tentang bagaimana cara belajar masyarakat melalui pengalaman trial&amp;error. Mereka menghindari hal-hal spekulatif, dan analisa rasionalistis para filosof politik, sehingga tidak meyakini perspektif metafisika dan hal-hal yang berbau intuitif, mereka mengutamakan bukti-bukti empiris yang berupa tingkah laku politik manusia, hal yang berdasarakan penelitian dan observasi, serta memiliki ketertarikan pada filsafat ilmu dan menguatkan metode-metode ilmiah.&lt;br /&gt;Kaum behavioralis berusaha menjelaskan tingkahlaku manusia dalam kegiatan politik, upaya mereka mengenali kebutuhan dan bagaimana mereka memenuhi kebutuhan itu dengan usaha memperoleh kebahagiaan setinggi-tingginya dengan menekan penderitaan seminimal mungkin adalah penting mencoba memahami dan mengetahui kemunculan pola perilaku politik manusia, yang memiliki pengaruh pokok terhadap tindkah lakku adalah perubahan perekonomian.&lt;br /&gt;Teori sistem umum dipercaya juga sebagai akar dari kemunculan teori behavioralis, teori ini mengatakan bahwa motivasi utama tindakan atau perilaku politik manusia adalah hasrat untuk melipatgandakan kemanfaatan akan sesuatu yang bernilai. Contoh dalam sistem ekonomi variabel yang bernilai tersebut adalah uang, dalam politik, dengan pengertian sepadan variabel yang dimaksud adalah kekuasaan, dalam ideologi variabel itu adalah keyakinan manusia. Dalam model kegunaan di bidang politik misalnya kita umpamakan di masa-masa pemilihan umum yang bertepatan dengan kondisi perekonomian negara yang saat itu sedang dilanda inflasi tinggi (inflasi adalah input), masyarakat sebagai pihak yang paling merasakan dampaknya menginginkan stabilitas perekonomian sebagai faktor yang sangat berpengaruh pada  kualitas hidup mereka (tuntutan), mereka memiliki „harga“ sebagai pemilih dalam pemilu tersebut, barangsiapa yang dipilih dan memiliki format kebijakan yang mampu menanggulangi permasalahan inflasi itu efektif, dialah yang penguasa yang berhasil mengurangi satu sumber permasalahan bahkan keberhasilan ini akan menyerap suara dengan   kebijaksanaan pemerintadan melipatgandakan dukungan dari masyarakat, selama pemerintahannya (output). itulah mengapa dikatakan bahwa kebijakan pemerintah terdiri dari relasi antar input, tuntutan dan output.&lt;br /&gt;Dalam model psikologi kita berbicara permasalahan dorongan atau motivasi dan tanggapan. Dengan point penting semacam identitas, harga diri, ketidak pastian, daya untuk menjalani proses belajar, courage dalam pengambilan keputusan dan resiko, decision making (pembuatan keputusan). &lt;br /&gt;Sistem politik diartikan sebagai interelasi yang berkesinambungan antara rakyat dan penguasa. Sedangkan general system approach (pendekatan sistem umum) menurut David Easton adalah seluruh penelitian ilmiah berikut argumentnya dengan pembenaran canggih, yang pada akhirnya memiliki korelasi dengan sistem-sistem tingkahlaku yang pasti. Semua sistem sifatnya pasti, sehingga sistem juga harus menampakkan upaya untuk mencapai keseimbangan hingga mampu dikatakan tetap, homeostatis, stabilitas dan equilibrium. Hendaknya para ilmuwan yang berminat mengembangkan teori atau model behavioral (tingkah laku) manusia untuk memusatkan perhatian pada kesamaan ciri-ciri sistem, dengan nama teori sistem umum, dengan menggunakan analisa keseimbangan. &lt;br /&gt;Teori sistem umum tidak hanya merupakan langkah-langkah menyusun berbagai variabel, selain itu juga memastikan korelasi antara model abstrak dan penelitian empirik dan eksperimental di segala bidang.&lt;br /&gt;Teori sistem umum dapat dibedakan menjadi tiga kategori yaitu sebagai konsep yang deskriptif, artinya, point ini kita gunakan untuk membedakan antara sistem yang satu dengan sistem yang lainnya, selain itu sistem juga diklasifikasikan secara hierarkis sehingga kita mengenal subsistem dan tatanan dari hubungan-hubungan dan pengaruh menurut pengukuran perbandingan (skala). Begitu juga dengan pemahaman mengenai mekanisme kerja suatu proses internal dalam sistem, melalui tinggi rendahnya integrasi, deferensiasi, interdependensi atau sentralisasi. Sistem melakukan interaksi dengan lingkungannya. Kategori selanjutnya yaitu faktor yang bertugas mengatur dan memelihara sistem yang erat kaitannya dengan proses sebagai suatu variabel untuk mencapai kondisi yang menunjukkan stabilitas, homeostatis, dan equilibrium. Kategori ketiga yaitu fokus pada dinamika atau perubahan yang bersifat disruptif dan nondisruptif (respon terhadap perubahan lingkungan) yang reversible atau berbalik arah, irreversible atau tidak berbalik arah yang termaktub dalam konsep belajar, penyesuaian diri, dan perkembangan.&lt;br /&gt;Karakteristik sistem pada umumnya adalah : &lt;br /&gt;1. sistem memiliki batasan yang memiliki interelasi fungsional yang berdasar pada komunikasi.&lt;br /&gt;2. sistem disusun oleh berbagai subsistem yang saling melakukan pertukaran.&lt;br /&gt;3. sistem berkemampuan melakukan koding- yaitu mengambil informasi sebagai input, yang diproses sehingga mnerjemahkannya ke dalam beberapa output.&lt;br /&gt;Sehingga dikatakan dalam sistem terdapat korelasi transformatif antara informasi dan pemakaian energi.&lt;br /&gt;Model fungsional struktural merupakan metode anallisa yang menjadi kerangka dasar yang sangat berpengaruh pada teori sistem umum, dan dalam komparasi politik. Merton menyatakan, manifest (fungsi nyata) berkaitan dengan tindakan yang konsekuensinya diharapkan dan teridentifikasi oleh persertanya, sedangkan latent (fungsi yang bersifat) yang konsekuensinya tidak diharapkan dan hanya dikenal pesertanya sehingga lebih penting untuk mengenalinya meski harus melalui proses yang kompleks dan sulit, upaya mengenali ini sebagai bentuk langkah antisipatif terhadap konsekuensi yang cenderung berupa suatu masalah yang buruk.&lt;br /&gt;Susunan dalam sistem yang melakukan fungsi-fungsi dinamakan struktur. Menurut Varma para ahli teori sistem melakukan analisa terhadap perubahan yang terjadi dalam struktur yang mengembangkan  strategi untuk kelangsungan hidup sistem. Fungsional struktural pernah menjadi alat analisa yang disegani dengan track record sebagai sebagai analisa yang mematahkan beberapa dalil sosiologi yang tidak sempurna, seperti :&lt;br /&gt;1. kesatuan fungsional masyarakat &lt;br /&gt;2. fungsionalisme universal&lt;br /&gt;3. functional indispensability&lt;br /&gt;selain itu ia menjadi alat penelitian yang khusus efektif, terutama untuk komparasi sistem politik dan bagaimana pola pemeliharaan dan penataan sistem.&lt;br /&gt;David Easton dalam model politiknya telah menekankan akan tuntutan dan dukungan sebagai input yang kelak diprosesikan ke dalam sistem politik sehingga dihasilkan suatu produk berupa keputusan dan tindakan. Sedangkan fokus sentral dari model fungsional struktural ini adalah pilihan rasional dimana fungsi informasinya adalah rasionalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model psikologi, menurut  David  E. Apter model ini berusaha memahamkan tentang tingkah laku yang menekankan proses belajar masyarakat dengan variabel seperti :&lt;br /&gt;1. Situasi stimulan yang membangkitkan tindakan di dalam lingkungan (menggabungkan diri dengan partai politik, sebagai bentuk upaya memperoleh akses kekuasaan)&lt;br /&gt;2. Timbulnya semacam dorongan sehingga melakukan sebuah upaya guna memperoleh respon yang memuaskan (memberikan kesetiaan kepada partai politik, hingga memperoleh kekuasaan dan memegang jabatan publik yang mengundang respon memuaskan semacam penghargaan dari orang lain yang dipimpinnya)&lt;br /&gt;3. variabel individu semacam keturunan, usia, jenis kelamin, kondisi fisiologis yang menentukan cara seseorang memahami suatu kesempatan yang tersedia (contoh, berupa tindakan politik seperti dukungan saat pemilu, bergabung dengan parpol, pressure group atau pergerakkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkahlaku psikologis menerjemahkan bahwa dalam tingkah laku politik adalah ia (manusia) bersama kepentingan, tujuan, dan motivasi yang mengakibatkan proses belajar, pemahaman, kognisi dan simbolisasi.&lt;br /&gt;Proses-proses pembelajaran politik behavioral &lt;br /&gt;Sosialisasi&lt;br /&gt;Seorang anak yang proses belajar sosialisasinya sebagian besar dalam keluarga, hasil belajarnya akan diperkuat dengan pergaulan mereka bersama teman-teman sebayanya. Termasuk pembelajaran dalam partisipasi politik, seperti mengikuti pemilu, bergabung dengan partai politik, hingga menjadi seorang dewan sekalipun. Pola pembelajaran yang akan mentransformasikan diri si anak akan menata suatu bangunan struktur kepercayaan yang dianut olehnya sehingga membatasinya dari perbuatan yang menyimpang dari nilai-nilai sosial, proses ini sangat fundamental dan berakar kuat dalam kepribadian anak. Semakin berkembang seorang anak dalam kemampuan berfikirnya dengan sendiri ia akan menggeneralisasikan orientasi politik ketika ia mulai mengenal nilai-nilai antisosial, selain itu pusat kajian proses politik-proses politik semacam pembentukkan front, alasan dipilihnya seorang politisi dalam pemilu. Dalam proses ini individu semakin mengenal kontak yang memiliki jangkauan politis yang luas.&lt;br /&gt;Tahap sosialisasi selanjutnya adalah kedewasaan yang ercermin dari citra diri, harga diri seseorang sehingga berkepribadian yang positif sebagai individu dewasa yang menjadi semakin kuat dalam ideologinya sehingga cenderung berperilaku melindungi diri dengan hanya bergaul bersama orang-orang sefaham, sekelompok, sepergerakan, atau bahkan ada pula yang melenceng samasekali dari ideologi semula.&lt;br /&gt;David E. Apter menyatakan beberapa model-model sosialisasi &lt;br /&gt;1. model akumulasi, semakin seorang individu banyak memahami berbagai pengetahuan dan ilmu tentang apa yang dianut (konteks politik), semakin bertambahlah harapan individu tersebut terhadap peran politik&lt;br /&gt;2. model alih antar pribadi. Memproyeksikan kekuasaan yang terdapat pada seorang penguasa dengan kekuasaan pada orang yang dinilai memiliki kesepadanan dalam pemaknaan kekuasaan tersebut, walau tidak bisa dikatakan sama sedikitpun terlebih sebanding, misal seorang anak memahami kekuasaan seorang presiden yang dilihatnya di televisi sebagai kekuasaan yang sepadan dengan keberkuasaan ayahnya.&lt;br /&gt;3. model identifikasi. Pengambilan sikap yang seragam dengan figur penting dan lebih tua. Contoh seorang anak memiliki kecenderungan turut memilih dan mendukung partai politik yang menjadi pilihan orang tuanya. &lt;br /&gt;4. model perkembangan kognitif. Pemahaman konseptual sebagai proses berfikir anak untuk memperluas cakrawala berfikir dan meningkatkan tingkat kognisi anak mengenai kefahaman akan jaringan isyu-isyu dan politik, agar tidak terjadi proses indoktrinasi semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat bagan tingkahlaku Greenstein yang dapat dengan mudah membantu kita dalam memahami bagaimana suatu proses dieksesikannya suatu tingkahlaku politik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah David Apter mencoba menjelaskan bahwa teori behavioral berusaha menjelaskan bagaimana menciptakan, mengubah, menyesuaikan, dan mempelajari tingkahlaku yang berkaitan dengan tindakan politik seseorang.&lt;br /&gt;Seputar point-point yang diperdebatkan antara kaum behavioralis dengan kaum tradisionalis  (David Easton):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Regulasi,  menurut para behavioralis terdapat suatu keseragaman tingkahlaku politik tertentu manusia yang diekspresikannya dalam generalisasi atau teori yang berkemampuan menjabarkan dan memprediksikan fenomena politik. Misal keseragaman kaum buruh, kaum proletar, kaum borjuis/ kapitalis, kaum guru, kaum pegawai negeri dalam mendukung suatu partai politik tertentu yang menguntungkan kaumnya dengan memberikan suara dalam pemilihan umum. Sedangkan kaum tradisionalis mengukuhkan pendapat bahwasanya ilmu politik bukan dan tidak akan pernah menjadi semacam ilmu, dalam pengertian yang nyata, karena menurut mereka sifat-sifat yang dimiliki politik tidak memungkinkan politik dijadikan lahan observasi dan research yang ketepatannya valid, hal ini disebabkan oleh tingkahlaku manusia sebagai individu atau masyarakat tak dapat dikaji secara objektif, selain itu politik bukan lahan observasi dan research yang sifatnya eksperimental, meskipun akan mungkin diperoleh suatu kebetulan namun manusia adalah manusia cerdik dan licik dapat dengan cerdas dan canggih berkilah dari kenyataan dan bahkan mengutarbalikkannya. &lt;br /&gt;2. verifikasi, behavioralis percaya bahwa ilmu pengetahuan dapat dijamin validitasnya bila peneliti mengupayakan pengujian empiris pada proposisi yang menyusunnya dan semua fakta harus didasarkan pada observasi. Kaum tradisionalis meng-counter pendapat ini dengan menekankan bahwa kita tak dapat mengabaikan bentuk-bentuk keadaan sosial dan kelembagaan yang menjadi wadah pertingkahlakuan politis individu-individu. &lt;br /&gt;3. teknik, para behavioralis meyakini dan berkomitmen kuat pada pentingnya ketepatan memilih teknik observasi, pemilihan alat-alat research guna menginterpretasikan dan menghasilkan data agar validitasnya terjaga, terpercaya dan dapat dibandingkan. Menurut para tradisionalis, data dalam ilmu sosial tidaklah objektif adanya, dan tidak perlu terlalu konsen pada teknis karena harus hati-hati jika sampai mengorbankan content dari penelitian tersebut. Menurut mereka juga sikap behavioral ini hanya akan membuang hal-hal penting dalam politik karena hanya memikirkan teknik yang kompleks.