suatu hari saya meniatkan jika hari ini saya harus bahagia, dan ceria. pertama-tama saya mentargetkan diri untuk tersenyum pada setiap orang yang saya temui di pagi hari, kedua tetap tersenyum meski menemui hal yang tidak disukai, lalu juga tetap tersenyum meski di perlakukan secara (menurut saya) tidak adil dan menyakitkan, lalu juga tetap berimaginasi bahwa Allah serta para malaikat selalu menyunggingkan senyum meski orang-orang di sekitar kita menggoda psikologis kita ke arah ke-BT-an.
ah ya udah....jalani saja hidup dan enjoy aja (seperti kata mba muthia esfand).
dan hasilnya???wonderfull...hidup serasa ringan tanpa beban...asik banget...
dan ketika suatu saat saya lupa meniatkan keceriaan pada hari-hari saya, eh..yang terjadi juga seperti itu apa adanya, mudah sekali tergoda untuk bt. padahal seharusnya dengan sholat yang dilakukan dari fardhu hingga sunnah dapat meredam ke-BT-an...tapi kok masih belum berhasil?? ask why??
kadang saya bertanya pada diri sendiri, sebenere musuh semacam apa yang kita lawan dari dalam diri kita?? bentuknya, wujudnya, wajahnya, warnanya, baunya, permukaannya, suaranya, auranya, kekuatannya, kelemahannya, kecerdasannya, dan sebagainya yang bisa diukur dan dirasakan.
suatu saat saya bisa menang melawannya, tapi suatu saat saya juga kalah telak dengan tanpa bisa saya sadari, bila saja kesadaran bisa kita kontrol semudah kita mengendarai sepeda motor, pastilah hidup ini selalu ikhlas adanya, mau belok ke kanan ya ke kanan, lurus terus ya begitulah..tapi human error dan ketahanan diri kita sebagai manusia juga sangat menentukan kemampuan kita untuk melakukan perlawanan pada musuh yang (wes numpang, malah dadi ndoro..) bersemayam dalam diri ini. apakah musuh itu memang benar bernama nafsu seperti yang ustadz sering bilang??? waw...luar biasa kemampuannya dalam mendorong kita berbuat mungkar...
yang kudu kita lakukan apa ya??? terkadang aneh juga sih, beberapa manusia yang saya amati ibadah yaumiyahnya jalan mulus pun tetap bisa terdorong melakukan kemungkaran, so...posisi salahnya dimana wahai kawan??? apakah terletak pada niat, hati, settingan pikiran, atau kondisi diri, atau memang Allah tuhan kita sedang ingin bermain dan menguji kita???
No comments:
Post a Comment