&lt;br /&gt;4. kuantifikasi, behavioralis berpendapat bahwa suatu jalan harus sedapat mungkin ditempuh guna suatu pengukuran dan kuantifikasi. Sedangkan menurut tradisionalis kuantifikasi adalah suatu hal yang tidak dapat dicapai dan sia-sia saja mengupayakannya karena membutuhkan konsep dan matriks yang tepat.&lt;br /&gt;5.  Nilai, behavioralis yakin bahwa suatu penilaian memiliki perbedaan besar dengan penjelasan empiris, oleh karena itu penelitian harus bebas nilai dan objektif, sehingga tak memiliki keterikatan dengan permasalahan moral dan etika. Kaum tradisionalis berpendapat bahwa politik tak bisa lepas dari persoalan etika dan moral yang diproyeksikan pada permasalahan benar dan salah, selain itu mereka mengemukakan bahwasanya seorang peneliti tak bisa melepaskan diri dari tendensi kodrati pada apa yang ia lakukan apakah itu benar atau salah.&lt;br /&gt;6. sistematisasi, kaum behavior menyatakan bagi mereka, penelitian dalam ilmu politik semestinya sistematis, dan berorientasi dan dibimbing teori, teori tidaklah suatu hal spekulan dan introspektif akan tetapi berupa analisa, penjabaran akan suatu hal dan peramalan, yang berdiri di atas struktur konsep dengan keteraturan pada proporsinya, korelatif logis, sehingga dihasilkan hipotesa yang dapat diuji secara teliti, dan menjadi landasan untuk dikembangkan dan diciptakannya teori baru. Kaum tradisional tidak sepakat dengan hal ini dan bagi mereka metode ini tidak dapat diaplikasikan dengan sukses.&lt;br /&gt;7. ilmu murni, bagi behavioralis, politik adalah ilmu murni yang dapat diterapkan terhadap berbagai masalah kehidupan. Sedangkan kaum tradisionalis mengemukakan pendapat bahwa teori tidak bernilai sedikitpun, kecuali bila diaplikasikan dalam politik dalam kehidupan masyarakat dan permasalahannya untuk sebuah pemecahan dan solusi.&lt;br /&gt;8. integrasi, integrasi antara politik dengan disiplin ilmu lainnya,  manusia adalah mahluk sosial dimana seluruh aspek kehidupannya diliputi permasalahan politik, ekonomi, sosial, budaya dan idelogi sedangkan masing-masing aspek memiliki disiplin ilmu, oleh karena itu dalam memahami fenomena politik seseorang dituntut untuk „melihat“ fenomena ekonomi, sosial dan budaya serta ideologi sebagai hal yang saling terkait secara sangat signifikan dan merupakan kefahaman yang holistik. Kaum behavioralis menanggapi pendapat itu dalam argumen bahwa ilmuwan sepatutnya tidak hanya menitikberatkan sifat inter-dependensi pada fenomena politik, dengan mengaitkan fenomena politik dengan fenomena aspek kehidupan yang lain hanya akan menimbulkan suatu bahaya karena tidak mampu mengkaji dan melakukan riset perilaku politik sebagai permasalahan utama dengan fokus dan mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi sekali lagi David Easton menyimpulkan bahwasanya perdebatan tradisionalis dan behavioralis ini meski mencapai tingkat perdebatan sengit, mereka hanya berdebat pada permasalahan semantik.&lt;br /&gt;Bila kita memperhatikan dengan seksama ada dua karakter Behavioralis yang menonjol antara lain :&lt;br /&gt;1. menampakkan sebentuk upaya yang patut dihargai sebagai wujud kepedulian kaum ini kepada permaslahan keilmiahan ilmu politik,&lt;br /&gt;2. bangkitnya kesadaran pada aspek inter-disipliner pada cabang-cabang ilmu sosial.&lt;br /&gt;Meski penilaian yang datang dari kaum tradisionalis kepada mereka seperti bahwa mereka sangat melibatkan diri pada usaha pembaharuan metodologi riset, sehingga terkesan mereka hanya konsentrasi pada permasalahan peningkatan mutu alat-alat penelitian ketimbang hal yang lebih subtantif semacam content dari penelitian itu sendiri. Bila permasalahan ini menyentuh permasalahan kemasyarakatan dan membutuhkan tindak lanjut pada sisi-sisi fundamental dan mengacu pada kerangka konsepsual, maka tidak akan ada bentuk penyelesaian masalah yang dihasilkan secara konkret, karena behavioralis terlalu sibuk memikirkan mana metode terbaik dalam riset. Hal ini memang beralasan sebab perilaku manusia sangat kompleks dan sangat sulit melihat sumber motivasi yang terletak di lubuk hati untuk memberangkatkan seseorang dalam bertingkah laku dimana objektivitas akan menemui jalan buntu untuk direalisasikan.&lt;br /&gt;Pada akhirnya kedua kaum pemikir disiplin ilmu politik ini menemui jalan tengah yaitu memandang fenomena tingkahlaku politik dari berbagai sudut pandang, menggunakan instrumen psikoligis yang ada, mengerahkan segala pengetahuan yang telah kita miliki, mengamati interaksi yang berlaku dalam sistem politik dengan parameter sosial, ekonomi, budaya, dan ideologi.&lt;br /&gt;Acuan kerangka konseptual behavioralis ada dua yaitu : a.) Memfokuskan perhatian pada unit-unit politik seperti kelompok dan individu dengan menyelidiki tentang berbagai karakter, perilaku dan organisasi unit-unit tersebut lalu, b.) Memusatkan perhatian pada proses politiknya, semacam konsentrasi yang diarahkan kepada berbagai peristiwa dan mencoba menjabarkan bagaimana sebuah fenomena politik terjadi. Bila disimpulkan kedua hal ini dapat dijelaskan dengan point pertama mencoba menkaitkan diri dengan tindakan yang ditimbulkan dari unit-unit, sedangkan point kedua menjelaskan bagaimana akibat dari berbagai peristiwa-peristiwa yang ditimbulkan unit.&lt;br /&gt;Akan tetapi menurut kaum tradisionalis, seorang politisi seharusnya tidaklah seorang ilmuwan semata yang menitikberatkan perhatian kepada ilmu (behavioralis), akan tetapi seharusnya dapat seimbang,  sehingga tidak mengesampingkan perhatian kepada dalam kepahaman yang menyeluruh. Seorang politisi harus juga sebagai seorang yang kefahaman sejarahnya mendalam, berpengetahuan luas di bidang hukum dan etika. Meski pun kaum tradisional telah mengakui kemanfaatan dari metode-metode behavioralis, namun mereka masih menekankan akan kemanfaatan ini dapat dilihat dan tergantung pada hal tertentu, selain itu bila diamati dari sudut pandang seorang pembuat kebijakan, seorang behavioralis pembuatan  kebijakan dalam lingkup seluruh aspek baik itu moral, kesadaran, empiris, legislatif metode yang digunakan kurang mampu berkontribusi kepada aspek moral, formulasi estetika-estetika dan berbagai nilai yang harus digunakan yang direalisasikan dengan penelitian politik dengan bantuan metode perilaku, dan ini tidak akan berlaku pada aspek legislatif yang berakar intelektual pada ilmu praktis dan filsafat. Kelemahan behavioralis salah satunya juga terletak pada hipotesis „if-then“ atau “jika-maka”, yang secara implisit menekan bahwasanya dalam memahami fenomena politik akan dibutuhkan statemen-statemen yang dihasilkan dari investigasi dan observasi atau riset/ penelitian pada perilaku, maka dengan begini dalam berpolitik hanya bergantung pada metode riset secara berlebihan dan mengagungkannya dan telah mengurangi atau mengikis ilmu politik itu sendiri. Atau dengan mudahnya dapat dibahasakan dengan meminjam istilah Alfred Coban sebagai alat yang digunakan untuk “menghindari pokok persoalan“ politik yang berbahaya tanpa berhasil meraih capaian suatu disiplin ilmu. Ditambah lagi dengan fokus perhatian kaum ini hanya pada individu saja dan melupakan perilaku kelompok, padahal perilaku kelompol misal kaum buruh, sangat signifikan bila dijadikan motor revolusi dalam kancah perpolitikkan. Kemudian kaum ini belum meletakkan perumusan suatu teori dan suatu langkah yang komprehensif sebagai tujuan. Dan pada kenyataannya pun teknik behavioral tidak banyak digunakan ahli antropologi dan ahli sosiologi.&lt;br /&gt;Alat-alat penelitian yang telah disempurnakan sedemikian hingga menghasilkan metode-metode yang sangat baik dalam bidang antara lain : analisa isi, analisa kasus, wawancara dan pengamatan, dan statistik. Analisa fungsional struktural dan analisa input-output telah dirancang kaum behavioral dengan sangat sempurna yang merupakan pendekatan baru dalam kerangka penelitian ilmu politik. Sebenarnya berbagai kerangka acuan konseptual yang dihasilkan behavioralis ini patut dinamai sebagai teori, akan tetapi segala yang telah dihasilkannya merupakan alat yang sangat besar kemanfaatannya untuk merekoleksi dan mengorganisir data serta mengintegrasikan fenomena-fenomena politik sebagaimana kaum ini akan memperlakukannya dengan suatu cara yang kohesif dan sistemik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-4240340739287890829?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/4240340739287890829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=4240340739287890829' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/4240340739287890829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/4240340739287890829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2007/05/behavioralism.html' title='behavioralism'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-6525234641743038305</id><published>2007-05-30T17:34:00.000-07:00</published><updated>2007-11-18T17:01:36.521-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='political theory'/><title type='text'>teori klasik</title><content type='html'>Kekuasaan-kekuasaan untuk membentuk kehidupan telah digunakan secara bijak tatkala itu sehingga lahirlah kota-kota kuno yang dalam sejarah peradaban umat manusia yang lazimnya merupakan pusat kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. Kota-kota kuno tersebut merupakan hasil interkasi perdagangan antar bangsa, ekspansi megapolis, creatives social minority dan kolonialisme merupakan kekuatan-kekuatan sejarah yang membidani proses kelahiran kota-kota kuno. &lt;br /&gt;Sebuah paradigma mengistilahkan bahwa rakyat berakal sehat, sehingga mereka dapat dikatakan seperti itu bila mereka dihidupkan dalam lembaga-lembaga politik yang sesuai. Pengetahuan politik di kala itu disimbolkan dengan pengejawantahan moral yang lahir dari upaya filosofis kehidupan individu dan masyarakat. Pengejawantahan inilah yang memproyeksikan tujuan suatu komunitas bila penguasa dan rakyat berkeyakinan sama dalam maksud dan tujuan, serta mengepakati metode-metode pemerintahan yang berlaku. Sehingga pada intinya model politik normatif atau klasik ini ditengarai oleh penguasa dan objek penguasa, metode pemerintahan serta tujuan akan kesefahaman penguasa dan yang dikuasai.&lt;br /&gt;Teori ini tidak lahir atas dasar ilmu pengetahuan akan tetapi atas pemakaian akal sehat dalam tujuan-tujuan manusia. Nalar adalah titk fokus akan moral, keadilan dan kebajikan serta selaras akan hak individu ataupun berkelompok. Para perumus atau filosof politik klasik mengupayakan suatu penciptaan keselarasan antara penguasa dengan rakyatnya, agar terjadi saling memenuhi atau melayani tujuan pihak satu kepada yang lain dan sebaliknya. Penguasa ibaratnya alat guna terbentuk pemerintahan stabil dan baik hingga rakyat terlayani dengan baik. Timbal balik yang dihasilkan adalah terciptanya semangat rakyat. Untuk menghasilkan sumberdaya-sumberdaya sebagai modal utama terlaksananya program-program pemerintah. Dengan demikian kesejahteraan menjadi keniscayaan.&lt;br /&gt;Rumusan tersebut dirancang oleh orang Yunani kuno seperti Plato, ialah yang disebut sebagai nenek moyang segala ilmu politik.&lt;br /&gt;Plato adalah orang bijak yang mendalilkan bahwa pemerintah yang metode-metodenya dengan kebenaran murnilah yang kelak menciptakan masyarakat madani, bersih, jujur, bertanggung jawab, ulet, ikhlas, budi luhur. Hal ini dikonsepsikan Plato di kala dihadapkan pada kaum Sparta yang militan, militeris, tak terkalahkan, dengan kaum Athena yang berperadaban tinggi, demokratis, cerdas, dan sangat berkasusasteraan. Plato sendiri sebagai murid setia Socrates secara tidak sengaja mengabadikan pemikiran gurunya hingga mengembangkannya. Akan tetapi sebagai seorang murid, Plato memiliki kepopuleran yang melebihi gurunya, praktis dikatakan seorang filosof Amerika bahwa seluruh sejarah filsafat Barat hanyalah catatan kaki seorang Plato. Begitu juga dengan Aristoteles, yang memiliki tempat sebagai nenek moyang filsafat barat yang sangat mempengaruhi kekuatan-kekuatan sejarah barat. Sebagai bukti, peradaban Yunani kuno berpengaruh akan peradaban renaissance secara subtantif signifikan, dilihat dari karya-karya filsuf-filsuf di zamannya. Rasionalisme, empirisme, eksistensialisme, marxisme, narcisme, dan hedonisme semua hanya kebetulan belaka tanpa kebudayaan Yunani kuno, karena akar kebudayaannya berasal dari tradisi dan warisan peradaban Yunani kuno. Sama halnya akan pemikiran politik, gagasan mengenai negara, kekuasaan, keadilan, demokrasi, rumpun keturunan secara intelegensia historisnya adalah dari sang nenek moyang, pada saat itu politik negara kota. &lt;br /&gt;Pada saat itu Plato mendalilkan adalah sebuah kebajikan yaitu pengetahuan guna menciptakan pemerintahan yang berkebenaran hakiki. Dari situlah pula Plato memandang betapa penting keberadaan sebuah lembaga pendidikan bagi sebuah negara. Dari sang guru Plato menimani bahwasanya kebajikan adalah ilmu pengetahuan yang baik-baik, dengan syarat kemerdekaan, masa pengetahuan yang terkekang berlalu dan membawa kesan dan perjalan pemikiran Plato sehingga mendalamkan pemaknaan Plato tentang arti penting pendidikan publik.&lt;br /&gt;Metode dialektika yang diajarkan Plato yaitu jalan menuju pencerahan melalui dialog, diskursus, menguji diskusi kebenaran dengan dalil-dalil hingga dalil-dalil itu diperlawankan. Plato mengharapkan ketajaman nalar dan kemampuan akan ilmu ukur pada hal ini yaitu geometri, ide-ide yang diformulasikan dalam rumusan kata dan konsep logis.&lt;br /&gt;Plato menyimpulkan secara tegas dalam postulat utopia pertamanya, sebuah negara yang ideal adalah yang didalamnya memiliki nalar yang kuat, kekuatan nalar terbesarlah yang berhak memegang tampuk kepemimpinan untuk memerintah karena wewenang yang demikian yang hendak menuju suatu masyarakat yang sejahtera, plato menyebut pemilik kekuatan nalar itu sebagai negarawan raja filsuf (the philosopher king). Seorang raja filosof dituntut mampu mendiagnosis dan memahami penyakit masyarakat hingga ia mampu megambil tindakan pengobatan dengan sebenarnya.&lt;br /&gt;Plato secara praktis mendalilkan bahwasanya pengetahuan itu wajjib dan persyaratan utama seorang negarawan. Ia juga menekankan akan keadilan tidak serupa dengan persamaan, oleh karena tidaklah adil bila terdapat tuntutan akan kesamarataan struktur sosial yang diklasifikasikan berdasar kecakapan, karena kecakapan yang tidak mereata itulah fitrah Tuhan Yang MahaEsa. Pendapatnya akan terbentuknya sebuah negara adalah bila terjadi tombal balik dan rasa saling membutuhkan satu sama lain antar sesama manusia.&lt;br /&gt;Ada juga prinsip larangan atas pemilikan pribadi dalam bentuk apapun atau dinamakan nihilisme sosial. Menurut Plato hal ini menghindarkan negara dari pada kehancuran karena perang antar elemen dalam negara, karena segala bentuk kepemilikan merupakan sumber kecemburuan dan kesenjangan sosial sehingga terjadilah kompetensi tak sehat, suburnya ketidakpuasan tanpa batas (serakah) dan tidak lagi mengindahkan berbagai norma dan nilai-nilai manusiawi. &lt;br /&gt;Plato mempertemukan  antara kebajikan lawan dari kesenangan dan menekankan arti penting kebajikan jauh di atas kesenangan. Berbagai diskursus diwariskan P;ato tanpa penyelesaian yang gamblang, akan hal bagaimana relasi pengetahuan dan keadilan, kekuasaan serta persamaan, lalu bilamanakah manusia memperoleh kesetaraan hak setelah melaksanakan kewajibannya? Sistem kekerasan dan disiplin apakah efektif guna menciptakan keselarasan dalam hidup? Plato pun mencoba memberikan penyadaran bahwasanya deskripsi realita mampu menjalankan fungsi sebagai tolok ukur kepuasan hati, ambisi  yang terjamin keterbatasannya sehingga tidak terjadi ketidakbajikkan.&lt;br /&gt;Komunisme, kolektivisme, atau hak kepemilikan bersama digagas Plato dalam konteks hak. Tidak ditemui keposesifan hubungan darah sekalipun, contohnya adalah seorang anak tidak boleh diklaim bahwa anak itu milik orang tua yang melahirkannya akan tetapi mereka harus menjadi manusia yang memiliki loyalitas seluruh hidup pada negara, maka anak-anak itu harus dididik secara militer dan intelektual di asrama negara.&lt;br /&gt;Secara implisit Plato menyimpulkan bahwa lembaga pernikahan akan melahirkan diskriminasi sosial serta berbagai bentuk pengekangan hak wanita, karena dengan menikah wanita hanya hidup terbatas sebagai pengabdi laki-laki dan pendidik anak. Plato mengungkapkan bahwasanya secara kodrati wanita dan lelaki adalah sama, dari segi potensi kemanusiaan, oleh karena itu menurutnya wanita boleh melakukan poligam secara seksual, tidak ada pernikahan. Segala alasan dibalik anti individuallisme Plato bukanlah berangkat dari kebencian melainkan agar segala hasrat pribadi ditekan oleh negara. Manusia menjadi egois karena kepemilikan apapun, dan hal ini sangat merusak kehidupan sosialnya, seperti masyarakat Athena kala itu, dimana rakyatnya sangat mengabaikan kepentingan orang lain dan mementingkan kepentingan pribadi, sedangkan selayaknya hidup bernegara adalah saling bergantung dan menghargai.&lt;br /&gt;Pemikiran ini dilatarbelakangi kehancuran Athena, Plato di kala itu adalah saksi sejarah perubahan sistem pemerintahan Athena dari demokrasi-tirani-oligarki. Plato sempat dianggap anti demokrasi, baginya demokrasi merupakan awal penyebab kehancuran Athena disamping kekuatan militer Sparta, disisi lain kenegaraan Sparta yang aristokratis militeristis yang membawa kemenangan telah secara massif merubah pandangan Plato akan demokrasi.&lt;br /&gt;Kekacauan sosial sangat efektif ditimbulkan sistem demokrasi, oleh sebab kebebasan mengkritik tanpa kendali yang terjaga, sehingga setiap orang merasa berhak mengkritik siapapun tanpa menyadari objek kritiknya juga bisa mengkritik. Perebutan kekuasaan antar elemen pun terjadi, sama halnya dalam kontek kekayaan, maka segala bentuk konfrontasi tak pelak terjadi. Praktis dikatakan Plato jika „demokrasi penuh luapan kebebasan, kemerdekaan dalam bicara dan legalitas tindakan sesuka hati“ pembenaran anarkisme dengan argumen persamaan hak dan kebebasaan serta moral dan dan akal budi yang diputarbalik atas nama kebebasan. Itulah sisi-sisi ideal-utopia Plato.&lt;br /&gt;Aristoteles, ialah seorang pembelajar gigih, murid Plato yang setia, ia dikenal empiris-realis. Aristoteles bertolak belakang samasekali dengan Plato dalam hal pemikiran politik. Sebuah negara menurut pandangan Aristoteles ibaratnya sebagai organisme tubuh, yang disusun dari keluaga sebagai sel atau bagian terkecil tubuh, dengan komponen hirarkis mulai dari desa hingga terbentuk negara. Dengan demikian setiap orang bertanggungjawab akan kelanggengan sebuah negara. Baginya manusia adalah mahluk politik yang disebut zoon politicon, dan manusia membutuhkan wadah guna menyalurkan potensi alaminya itu dalam sebuah negara. Dan pada dasarnya sebuah negara ada karena hasrat berpolitik manusia yang tersekutukan secara kodrati. Maka keterbentukan ini pun tak lepas dari saling ketergantungan kebutuhan antar manusia dalam bermasyarakat.&lt;br /&gt;Aristoteles memiliki pandangan kebajikan etis harus selaras dengan kebijaksanaan praktis. Apapun kebaikan yang dilakukan oleh manusia adalah pilihan sadar bukan hasil pertapaan, pilihantindakah baik dan buruk merupakan moral atau praktis. Tidak dibenarkan lebih mengagungkan moral ketimbang praktis, bahkan dikatakan itu bodoh dan sebaliknya, sehingga sebaiknya dan seharusnyalah kita berdiri di atas kenetralan antara moral dan praktis, karena selalu ada kemungkinan bahwa tendensi moral adalah tendensi praktis yang buruk dan tendensi praktis merupakan tendensi moral yang buruk.&lt;br /&gt;Aristoteles adalah seorang pembelajar gigih, murid Plato yang setia, ia dikenal empiris-realis. Aristoteles betolak belakang samasekali dengan gurunya dalam hal pemikiran politik. Sebuah negara menurut pandangan aristoteles ibaratnya sebagai organisme tubuh yang disusun dari keluarga sebagai partikel terkecil, dengan komponen hirarkis mulai dari desa hingga terbentuk negara, dengan demikian setiap orang bertanggung jawab akan kelanggengan sebuah negara. Baginya manusia dalah mahluk politik atau binatang politik yang disebut sebagai zoon politicon, dan manusia membutuhkan wadah guna menyalurkan otinesi alamiahnya itu dalam sebuah negara. Dan pada dasarnya sebuah negara ada karena hasrat berpolitik manusia yang tersekutukan secara kodrati dan keterbentukkan ini pun tak lepas dari saling ketergantungan kebutuhan antar manusia dalam bermasyarakat.&lt;br /&gt;Aristoteles memiliki pandangan kebahikan etis harus selaras dengan kebijaksanaan praktis. Apapun kebaikan yang dilakukan oleh manusia adalah pilihan sadar bukan hasil pertapaan, pilihan tindakan baik dan buruk merupakan moral atau praktis, tidak dibenrakan lebih mengagungkan moral ketimbang praktis, bahkan dikatakan itu bodoh dan sebaliknya, dan seharusnyalah kita berdiri di atas kenetralan antara moral dan praktis, karena selalu da kemungkinan bahwa tendensi moral adalah tendensi praktis yang tidak baik dan tendensi praktis merupakan tendensi moral yang buruk. &lt;br /&gt;Mengenai idealitas sebuah negara Aristoteles berpendapat  bahawa negara merupakan lembaga politik yang paling berdaulat, dan hendaknya memiliki luas wilayah yang tidak terlalu sempit atau terlalu luas, karena akan sama-sama sulit menjaganya dari kemungkinan penjajahan negara lain. Menurutnya city statelah bentuk dan ukuran negara paling ideal. Baginya sebuah negara hendaknya memiliki rakyat yang mandiri secara ekonomi, saling mengenal satu warga dengan warga lainnya secara keseluruhan dan mereka dapat dikumpulkan dan ditampung dalam sebuah lapangan luas untuk melakukan konsolidasi kenegaraan secara terbuka. &lt;br /&gt;Terdapat empat kausalitas dalam perpolitikan menurut pendapat Aristoteles yaitu aspek material, penyebab material adalah apa bahan dasar dari keterbentukan sesuatu, lalu efisiensi, penyebab efisiensi adalah keterkaitan antara keterbentukan sesuatu dengan cara yang digunakan untuk membuatnya, penyebab formal sebagai kemampuan sesuatu memperindah tempat di mana ia ditempatkan, lalu penyebab final yaitu apresiasi kesenian kreatif dalam pencitraan karsa seseorang. Keempat penyebab tersebut masih disederhanakan menjadi dua, yaitu potensi dan aktualitas. Di sinilah seorang politisi bertugas mengidentifikasikan sistem kenegaraan paling tepat guna meraih kehidupan yang layak dan baik terealisasikan.&lt;br /&gt;Status keluarga dan manusia merupakan materi, kemudian upaya-upaya pergerakan menuju perubahan merupakan efisiensi, penyebab formal diibaratkan konstitusi dan pilihan aspek pekerjaan, dan dicitrakan dalam bentuk final yag sangat ditentukan oleh kemampuan individu menciptakan kondisi kehidupan seperti yang diinginkannya. Begitulah sebuah negara dalam versi Aristoteles.&lt;br /&gt;Negara harus mendidik rakyatnya agar kebahagiaan diterima sesuai perbuatan tiap individu. Dan tetap seorang pemerintah ang baik adalah mereka yang paling bijak dengan nalar paling kuat. Meski dalam realitanya tidak semua orang bijak secara permanen, kondisi ini hanya akan stabil bila seluruh rakyat tanpa melihat kelas sosial dapat berpartisipasi dalam politik karena mengembalikan watak ilmiah manusia sebagai mahluk politik yang diisolir oleh hukum dan keadilan serta berbagai norma dan nilai.&lt;br /&gt;Diuraikan oleh Aristoteles bagaimana timbulnya tirani dalam negara, yaitu disebabkan oleh kesenjangan kekuatan ekonomi terlebih bila mecapai titik ekstrim, inilah pula yang memperkuat pendirian Aristoteles bahwa konstitusi jenis kekuasaan kelas menengahlah yang paling bajik. Negara adalah titik tertinggi maka kekuasaanabsolut ada padanya, meski bukan berarti tidak tak terbatas, karena ia lembaga yang mulia dalam tujuan, untuk kesejahteraan masyrakatnya, yng ibentukdar kesejahteraan individu, salah satunya dengan tujuan memanusiakan manusia, akan tetapi tujuan negara bukan samadengan tujuan hidup manusia, karena tuju negara adalah menciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup manusia. Aristoteles mendalilkan bahwasanya pemikiran sebab-akibat  proses penyaluran-pembentukkan potensi kemanusiaan adalah hal yang memadukan politik dengan alam semesta. Manusia an negara dalah bagia tak terpisahkan dari am yang saling menonjolkan keberadaannya hingga suatu negara menjadi ada, namun rakyt baru ada etelah negara terbentuk.&lt;br /&gt;Aristoteles selalu tertarik pada perubahan politik dan politik negara kota, baginya negara yang harus menyediakan dasar untuk terbentuknya suatu upaya pembentukkan kehidupan bajik melalui konstitusi yang membutuhkan pertimbangan etis dan pengalaman praktis akan realitas kehidupan dunia nyata, tidak seperti yang Plato rumuskan berangkat dari pikiran imajinatif.&lt;br /&gt;Pembentukan negara menurut Aristoteles harus melalui beberapa fase antara jumlah orang yang memegang kekuasaan, lalu tujuan pembentukkan negara, apakah untuk menjadi alat pencipta kesejahteraan rakyat atau pemenuhan kepentingan si penguasa. Bentuk monarkhi adalah terbaik menurut Aristoteles karena merupakan negara tirani di mana kekuasaan dipegang oleh satu orang yang bertujuan baik untuk kebajikkan manusia serta kesejahteraannya. Mereka idealnya adalah filsuf, orang yang arif dan bijak, yang sebenarnya merupakan refleksi pemikiran normatif yang cukup ulit ihadirkan di dunia yang realistis ini secara empirik. Pun ia menyadari bentuk aristokrasi jauh lebih mungkin diwujudkan. Dalam negara monarkhi, penyimpangan terjadi bila pemegang kekuasaan menggunakan sewenang-wenang dan berdasar kepentingan pribadinya, sedang untuk bentuk aristokrasi penyimpangannya terbentuk dalam oligarki, yaitu kekuasaan yang digunakan untuk kepentingan pengumpulan kekayaan beberapa orang semata.&lt;br /&gt;Bila kekuasaan dipegang orang-orang miskin dalam jumlah besar hanya akan terjadi pemerintahan yang dijalankan untuk menguntungkan pribadinya, bentuk negara demikian dapat dipastikan adalah negara demokrasi, Aristoteles membenarkan pengakuan akan hak milik pribadi, baginya itu kan membuat seseorang bertanggung jawab untuk kelangsungan kehidupan sosial, memikirkan persoalan negara, upaya keras untuk mengakumulasi hartanya, sehingga dari sinilah lahir konsep pemikiran penciptaan sistem keamanan negara.&lt;br /&gt;Plato-Aristoteles adalah guru dan murid sebagai perintis teori politik normatif atau klasik. Plato dngan Platonisnya dengan penyempurnaan Aristotelian, dari keduanya lahir pula paradigma kekuasaan rasional, penggunaan logika dan rasio yang menjadi mesin cetak pemikiran-pemikiran kedua filsuf tersebut, yang memperkenalkan hubungan signifikan antara yang ingin difahami manusia secara umum dengan metoda-metoda yang dapat menghantarkan pada kefahaman tersebut, seperti yang kita rasakan kali ini apa yang mereka anggap relevan dapat dengan mudah kita terima sebagai sesuatu yang relevan bagi kita. Argumentasi akan tujuan dan cita-cita bukan persaingan.&lt;br /&gt;Sampai dsini erpolitikan klasik mengalami transformasi paradigma, secara khusus pada paradigma teokrati. Nalar atau rasio yang bersumber dari wahyu Tuhan sehingga manusia menciptakan sekumpulan keputusan dan hukum praktis ang mengatur kehdupan secara holistik dan dinamakan hukum positif, yang berisikan bagaimana melakukan hal-hal yang semestinya dan patut dilakukan dalam hidup. Paradigma  ini lahir dari hukum alam Yunani dan Romawi, yaitu sistem kepercayaan Kristen. Teokratisme memiliki tujuan utama ntuk menyeragamkan ola hidup umat Kristen. Tokoh teokratisme adalah Saint Augustinus, baginya negara haruslah didirikan atas dasar cinta kepada Tuhan dan menghinakan diri sendiri, sehingga ia memandang kehidupan adalah ziarah dalam perputaran kebajikan di segala llini kehidupan, jauh dari keduniawian yang materialistis dan picik, menggantikannya dengan pandangan damai, harmonis dan universal. Kristen di masa itu telah mengalami politisasi sebagai agama bangsa Romawi, melalui peran-peran strategis bapa gereja sebagai peletak dasar teologis Kristen sebagai religi politis. Sebagai contoh konsep commonwealth, yang merupakan doktrin konsep supremasi Paus, dalam konteks hubungan negara (agama keluarga raja) dan gereja. Agustinus adalah orang paling berjasa dalam peletakan dasar Katolikisme dan Protestanisme bahkan berdirinya imperium Romawi suci pasca Konstantin berakar pada konsep persemakmuran Kristiani Augustinus.  Di kala muda Augustinus adalah penganut paham manikeisme yaitu keyakinan yang menyakini bahwa kehidupan ini selalu ada konflik berketetaan antara raja kegelapan dan raja cahaya. Setelah melakukan perjalanan ke Roma ia mengalami pergulatan batin, hingga menjadi orang skeptik atau penolak kebenaran dalam bentuk apapun, dari keresahan ini segala pertanyaannya terjawab oleh ajaran Plato dan Aristoteles, sehingga beberapa saat kemudia ia menjadi bishop Katholik (teolog). Perjalanan spiritual augustinus membawanya menjadi seorang bishop dan secara aktif melakukan upayapenyebaran ajaran Katholik, menulis persoalan sosial, teologis, politik etika Kristiani dan lainnya, salah satunya berjudul The city of God yang berisi mengenai perngertian negara an kekuasaan sebagai hasil hbungan timbal balik dialektis antara orang diri engan kenyataan sosial politis di lingkungannya. Augutinus menjadi saksi sejarah hancurnya bangsa Roma di tangan bangsa bar-bar Visgoth, di kala itu kejatuhan Roma dapat disetarakan dengan hancurnya Amerika negara adidaya itu di kala sekarang ini, peristiwa ini membawa augustinus sehingga berpandangan suatu al ang tak terelkkan seperti kehancuran pasti terjadi dan berlaku pada sesuatu papun di dunia ini, cepat atau lambat, karena kelahiran dan kehancuran merupakan huum alam yang niscaya.&lt;br /&gt;Bagi Augustinus rubuhnya imperium Roma secara teologis, yaitu sudah ada jauh sebelum keberadaan imperium Roma, yaitu sejak zaman nenek moyang manusia- Adam jatuh dari syurga, namun esensinya adalah penyebab Adam dijatuhkan ke dunia yaitu hasrat, ketamakkan, ehoisme dan berbagai pelanggaran perintah dan larangan Tuhan. Karena semua itu merupakan sumber penyebab manusia saling menghancurkan satu sama lain. Beberapa pakar menyimpulkan kelemahan Augustinus terletak pada sisi-sisi normatifnya, kesadarannya akan firman-firman sakral Tuhan yang suci ketimbang bergaul dengan realitas sosial politik di lingkungannya, dan itu bisa difahami karena ia seorang teolog bukan seorang politikus. Augustinus mengibaratkan negara Tuhan dan negara dunia ibarat tubuh dan jiwa, yang satu bersifat sementara dan yang lainnya kekal abadi. Dari sinilah augustinus menyimpulkan bahwa wanita sebagai sumber segala sifat jahat dan perbuatan dosa, bahwasanya kehancuran bersumber dari hawa nafsu yang mendorong manusia berbuat hingga jauh dari Tuhannya.&lt;br /&gt;Berbeda dengan jiwa yang selalu haus secara spiritual, kebajikan dan keadilan, nilai-nilai moral yang luhur yang terproyeksikan dengan hidup sederhana dan pensucian jiwa. Dalam negara Tuhan terdapat faktor cinta kasih Tuhan sebagai pengikat kesatuan politik dari sesebuah negara.  Tidak ditemui negara sebbagai kekuasaan memaksa aatau pelembagaan kekerasan baik fisik maupun psikis pada rakyatnya. Dan ini dapat tercapai dengan mematuhi hukum Tuhan yang berangkat dari kesadaran. Itulah mengapa gagasan suaatu negara persemakmuran gereja sebagai negara Tuhan, konsep kenegaraan yang ideal baginya.&lt;br /&gt;Keadilan akan tercipta bila terjadi keharmonisan dari tiga unsur penting manusiawi yaitu nafsu (appetite), keberanian (courage), dan akal budi (reason). Selain itu arti penting perdamaian sebagai bentuk terjadinya hubungan positif, harmonis dan rukun.&lt;br /&gt;Negara dunia sebagai negara yang terbentuk karena cinta diri dan bukan cinta kasih Tuhan yang juga dibangun atas berbagai kepentingan, berbagai kepentingan, dan tidak luput untuk tegaknya kebajikan juga meski rapuh adanya. Mengapa ? karena tidak dilandasi keimanan dan ketakwaan akan Tuhan, ramai akan kekerasan dan paksaan, pemenuhan ambisi, bahkan keabsahan kekuasaan negara duniawi ini didapatkan melalui tingkat intelektualitas penggunaan kekerasan dan paksaan tertinggi bukan dengan moral dan nilai-nilai luhur. &lt;br /&gt;Meski begitu menurut Augustus, kedua bentuk negara itu tetap dibutuhkan keberadaannya. Negara duniawi menjadi kebutuhan setelah manusia dengan berbagai dosa asalnya, akibat dipermainkan nafsu yang melemahkan kesadaran moral sehingga menyandang stataus sebagai mahluk yang lebih hina dibanding hewan. Augustinus juga memandang perbudakan sebagai suatu bentuk hukum alam, baginya para budak adalah pendosa yang harus menerima perbudakan yang dialaminya sebagai nasib yang harus ia diterima karena ia harus melebur dosa-dosanya atau hukuman Tuhan. Meski begitu Augustinus mengajarkan agar para tuan pemilik budak senantiasa bersikap adil dan bijak pada budaknya, dan gagasan ini hanya berlangsung sebelum masa renaissance.&lt;br /&gt;Kristen sebagai agama yang mampu menerima proses diskursus intelektual teologis politis Platonis dan Aristotelian dan memiliki daya penyesuaian diri dan bertahan dalam kelenturan intelektual dengan vitalitas yang tidak diragukan.&lt;br /&gt;Di kala itu seorang peletak dasar perkembangan filsafat politik Kristiani lahir dan terkenal sebagai raja skolastik Eropa Kristen, ia adalah Thomas Aquina, ia mampu mengintegrasikan berbagai elemen dasar pemikiran filosof klasik. Aquinas mengatakan manusia adalah mahluk paling rasional karena bakatnya, nalarnya, kecerdasannya, dan nuraninya, sedangkan mahluk lain hanya dibekali instink oleh Tuhan. Manusia dengan sifat alamiahnya yang sosial dan politis merupakan sumber eksistensi negara, yang memiliki tatanan hierarkis, sebagai sistem barter pelayanan guna memenuhi kebutuhan manusia sehingga terwujud kehidupan sejahtera bersama. Sistem ini mengharuskan terwujudnya kehidupan bermasyarakat. Ia harus tunduk pada hukum alam kecuali ia akan hancur bila melanggarnya. Manusia adalah mahluk yang membutuhkan hidup bernegara dengan argumen antara lain manusia sebagai bagian dari alam semesta, watak kodrat agar segalanya dapat dijadikan bagian dari dirinya sehingga manusia terdorong berusaha mencari dan mendapatkan serta mempertahankan yang baik menurut moral dan nuraninya. Dari sinilah kesimpulan bahwa manusia adalah mahluk serba ingin tahu sehingga ritual pencarian kebenaran akan Tuhan dilakukannya.&lt;br /&gt;Manusia terkategori menjadi tiga pertama manusia berwatak posesif pada segala hal yang membuatnya bahagia, lalu manusia berkecenderungan berwatak hewani, seperti tamak, kejam, bengis, sadis, mampu membunuh, berkhianat pada sesama. Selain itu manusia juga berwatak cinta kebaikan, kebenaran, dan sanggup berkeinginan mencintai sesamanya beserta alam sekitarnya, menjadi agen pembangun moralitas yang etis positif.&lt;br /&gt;Thomas aquinas menyimpulkan bahwasanya manusia adalah mahluk cerdas rasional tetapi sosial, reasional dikala sendiri sebagai individu namun menghindari konflik ketika bermasyarakat dalam mencapai tujuan bersama. Ia tetap memberi penegasan akan adanya kehidupan di akhirat, di mana kebahagiaan di akhirat sangat ditentukan oleh penganutan manusia kepada Tuhan dan ketaatan akan hukumNya lalu kepatuhan serta pengalaman nilai-nilai kesejatian spiritual. Manusia pada hakikatnya berkedudukan sama di mata Tuhan, secara fitrah kemanusiaan sejak ia dilahirkan, namun memang tidak ada kesetaraan atau homogenitas secara fisik yang meliputi kecerdasan, kekuatan ekonomi, dan potensi lainnya, dan mereka yang memperoleh anugerah kelebihan di atas rata-ratalah yang berhak menjalankan kepemimpinan, dengan tugas utama mewujudkan kesejahteraan dan kebajikan bagi rakyat dalam upaya nyata, dan tanggung jawab ini tidak semata hanya untuk kehidupan di dunia tetapi juga di akhirat. Sehingga negara berfungsi secara sakral dalam religi yang kuat dalam kehidupan rakyat.&lt;br /&gt;Pemimpin harus berperan aktif sebagai pewujud, pembela dan penjaga keadilan agar kedamaian tercipta, pemimpin memiliki properti berbentuk hukum untuk menegakkan keadilan dengan perumusan hukum yang bersumber pada hukum Tuhan, di mana kredibilitas penguasa ditentukan pada tegaknya keadilan.&lt;br /&gt;Monarkhi adalah bentuk negara paling ideal di mana Aquinas, yaitu sistem pemerintahan di mana pemegang pemerintahan adalah salah satu orang paling bijak yang menggunakan nalar dan kemampuan beserta segala potensinya guna menciptakan suatu kehidupan yang sejahtera karena dapat dihindarkan dari kemajemukkan cita-cita, pandangan, tujuan yang merusak, namun pada realitanya bentuk ini sangat sulit dibentuk.&lt;br /&gt;Lain lagi pendapatnya mengenai negara tirani dimana penguasa yang sewenang-wenang dan meletakkan kepentingan pribadinya di atas kepentingan negara tanpa adanya pengontrol. Karena jika kekuasaan tiran sudah berjaya akan sulit bagi  rakyat memperjuangkan hak-hak manusiawinya. Oleh karenanya pemerintahan tunggal harus dipilih secara selektif berdasar akan penilaian pribadi dari calon penguasa tersebut, segala bentuk perlawanan pada penguasa tiran hanya akan melahirkan kekacauan stabilitas hidup negara secara keseluruhan sehingga rakyat akan lebih menderita. Munculnya penguasa tiran bagi Aquinas merupakan bentuk hukuman Tuhan agar manusia kembali kepada keshalihan pribadi dan mengingat Tuhan kembali. Dengan senantiasa melakukan pembersihan jiwa, niscaya manusia terhindar dari munculnya penguasa tiran di dalam hidup di dunia ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-6525234641743038305?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/6525234641743038305/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=6525234641743038305' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/6525234641743038305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/6525234641743038305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2007/05/teori-klasik.html' title='teori klasik'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-419062433857541868</id><published>2007-05-30T17:07:00.000-07:00</published><updated>2011-02-07T20:38:20.001-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan satir'/><title type='text'>faithless</title><content type='html'>Kepada seorang sahabat,&lt;br /&gt;Apakabar kawan&lt;br /&gt;Segenap doa tercurah untuk mu&lt;br /&gt;Semoga segala kebaikan untukmu&lt;br /&gt;(aku sudah lupa caranya mendoa untuk diri sendiripuncak2 skeptis-ku)&lt;br /&gt;Malaikat sudah mencatat seluruh perbuatanku, dan amal2mu. Semoga tidak dijadikan alasan untuk menyiksamu besok. Mungkin juga aku. Dan semua yang melibatkan dan terlibat.&lt;br /&gt;Bencinya ketika kutemui diriku sebagai seorang peratap dan tukang curhat seperti katamu. Ingin rasanya aku menghajar diriku sendiri.&lt;br /&gt;Tau kenapa tampangku kusut terus? Jarang senyum, cemberut terus, kerutan di dahi dalam, dan selalu ada gemuruh di hati. Selalu loose control, eksplosif mengekspresikan emosi negatif. Kebanyakan orang yang sok tau mendiagnosis banyak hal. Kenapa bisa begitu? Kenapa ada orang dengan pembawaan santai, tanpa beban. Enjoy terus sama hidup yang dijalaninya?  ato memang otak mereka malas memikirkan segala hal dan membiarkan semuanya berlalu begitu saja, menurutku manusia kaya gitu ngga tanggung jawab...wah.... Ada perbedaan. Kenapa bisa beda? Bukankah kita sama-sama manusia? Lahir dari manusia? Bergaul dengan manusia? Dididik oleh manusia? Berstatus (mungkin) sebagai manusia? Kenapa ada Bush? Kenapa ada Ahmadinejad? Kenapa ada rasul? Kenapa ada dajjal? Kenapa mereka bertentangan dalam konsep diri hingga misi dan eksekusi strategi, yang mereka hasilkan dari buah budi mereka yang katanya untuk orang selevel rasul mereka di bantu Tuhan secara langsung?. Lalu kenapa ada neraka? Kenapa ada surga? Kenapa ada orang berkecenderungan jadi orang lurus, dan ada orang yang berkecenderungan jadi orang brengsek? Kenapa ada manusia berhati keras? Dan ada juga yang berhati lembut? Kenapa ada spiritual preacher? Kenapa juga ada residivis? Apa kehendak yang membuat itu semua? Ngga pernah aku tau pasti jawabannya. Kenapa pula otakku menyeretku untuk bertanya hal-hal (mungkin bagi orang2 yg ngerasa udah sholeh adalah konyol) itu? Ada jawaban diplomatis yang sebenernya ekstrim dan membunuh pemikiranku : Alqur’an dan Allah kok masih dipertanyakan, orang dengan jawaban kaya gitu membuatku berpikir kalo dia jawab gitu seolah nyuruh orang terjun ke jurang ketika dia hendak nyari jembatan saat mau nyeberang. Orang sekapasitas ustadz natsir lah yang menjawab itu. Katanya semua ga butuh dirasionalisasikan. Lalu mana penjelasan Islam yang katanya suprarasional? Kau mau berkata akal kita tak cukup mampu memahami kenapa itu semua ada? Boleh saja, karena memang semua orang berbuat demikian. Tapi keyakinan yang dipatri dalam hati tanpa kita temukan kesungguhannya dalam hati kita, rasanya kok berat untuk diejawantahkan dalam hidup keseharian tanpa kita pahami bener-bener. Bila aku berani menjelajah berbagai ideologi dan religi di bumi ini, sebenere cool juga, tapi... wah ngga ngerti deh....kok aku pede-pedenya berpikir itu ngga ada guna, coz bagiku, memang Islam is the best, bayangin kalo aku tiba-tiba mati ketika menjalani pengembaraanku yang ke 99 dari 100 religi yg ada, aku mati dalam keadaan memeluk sekte opus dei katholik roma contohnya, atau black sabath? Atau sekte kristen ortodox, atau bahkan ngikut yehofah dan nangis2 di tembok ratapan Jerrusalem sana, aku masih ada rasa takut, tapi pikiran itu ga bisa aku bebasin gitu aja dan kucoba untuk visioner, perbaiki dan rancang hari depan yang lebih selamat (kata beberapa orang). Tapi aku butuh ngerti kenapa Dia mengatur ini semua begini dan begitu? Bila kah neraka itu ta perlu diciptakan. Buat apa coba? Emang ada manfaat buat Dia? Bilakah dulu syetan itu tidak DiberiNYA rasa sombong, kan ndak mungkin dia membangkang perintahNya buat nyembah  Adam. Berarti kan yang namanya jalan ke arah maksiat itu diberi izin dan Dia kreasikan juga toh (jujur aku tiba-tiba ngerasa takut berkata seperti hal di atas, kayaknya Dia ngambek sama aku, atau ini pertanda mendekatnya aku pada neraka-jujur merinding gini jadinya). Hingga keputusan apakah seorang manusia akan berhasil atau tidak dalam menjalani ujian, termasuk apakah manusia itu akan di syurgakan atau dinerakakan. Tetap aja campur tangan Dia yang dominan. Dan coba deh pikir,&lt;br /&gt;Ngga penting banget&lt;br /&gt;Yang penting sekarang gimana aku bisa berubah dan jadi lebih baik, kamu juga berubah jadi lebih baik. kita semua bareng2 mencari ridhoNya, i still believe. wish me luck aja deh, i wish u luck too dude..thanks for being my best friend&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-419062433857541868?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/419062433857541868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=419062433857541868' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/419062433857541868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/419062433857541868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2007/05/faithless.html' title='faithless'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-8579255709421178111</id><published>2007-05-29T23:43:00.000-07:00</published><updated>2011-02-07T20:31:04.543-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>pages of our lifes</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;" &gt;terkadang, hidup begitu terasa sunyi, senyap, beku dan kering. di lain waktu kita juga merasa hidup terasa sempit, dan membosankan. lalu, bagaimanakah caranya melihat hitam menjadi putih ? (di bayclin aja mbak..)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;" &gt;aku teringat kata rendra yang menjadi jargon orang-orang yang mencoba hidup dan mencoba sadar terhadap realitas kehidupan. serta karakter hidup itu sendiri, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;" &gt;kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi, ilmu adalah cakrawala, dan perjuangan adalah pelaksanaan dari kata-kata. (kalo mbah gusdul yang sms potongan puisi itu, mesti dibelakangnya ditambahin ..."hasta la vista victoria siempre, atau hasta la viva terus dibelakangnya ditambahin" segnorita..")&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;" &gt;ya...aku sependapat sama rendra, tapi implementasine piye cah?? wah itu urusan pribadi masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;" &gt;hidup itu ga usah dibikin susah, jalani aja apa adanya...hidup dengan sesama manusia dan kita sebut berjamaah lah yang perlu diperjuangkan keharmoniannya, don't ask what u can do for me, but ask what i can do for you...falsafah itu mengajak manusia supaya ga banyak berharap, tapi banyak memberi. apa yang kita dapat, adalah cerminan dari apa yang kita beri (tapi ini ga berlaku buat kehidupan para guru dan buruh---mereka harus beri segala yang mereka mampu dan harus menerima imbalan yang ngga sebanding) nah lo....apa coba.&lt;br /&gt;yang terpenting adalah belajar ikhlas...ikhlass..ikhlas...minyaki pikiran kalian dengan doktrin ikhlas..wes to..lego mau kaya apa juga kita dihadapkan pada berbagai tantangan.&lt;br /&gt;to be continue..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-8579255709421178111?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/8579255709421178111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=8579255709421178111' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/8579255709421178111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/8579255709421178111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2007/05/pages-of-our-lifes.html' title='pages of our lifes'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-603462246111401521</id><published>2007-05-29T23:01:00.000-07:00</published><updated>2011-02-07T20:22:46.846-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>stranger by the day</title><content type='html'>&lt;blockquote  style="font-weight: bold; color: rgb(0, 51, 0);font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;jauhilah kesedihan.. sebab, kesedihan adalah RACUN. Jauhilah sikap lemah.. Coz, lemah adalah KEMATIAN.  Jauhilah kemalasan. .sebab, kemalasan adalah kegagalan. Jauhilah pendapat yang tidak lurus.. sebab, itu manajemen yang buruk&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;" &gt;sms itu datang dari nomer asing yang aku ngga pernah tau dari mana asalnya. +628999764210, tidak lebih dari pelepasan detik akhir di menit 51 menjelang 3 pagi. otakku berputar menduga-duga siapa yang mengirimnya. bukan sibuk merenungkan maksud dan makna mendalam dari kata-katanya. kuakui aku jenis orang yang sering terjebak pada profil, bukan kesaratan maksud perbuatan atau makna kata yang disampaikan pada orang yang mencoba menjadi manusia terdekatku. meski aku sudah sangat karib dengan gaya dan pemakaian kata-kata sesosok pengirim sms gelap itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-603462246111401521?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/603462246111401521/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=603462246111401521' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/603462246111401521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/603462246111401521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2007/05/stranger-by-day.html' title='stranger by the day'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-6576468980839458517</id><published>2007-05-29T20:42:00.000-07:00</published><updated>2007-11-18T17:02:57.645-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='globalisasi pendidikan'/><title type='text'>DIORAMA PENDIDIKAN INDONESIA : NASIONALISME-RELIGIUS VS GLOBALISASI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/Rlz1utFW8mI/AAAAAAAAAAU/79PiTjvq9N8/s1600-h/teach.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/Rlz1utFW8mI/AAAAAAAAAAU/79PiTjvq9N8/s320/teach.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5070197463237194338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:8;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Preface&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kisah drama pendidikan di Indonesia, memiliki suspend yang menggantung, menimbulkan rasa gemas para pengamatnya. Sekaligus pelaku/ aktor-aktornya, para guru dan murid. Sang sutradara ( baca : pengambil kebijakkan/ pemerintah di sektor kependidikan) acapkali tidak mampu mengskenariokan alur yang memenuhi harapan bangsa, meski telah berganti-ganti sutradara, tetap saja, “sinema” pendidikan Indonesia belum menjadi garapan yang mampu &lt;i&gt;menyabet&lt;/i&gt; the most progressive education award, mungkin ada predikat, yaitu the most incredible education award atau dengan kata lain, adalah predikat yang menunjukkan posisi pendidikan Indonesia di kisaran urutan atas dari belakang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Artinya, setiap kali perputaran masa jabatan pemerintahan RI, pendidikan Indonesia hanya mengalami pergantian tema (baca : pergantian kurikulum) sesuai selera sang sutradara, belum berpuncak dengan happy ending atau kondisi dimana pendidikan telah mapan sehingga mampu menjadi tonggak pencapai cita bangsa yang cerdas dan berbudaya. Bukan berakhir dengan happy ending, karena pendidikan adalah long life need, haram hukumnya untuk berhenti bagi bangsa manusia yang tengah mencari wujud peradaban seperti masyarakat madani. Dan sejauh ini semua cita bangsa, baru sekedar harapan. Meski sudah mulai melangkah sejak dulu, tapi rute yang ditapaki berbentuk boulevard, artinya masih terus berputar di jenjang yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Berbagai issu pendidikan terhangat yang cukup santer diperbincangkan, termasuk menjadi garapan yang sangat eksotis bagi para pelaku pendidikan khususnya di bidang pengelola, adalah diadakannya Internasionalisasi Pendidikan. Wangsit apa yang menginspirasikan sang pencetus ide Internasionalisasi pendidikan ini sebenarnya? Satu hal yang pasti akan menjadi issu yang menuai pro dan kontra. Sebagian mengatakan Internasionalisasi pendidikan adalah ancaman bagi jati diri bangsa, sebagian yang lain mengatakan sebagai jalur mempersiapkan bangsa menuju era global. Lalu bagaimana penilaian yang objektif terhadap isu Internasionalisasi pendidikan ini? Dan bagaimana respon masyarakat mengenainya? Apa yang kelak menjadi keputusan pemerintah untuk kemunculan gagasan ini ? berbagai upaya pencarian jawaban dapat dengan mudah kita temukan dari berbagai pewacanaan yang dilakukan oleh media. Namun, upaya-upaya pencarian jawaban itu belum menjadi penawaran bagi keresahan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang terus melanda bagi orang-orang yang berfikir dan menyadari antara kekuatan diri bangsa dan ancaman yang masih berjarak tahunan di depan kita. Tantangan yang pasti adalah mampukah kita menyulap kondisi dan realitas agar bangsa ini ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dalam seminar Pendidikan yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi UNY, 12 Mei 2007 lalu di sebuah Hotel ternama di Yogyakarta, menteri pemberdayaan Perempuan, Meutia Hatta, menyampaikan bahwa Internasionalisasi pendidikan bukanlah ide yang buruk, akan tetapi memiliki konsekuensi negatif bila tidak mampu memproporsionalkan implementasinya dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa. Masyarakat memiliki kebutuhan signifikan pada pendidikan agar mampu hidup sesuai dengan nilai-nilai dan kondisi multidimensi Indonesia, bahkan untuk menjadi sesosok rakyat progresif yang memberikan sumbangsihnya untuk negara dan bangsa, bukan menjadi penuntut atau kritikus yang hanya mampu beretorika.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Untuk mendapat formulasi keputusan yang tepat dalam mengambil kebijakkan mengenai Internasionalisasi pendidikan ini, alangkah baiknya bila dilakukan sebuah diskursus sintesis dengan tema sentral Internasionalisasi pendidikan dan Globalisasi versus Nasionalisme. Kajian mengenai hal ini adalah sangat menarik ketika seluruh elemen dengan paradigmanya masing-masing terlibat dan urun pikir, bukan hanya urun bicara. It’s time to go show...we no need any conversation here, we need real fighting, real action, smart action. Sebab banyak sekali yang harus dibenahi dan butuh waktu lama untuk mempersiapkan bangsa ini menapaki suatu arena kompetisi universal dimana actor persaingan global saling meng-”obok-obok” sumber kapital dan mengukur ketangguhan multikompetensi satu sama lain, berkompetisi dengan aturan main yang mengenyahkan makna berkedaulatan pada tiap-tiap bangsa, batas negara tidak lagi memiliki arti, yang berlaku hanyalah kompetensi yang tidak mengenal empati, actor penguasa sumber) raksasa disahkan bersaing dengan pemilik sumber (sumber apapun kelas ikan teri dan tidak kompromis pada seperti apapun kondisi kompetitor, analogis dengan hukum rimba : yang kuat tetap eksis, yang lemah akan punah. Globalisasi sekali lagi merupakan teknik penghisapan bangsa atas bangsa. Kompetisi merupakan gaya hidup. Dimana industri dan komunikasi dalam masa keemasan, yang disebut Alvin dan Heidy Toffler sebagai the third wave---gelombang ketiga. Peradaban abad pengetahuan dengan kecanggihan teknologi informasinya, setelah peradaban era pertanian dan industri mulai berlalu. Disinilah kemajuan IT menjadi sentral keberdayaan hidup. Artinya, yang mendorong globalisasi inilah teknologi informasi yang tengah meroket laju-perkembangannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Internasionalisasi pendidikan merupakan satu diantara sederetan konsekuensi logis dari globalisasi. Apakah Indonesia akan mampu mempertahankan nasionalisme anak bangsa-nya? Bila “tertuntut” (terpaksa memenuhi tuntutan) untuk membuka lebar keran upaya penyelarasan kompetensi bangsa terhadap persaingan globalisasi (salah satunya dengan berbagai upaya internasionalisasi, termasuk bidang pendidikan), sedangkan proses internasionalisasi berkonsekuensi eraserasi (penghapusan) ke-diri-an. Sungguh hal-ihwal yang butuh kajian dan pemikiran seluruh elemen bangsa dengan cermat, waspada dan teliti (baca : serius). Karena bila tidak, dalam peng-elaborasian gagasan Internasionalisasi Pendidikan ini, akan membawa konsekuensi lain yang destruktif, alih-alih kita mampu menghasilkan peserta didik yang siap berkompetensi di era globalisasi, sisi moral manusia Indonesia jadi kacau karena tidak memperoleh porsi perhatian yang baik dan terarah sesuai norma keluhuran jati diri bangsa Indonesia. Malahan akan menjadikan anak bangsa sebagai mahluk penganut nilai &lt;i&gt;bebas nilai.&lt;/i&gt; Lalu bagaimanakah sikap arif kita sebagai akademisi dan masyarakat bangsa Indonesia?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Internasionalisasi pendidikan : sebuah visi masa depan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Adalah kajian yang sangat menarik mengingat pendidikan merupakan sektor kenegaraan yang menentukan kemajuan tingkat progresifitas peradaban suatu bangsa. Pendidikan sekarang telah diperkenalkan pada tawaran spektakuler dengan muatan-muatannya. Dengan gaya pendidikan Indonesia, yang hingga saat ini sudah menuai apriori dan skeptisisme masyarakat, dan menuai alternatif pemilihan cara mendidik seperti homeschooling oleh masyarakat untuk putra-putri mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sekarang ini, isu yang telah berkembang sejak beberapa tahun lalu telah mulai diangkat kembali, yaitu sekolah Internasional, sebagai format real dari Internasionalisasi pendidikan. Alangkah manisnya bila kita memandang kemunculan sekolah internasional ini sebagai pemicu daya saing, wahana kompetisi yang sehat, dengan demikian kita terpacu untuk terus meningkatkan mutu pendidikan secara sportif dan taktis dengan mengoptimalkan sumber daya yang dapat dikerahkan, demi kembali memperoleh kepercayaan masyarakat, dan yang terpenting jelas untuk meningkatkan bargaining position (baca : harga diri) di mata Internasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sekolah internasional menawarkan nuansa belajar dari luar negeri. Dimana suasana, infrastruktur hingga muatan isi pendidikan seperti kurikulum diadopsi berdasar sekolah-sekolah di luar negeri. Pengelola sekolah-sekolah ini pun bukan dari Indonesia, sekolah ini biasanya didirikan untuk memfasilitasi para warga negara asing yang harus berdomisili di Indonesia demi memenuhi tanggungjawab mereka terhadap bangsanya, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;seperti keluarga duta besar, atau yang sedang bertugas di perusahanaan multinasional seperti chevron ( dulu caltex ). Standar dan mutu sekolah dibuat tidak berbeda dengan sekolah-sekolah di luar negeri sesuai negara asalnya, misal British Internasional School menggunakan seluruh perangkat pendidikan dari Inggris. Di Indonesia, berdasar data dari Depdiknas, tercatat ada sekitar 40 sekolah Internasional, sekolah tersebut tersebar di daerah-daerah seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Sumatera, Bali dan Irian Jaya. Beberapa sekolah mengizinkan peserta didik dari Indonesia untuk mengenyam pendidikan di sana, akan tetapi lebih banyak lagi sekolah yang tidak menerima siswa dari Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; margin-bottom: 9pt; text-align: justify; text-indent: 30pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dalam pembelajaran yang berlangsung di sekolah internasional, peserta didik dilatih untuk berinteraksi dengan warga asing, hal ini dimaksudkan untuk melatih siswa agar tidak gagap dalam pergaulan Internasional. Proses pembelajaran banyak melibatkan penggunaan produk-produk teknologi inovasi mutakhir, dengan demikian peserta didik tidak gagap teknologi di samping didorong untuk mandiri dan pro aktif dalam proses belajar. Kesimpulannya, siswa diperkenalkan sedini mungkin pada teknologi mutakhir dan pergaulan secara Internasional. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; margin-bottom: 9pt; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Elitisasi pendidikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; margin-bottom: 9pt; text-align: justify; text-indent: 30pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Potret buram pendidikan Indonesia yang telah kita sadari bersama, kian menampakkan wujudnya dalam bentuk liberasi pendidikan yang ujung-ujungnya berputar pada corporasi pendidikan. Yaitu pendidikan sebagai komoditi bisnis baru. Secara nyata pendirian sekolah internasional menjadi alternatif bisnis pilihan oleh para pemilik modal. Dengan demikian, beberapa hal yang perlu dicemaskan antara lain : 1. Munculnya sekolah-sekolah berorientasi laba tanpa memprioritaskan perhatian pada mutu pendidikan, meski secara fisik sekolah tersebut menawarkan kemegahan fasilitas dan kurikulum, guru, desain gedung, sampai laptop impor, muatan pendidikan yang di transformasikan belum tentu bermuatan materi yang menanamkan nasionalisme pada peserta didik. 2. Biaya yang tidak merakyat, dengan patokan biaya yang harus tidak berstandar pada kemampuan ekonomi rakyat Indonesia kebanyakan, sehingga sekolah akan menjadi tempat penampungan orang-orang sekaum yang elitis, yaitu orang berduit. Dengan demikian jiwa sosial peserta didik akan tumpul, karena mereka tidak tidak dibelajarkan tentang realitas sosial bangsa Indonesia secara empiris.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bila Internasionalisasi pendidikan benar-benar menuai minat masyarakat secara umum, maka yang terjadi adalah munculnya generasi yang akan menjadi target operasi gerakan pembodohan dalam konteks patriotisme. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Proses pembelajaran manusia juga membutuhkan kepekaan budaya, kelenturan intuisi, dan sentuhan-sentuhan agama. (Internasionalisasi Pendidikan, &lt;i&gt;Penulis : &lt;/i&gt;Didik Suyuthi). Sedangkan keseluruhan permasalahan di atas belum tentu dipenuhi oleh sekolah-sekolah internasional yang cenderung liberal. Kekhawatiran ini tidak menjadi masalah bila para pengelola sekolah internasional mampu menyelaraskan standard pendidikan terutama pada muatannya terkait nasionalisme, budaya dan religi. Jangan sampai terjadi munculnya generasi yang terbiasa berpola hidup impor yang gagap menerima &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; hidup bangsanya sendiri, dan menjadi gagap pula untuk membangun negeri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ekstraksi kearifan lokal pada internasionalisasi pendidikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Local wisdom &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;(kearifan lokal) adalah upaya kita memfiltrasi bentukan paradigma generasi muda pada efek negatif globalisasi pada pola pendidikan, kearifan lokal menurut definisi yang saya formulasikan sesuai kefahaman saya, merupakkan nilai-nilai luhur dari bangsa Indonesia yang terejawantahkan dalam kehidupan dan tindak-tanduk, &lt;i&gt;toto kromo&lt;/i&gt; sehari-hari. Seperti contoh menyapa setiap kali bertemu dengan orang lain, menganggukkan kepala ketika berpapasan dengan orang lain, atau mengucapkan kata “nyuwun sewu”, “permisi”, “punteun” dan sebagainya ketika melewati rumah tetangga. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Alangkah taktisnya bila kearifan lokal di internalisasikan dalam kurikulum pembelajaran peserta didik di sekolah. Muatan arif ini akan menjadi benteng pelindung implikasi destruktif dari infiltrasi kepentingan asing melalui sekolah internasional atau proses internasionalisasi pendidikan dengan jalur selain sekolah sekalipun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Merugikan Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Globalisasi pendidikan atau internasionalisasi pendidikan adalah proses perluasan lingkup pendidikan, dimana terkandung nilai penghapusan nilai-nilai lokal. Apakah internasionalisasi pendidikan menawarkan hal yang mampu membawa bangsa Indonesia keluar dari berbagai rundungan permasalahan seperti yang sekarang tengah dialami secara runtun bertubi-tubi, seperti krisis kepemimpinan yang merupakan salah satu masalah yang memokoki krisis multidimensi di Indonesia, dan sebagai ibu dari segala krisis adalah krisis spiritual yang mengalami dekadensi akibat telah lupanya bangsa Indonesia pada jati diri yang seaslinya. Sebagai bangsa religius, normatif, berbudi mulia yang menunjukkan ciri-ciri khas ke-timur-an. Fondasi-fondasi itu telah lama lapuk, akibat infiltrasi paham dan konspirasi dekonstruksi moral melalui berbagai media yang dapat digunakan secara strategis dan se-&lt;i&gt;smooth&lt;/i&gt; mungkin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Melalui kekuatan media salah satunya, banyak sekali muatan dari tontonan yang disajikan di televisi Indonesia tidak lagi bermutu. Banyak channel-channel swasta dengan bebasnya menayangkan tontonan kurang bermanfaat bagi sisi edukatif baik itu secara &lt;i&gt;inteligence&lt;/i&gt; maupun secara moral seperti infotainmen yang sekedar mem&lt;i&gt;blow-up&lt;/i&gt; kehidupan pribadi selebritis, dari perspektif agama, tayangan seperti ini sudah melanggar syariat, ingat akan larangan ghibah atau menggunjing saudara seiman ataupun bukan, di mana diibaratkan orang menggunjing seperti memakan bangkai saudara yang dipergunjingkan. Atau mungkin reality show yang menyesatkan orientasi hidup pemuda sejenis H2C (Harap-Harap Cemas) dimana penonton disuguhi permasalahan pergaulan dua pemuda. Ketika kita kritis mencoba mengkaji sisi kebermanfaatannya kita akan temui acara demikian sangat tidak bermanfaat untuk perkembangan patriotisme dan daya juang pemuda, karena pemuda diajak bercengeng-cengeng untuk persoalan romantika kehidupan. Selain itu, terdapat masifasi propaganda bahwa berpacaran merupakan gaya hidup atau kebutuhan, dengan demikian pemuda ditenggelamkan pada arus melankolisasi kehidupan romantic semata. Yang jadi permasalahan adalah sasaran utama program ini adalah pemuda, dan siapa lagi iron stock dari bangsa ini jika bukan pemuda. Sedikit menilik imperialisme budaya, menjamurnya trend idolisasi kaum muda juga melaburkan orientasi pemuda Indonesia, mereka berebut menjadi nomor satu untuk tujuan yang tidak secara substantif berguna untuk bangsa, mereka mempertandingkan kelihaian diri dalam berpanggung, dengan gaya semaksimal mereka sanggup, tidak sekuat upaya mereka ketika berjuang di bidang akademik, dengan cara apapun termasuk gaya manggung &lt;i&gt;overacting, &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sekalipun harus dengan pakaian yang tidak sopan. Sungguh media dan imperialisme budaya merupakan cara jitu untuk menghancurkan moral dan melalaikan generasi kita pada hal-hal tidak penting dan pragmatis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sedangkan di depan mata, kita dihadang oleh persaingan bebas globalisasi. Pertanyaannya sekarang, sudahkah bangsa ini siap ? pertanyaan ini patut jadi renungan kita semua. Premis yang sangat logis masih dengan kesamaan prediksi terdahulu, yaitu diharapkannya pendidikan menjadi alat untuk menciptakan manusia yang mampu melindungi diri dan bangsa ini dari keterlindasan di era globalisasi mendatang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mari kita coba untuk menimbang kebermanfaatan dari internasionalisasi pendidikan. Sekolah internasional pada saatnya akan banyak didirikan di Indonesia. Merefleksi keterpurukan pendidikan Indonesia saat ini, dimana masyarakat sudah tidak lagi cukup percaya untuk membiarkan putra-putri mereka dididik melalui jalur pendidikan formal, ketika sekolah dari negara barat menawarkan keunggulan di berbagai akomodasi, mulai dari guru-guru profesional, kurikulum, hingga sarana-prasarana, hanya orang bervisi dangkal yang tidak tertarik menyekolahkan putra-putrinya ke sekolah terebut?.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bila sekolah Internasional kelak menyedot peserta didik sekolah negeri, bukan mustahil tenaga pengajar pun mulai berpindah haluan untuk mengabdikan diri mereka ke sekolah asing tersebut, dengan penghargaan kerja keras yang lebih memenuhi kelayakan standar cost life, perlakuan yang lebih menghargai harkat seorang guru, fasilitasi belajar-mengajar dan peningkatan kompetensi yang lebih menjamin. Pada intinya dengan berbagai tawaran penjaminan kehidupan yang lebih besar dari yang ditawarkan oleh pemerintah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Melihat kondisi Indonesia yang belum kokoh secara ideologis, kualitas SDM yang mumpuni, sikap mental, profesionalitas dan kinerja organ-organ pelayanan masyarakat baik itu swasta maupun negeri. Dan untuk membenahi semuanya, dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Memperbaiki semuanya seperti membangun bangsa Indonesia dari awal setelah masa penjajahan, lebih dari itu, sekarang ini kita ditindas penjajah yang lebih tidak kenal rasa kemanusiaan, kolonialisasi kejam gaya milenium. Termasuk internasionalisasi pendidikan menurut saya adalah penjajahan gaya baru. SDM kita sangat belum siap mempraktikan pendidikan berskala Internasional, dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, akan sangat butuh banyak waktu, untuk mentransformasikan penggunaan bahasa Indonesia kepada bahasa Inggris. Kebelum-siapan SDM tidak hanya sebatas itu, coba kita tengok penguasaan IPTEK di negara kita, bisa dikatakan Indonesia tertinggal sekitar 2 tahun dari negara superpower seperti U.S.A yang notabene sebagai salah satu pencetus ide free liberalism fight dalam pemberlakuannya secara universal. Bisa jadi sekolah internasional kelak hanya digunakan sebagai kedok untuk memasukkan berbagai kepentingan pihak negara asing, sedangkan keberadaan kepentingan tersebut sulit untuk dideteksi apakah kepentingan itu akan baik untuk Indonesia, atau justru merugikan Indonesia. Sudah pasti negara asing tersebut tidak peduli, selama kepentingan mereka terakomodir, apapun implikasinya terhadap negara objek tidak menjadi masalah bagi mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Memang, upaya pengawalan implementasi sekolah internasional dilakukan dengan memberlakukan berbagai peraturan. Pertanyaannya sekarang, apakah peraturan tersebut akan dihormati? Sebagai negara asing dengan sumber kapital kuat, selain sumber kekuatan lain yang mumpuni, jelas arogansi mereka mudah sekali mengemuka, sehingga dengan sangat mudah peraturan tadi tidak dipatuhi. Indonesia masih terlalu lemah untuk permasalahan kedaulatan dan hukum, masih bermental inklander pada bangsa barat, yakinlah akan sulit berbuat tegas pada mereka. Cobalah ingat kasus WNA Australia yang menyelundupkan narkoba ke Indonesia, atau perbuata Bush ketika melakukan kunjungan 9 jam ke Indonesia mengharuskan kita membuang percuma APBN dan merusak habitat kebun raya Bogor untuk sebuah landasan mendarat pesawat Bush yang pada akhirnya gagal digunakan (saya tersinggung pada perlakuan Bush ini). Bila hal ini dibiarkan saja, dapat dipastikan harga diri Indonesia akan diinjak-injak negara asing manapun yang berkepentingan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kini kita menilik muatan pelajaran yang disampaikan. Sekolah internasional salah satunya memiliki kekebalan dari intervensi kurikulum. Bila selama proses pembelajaran generasi muda calon penerus bangsa ini, tidak mengenal transfer of values mengenai bangsanya sendiri, hal ini merupakan aborsi nasionalisme dari jiwa-jiwa penerus bangsa ini. Belum lagi persoalan religi. Negara asing kebanyakan yang memisahkan persoalan agama dengan kehidupan sehari-hari termasuk dalam bidang pendidikan akan menghasilkan output yang juga sekuler. Dengan demikian, budaya bangsa dan kearifan lokal yang selama ini menjadi benteng pelindung dari dekadensi moral juga diaborsi. Tidak ada keseimbangan antara kecerdasan emosi, spiritual dan kognitif. Karena penekanan fokus pendidikan terletak pada garapan peningkatan kualitas kognitif belaka. Lalu, mau jadi generasi seperti apa calon penerus bangsa kita kelak bila dididik dengan gaya atau mereka? Seperti menyerahkan pendidikan anak kandung pada orang lain saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sikap bijak kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sekejap ingin mengajak merenungi pendidikan kita, merefleksikan keberadaannya untuk kembali mengingatkan bahwa perjuangan panjang menanti demi sebuah wajah pendidikan yang lebih tertata dari berbagai aspek. Menyitir tulisan &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;A Malik Fadjar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="EN-GB"&gt;, yang berjudul “&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Renungan Hardiknas 2004&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="EN-GB" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="EN-GB"&gt;” pada harian Kompas, pada terbitan &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sabtu, 01 Mei 2004, yang bagi saya merupakan peringatan pertama pada seluruh elemen yang menghidupi pendidikan Indonesia termasuk mempersiapkannya pada tantangan globalisasi, beliau berkata ADA tiga tantangan besar yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia. Pertama, mempertahankan hasil yang telah dicapai. Kedua, mengantisipasi era globalisasi. Ketiga, melakukan perubahan dan penyesuaian sistem pendidikan nasional yang mendukung proses pendidikan yang lebih demokratis, memerhatikan keberagaman kebutuhan atau keadaan daerah dan peserta didik, serta mendorong peningkatan partisipasi masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tiga tantangan besar itu secara konstitusional ditetapkan melalui undang-undang (UU) Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan nasional (Propenas) Tahun 2000-2004. Ini berarti Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2004 merupakan tahun terakhir batas pelaksanaan Propenas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Lalu kini kita dapat menilai dan menyimpulkan sendiri apa-apa saja yang telah dialami pendidikan kita, baik itu kemajuan atau pekerjaan pemerintah untuk mengelolanya yang justru tidak akomodatif untuk mengantar pendidikan pada tahapan yang lebih mapan. bilakah pemerintah tidak menutup telinga pada suara-suara kita sebagai rakyat yang menyerukan aspirasi, bagaimana kebutuhan pendidikan saat ini, karena bagaimanapun pihak yang merasakan dampak dari berbagai kebijakkan untuk pertama kali adalah rakyat. Mahasiswa sebagai penyampai aspirasi rakyat kerap melakukan aksi terkait pendidikan dengan berbagai issu, akan tetapi respon dari pemerintah selama ini belum ada tindak lanjut nyata. Issu yang sering diusung oleh mahasiswa berputar masalah liberalisasi pendidikan, kontroversi UAN, kesejahteraan guru dan sebagainya. Seluruh perbaikan yang diperlukan membutuhkan sekali upaya sungguh-sungguh. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt; color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:130%;" lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; (ngga diedit..tak biarin original gini, biarpun banyak masukan, coz ini tulisan menyimpan kenangan ketika masih merasakan, ketika nulis itu susah, ketika nulis itu sering nemu jalan buntu, ketika nulis idenya ngga ketemu2)&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-6576468980839458517?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/6576468980839458517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=6576468980839458517' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/6576468980839458517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/6576468980839458517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2007/05/diorama-pendidikan-indonesia.html' title='DIORAMA PENDIDIKAN INDONESIA : NASIONALISME-RELIGIUS VS GLOBALISASI'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/Rlz1utFW8mI/AAAAAAAAAAU/79PiTjvq9N8/s72-c/teach.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-8911887476329132592</id><published>2007-05-29T05:41:00.000-07:00</published><updated>2011-02-07T20:43:44.898-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan satir'/><title type='text'>exhausted mind</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/Rlwgu9FW8lI/AAAAAAAAAAM/OI65kUnQJKc/s1600-h/AnnainBlack.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/Rlwgu9FW8lI/AAAAAAAAAAM/OI65kUnQJKc/s320/AnnainBlack.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5069963271555445330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;the ability to make mistakes allows human being to function. itu sih kata iklan pencil staedler ama penghapusnya. ndak mau repot mencari tau maknanya, ga perlu. yang penting kata-kata itu terus terngiang. betulkah manusia itu bakal lebih berguna dengan keahliannya jadi tukang onar. i'd like to be the real trouble maker or rules breaker. so call me the princess of trouble maker. now what???&lt;br /&gt;menjadi pecundang, menjadi perusuh, menjadi penghuni di bagian otak manusia lain yang (sempat-sempatnya) memikirkan dan mengamati kelakuan kita. menjadi raja atau ratu dari kebisingan, keonaran, dendam terhadap kemonotonan, memberangus ketidakpastian, merongrong sang penyimpan jawaban. buat kegegeran di segala sisi hidupmu sendiri. hidupku sendiri, hidup kita semua. ndobos ndak karuan tak berarah yang penting produktif memproduksi sesuatu, yang semua dimuntahkan dari hati, dan nanti di rapiin pake otak (itu katanya mbah amin sudarsono). yah paling tidak cara yang ditawarkan forrester untuk menguak misteri gagasan yang sesak di otak, dan terpenjara di hati membuat kita menghasilkan sesuatu. ndak perlu pake otak, tulis aja. biarpun ndak sistematis, apa peduliku?? namanya juga nulis di blog. ngikut aja tarian jari menghentak tuts keyboard di warnet murahan berstatus tersubsidi oleh pemerintah ini. penat sel kelabu bisa sedikit mengendur. mendapat ruang untuk menghisap oksigen setelah hormon yang terekskresikan dari rasa lega merangsang asupan oksigen ke sel kelabuku. ah..manusia...punya otak kok ngga dipake.  sedikit meregangkan  akal  supaya bisa  jernih  buat mikir. atau  seperti banyak orang nasehatkan  padaku  "jangan terlalu dipikirkan". belasan manusia yang mengamati pola pikir dan gaya mikirku sering berkomentar gitu. halah...kasih saran kok jangan terlalu dipikir. bagi mereka sih apa yang kupikir terlalu mendalam, katanya ga substantif buat dipikir. bagiku juga apa yang mereka pikir terlalu mendalam ga penting buat dipikir mendalam. tapi rasanya, benci setengah mati ketika kucoba cari jawaban dengan mikir, jawaban itu ngga dateng-dateng.&lt;br /&gt;apalagi kalo udah ada komentar "itu hanya perasaanmu saja" mirip seperti yang dikatakan seorang dia. lho kok iso  yo?? perasaan, wah...manusia memang mahluk luar biasa, punya perasaan aja bisa ngga terkendalikan, atau melanglang buana kemana-mana, tanpa kejelasan arah. ia bisa membunuh, bisa menyiksa, bisa membawa tawa, bisa mengaliri asa pada jiwa-jiwa pencari, dan bersukurlah kau manusia yang bisa diberi kemudahan menyetir perasaan atau mematikan perasaan. halah...jadi ingat kata Miss Kaderisasi "Ikhlaskan..." seberat apapun rasa yang harus kau bayar. karena kita akan temui jawaban ketika sudah saatnya kelak. mengapa refleksi yang disampaikan Mr. Ady Kaderisasi tentang penghambaan dulu juga menyeretku untuk merasakan suatu flash back perjuangan pendekar peradaban kita Sang Rasul Muhammad SAW (yaelah itumah emang bahasan yang pak Ady gape banget)&lt;br /&gt;hai alam...apakah kau juga sepertiku? katanya kau dengan orbitmu mengikuti kehendak Robb. kok manusia ada yang ngga patuh ya??&lt;br /&gt;aku rasa, harus segera sudahi level ini, karena game level selanjutnya menanti ketangguhanku dalam memainkannya. semoga aku bisa jadi pemenang dan bilapun harus game over di tengah jalan, penghabisan itu harus tidak hampa dan lengang. aku menunggu jawaban dariMu...sungguh...tanpa gengsi dan mengunyah malu kunyatakan padaMu : Robb, I Love You (even this stuff confusing me a lot)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;this is a long&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt; road&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;where i have to face it all alone.&lt;br /&gt;it seem like i should to try to mend&lt;br /&gt;whatever...&lt;br /&gt;to be continue&lt;br /&gt;i become so numb&lt;br /&gt;or become so dumb?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;extreme diction master&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-8911887476329132592?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/8911887476329132592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=8911887476329132592' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/8911887476329132592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/8911887476329132592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2007/05/exhausted-mind.html' title='exhausted mind'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/Rlwgu9FW8lI/AAAAAAAAAAM/OI65kUnQJKc/s72-c/AnnainBlack.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-2246383314757799037</id><published>2007-04-28T00:19:00.000-07:00</published><updated>2011-02-07T20:44:37.533-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan satir'/><title type='text'></title><content type='html'>the ability to make mistakes allows human being to function&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-2246383314757799037?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/2246383314757799037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=2246383314757799037' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/2246383314757799037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/2246383314757799037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2007/04/ability-to-make-mistakes-allows-human.html' title=''/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6765663205828574988.post-2525769658524797232</id><published>2007-03-29T03:32:00.000-07:00</published><updated>2007-11-18T17:08:17.460-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik kampus'/><title type='text'>DPM, dalam Pusaran Dinamisasi Kampus</title><content type='html'>Jika bicara soal politik kampus pada scope fakultas, yang tergambar dalam benak orang-orang kritis dan imajinatif seperti mahasiswa UNY khususnya di FISE adalah BEM, HIMA, DPM fakultas. BEM dan HIMA sebagai lembaga eksekutif, jelas relative lebih dikenal mahasiswa ketimbang DPM. Mengingat fungsi BEM dan HIMA yang langsung menyentuh mahasiswa dari sisi kebutuhan mereka. Bahkan sejak mahasiswa menyandang status kemahasiswaannya pertama kali lewat jalur pengelolaan OSPEK. DPM sendiri sebagai lembaga legislative, sudah tentu berbeda dalam fungsinya. Secara mudahnya dengan pola yang sekarang diterapkan, DPM FISE bertugas menghasilkan produk-produk hukum untuk mengatur pemerintahan mahasiswa. Fungsi-fungsinya yang lain adalah keuangan (audit,budgeting) dan aungsi advokasi untuk menjamin kesejahteraan mahasiswa. Anggota DPM harus memenuhi keterwakilan dalam setiap himpunan mahasiswa jurusan. Selain itu, dalam sistem ketatanegaraan, eksekutif dan legislatif merupakan dua lembaga yang sejajar dan satu sama lain tidak dapat menjalankan fungsinya tanpa adanya kemitraan. Dan saya berharap untuk tahun ini tidak terjadi saling menunggu, legislative menunggu ajakan eksekutif dan sebaliknya, kemitraan ini seyogyanya berangkat dari kesadaran utuh, karena tujuan kita sama : stabilisasi kampus dan akomodir kebutuhan mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat keterwakilan dari tiap HIMA per-jurusan dengan fungsi-fungsinya, lembaga legislative kampus ini dalam tataran ideal, merupakan lembaga pengawas kinerja eksekutif, bisa juga jadi tempat di mana proses demokratisasi dan proses pembelajaran politik direkayasa agar dinamis. Seperti apakah situasi yang dinamis itu ? kalo menurut saya pribadi, di mana berbagai kepentingan dapat terakomodir dengan didahului lobi-lobi “politik-politikan” yang dibumbui friksi (gesekan) kecil antar pengusung kepentingan yang setelah selesai nanti akur lagi. Dengan catatan harus cerdas dan mencerdaskan. Bukan sekadar retorika dan berangkat dari egosentrisme, tetapi juga harus mengandung misi penciptaan stabilitas kampus. Selain itu lembaga legislative dan eksekutif harus bisa bekerja sama untuk menyelesaikan agenda-agenda besar selama mengemban amanah setahun ke depan yang memerlukan langkah-langkah terobosan dan sinergisitas.&lt;br /&gt;Kita beralih pada realitas di depan mata. “DPM…wahai DPM..ada apa denganmu??” Sekiranya itulah pertanyaan besar yang muncul ketika pertama kali saya memutuskan untuk nyalon jadi “bu de(wan)”. Saya lalu mengkaji secara teoritis, apa toh fungsi dan peran DPM, yang ternyata berasal dari konsep negaranya mbah kita dari perancis, Montesque. Ketika membandingkan antara konsep pemikiran mbah Mon dengan tataran praksis DPM setahun lalu…yah, memang  belum dioptimalkan. Namun kita juga harus kritis bener-bener (bukan mainan). Kenapa DPM mandul? Ada banyak faktor, mulai dari cara pandang dan kondisi internal dan pribadi-pribadi yang ada di dalamnya. Selain itu juga paradigma mahasiswa tentang legislative yang keliru mengartikan produktivitas dan kinerja bude-pakde sama dengan produktivitas BEM. Lucu rasanya jika DPM menjadi penyelenggara seminar, atau jadi panitia OSPEK. Karena sudah jelas garis kerjanya, mereka berjibaku dan berpikir keras untuk menjadi perekayasa social di kampus dengan undang-undang yang mereka buat, agar tercipta stabilitas social di kampus. Tetapi ketika kita mau jujur, mahasiswa juga yang menyebabkan lembaga ini mandul, lah wong produk hokum yang dihasilkan tidak dipatuhi, bahkan apatis dan tidak peduli. Tapi factor akomodatif undang-undang yang dibuatpun mungkin masih dipertanyakan sehingga mahasiswa memilih untuk acuh. Namun satu hal yang pasti, sekarang ini penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan sense of awarenessnya. Untuk apa? ya untuk membentuk manusia yang care pada kondisi dan perkembangan yang terjadi dalam negaranya, lebih bagus lagi bisa berperan aktif.&lt;br /&gt;Sekarang kita melihat mimpi-mimpi di masa depan, dengan kepengurusan baru tahun 2007 ini. Harapan apa saja yang berani disandarkan kepada pundak-pundak stakeholders yang kini menjabat di DPM? Belum representative rasanya ketika mahasiswa belum memunculkan suaranya, dan berani menyampaikan aspirasi terkait hal apapun yang masih dalam koridor ke-kampusan.  Kunjungilah kantor DPM yang hampir memojok itu, dan bersebelahan dengan kantor JamaIs (Al-Islah), sampaikan pemikiran kalian. Jikapun kurang kuat mental, tulislah dalam kertas dan kirimkan. Karena dengan begitu DPM akan menjadi tahu apa sebenarnya kebutuhan mahasiswa yang diwakilinya. Ketika melihat animo keberjuangan pengurus DPM sekarang, saya kira cukup bisa dijadikan modal untuk bisa produktif (ingat…ingat…sesuai jalur legislatif). Beberapa hal yang bisa dilakukan DPM melihat fenomen FISE seperti mengawasi kinerja HIMA-HIMA dan BEM termasuk BSO dan UKMF. Proses-proses advokasi (pembelaan) bisa langsung disalurkan lewat DPM. Semua fungsi telah diformulasikan dalam semacam rencana kerja. Dan yang terpenting adalah kepercayaan dari mahasiswa sangat mendorong semangat pengurus DPM untuk menjalankan fungsinya dan melaksanakan perannya. Dan bila boleh mengungkapkan sesuatu perasaan terdalam kami pada mahasiswa :”izinkan kami memperbaiki citra dengan kepercayaan yang diberikan pada kami seutuhnya”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dialah Allah yang mengetahui setiap yang kita kerjakan...
isyhadu bi ana muslimun...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6765663205828574988-2525769658524797232?l=pramafighter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramafighter.blogspot.com/feeds/2525769658524797232/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6765663205828574988&amp;postID=2525769658524797232' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/2525769658524797232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6765663205828574988/posts/default/2525769658524797232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramafighter.blogspot.com/2007/03/dpm-dalam-pusaran-dinamisasi-kampus.html' title='DPM, dalam Pusaran Dinamisasi Kampus'/><author><name>pramafighter</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ewwaE8fSWvg/TVEHK08ORvI/AAAAAAAAACw/2Sfjh0tx6So/s220/2654_1051214715952_1093281377_30199244_1985604_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
