Showing posts with label renungan satir. Show all posts
Showing posts with label renungan satir. Show all posts

Sunday, February 15, 2015

Menungso kuwi butuh obah (Manusia itu butuh bergerak)

Bergerak itu sebenarnya adalah keniscayaan. Jika orang berhenti bergerak, hakikatnya ia telah mati. Bergerak itu sunatulloh lho…orang kalo ngga gerak, baik itu secara fisik maupun jiwa, pasti lama2 fungsi-fungsi organnya melemah. Baik itu organ tubuh maupun organ jiwa. Maksudnya organ jiwa itu ya mental, sense kebergerakannya, sensitifitasnya, energi jiwanya, kemampuan sosialnya juga melemah.

Secara fisik saja ya, misalnya, seseorang cenderung diam, tidak bergerak, apa yang akan terjadi? Ya obesitas, itu yang paling kelihatan, setelah menderita obesitas, penyakit lain akan mulai menjangkiti tubuh. Mulai dari dengkul dan kaki yang sakit karena keberatan nopang massa tubuh, kepala dan leher sering cenut-cenut dan kaku karena kolesterol tinggi, otot –otot tubuh juga jadi lemah, karena tidak pernah dilatih dan dipakai.  Bukan bermaksud menyindir kawan-kawan yang bertubuh gemuk lho ya…ada juga orang-orang yang memang bergenetik gemuk. Nah… masalahnya, orang yang bergenetik gemuk ini juga besar kecenderungan otomatisnya adalah enggan banyak bergerak. Hanya saja diperparah dengan metabolisme tubuh bawaannya yang lambat itu selalu membuatnya lebih mudah menimbun lemak ketimbang membakar lemak. Namun tetap ada kok orang gemuk yang lincah, dan orang bergenetik gemuk yang langsing. Asalkan mau secara ketat dan disiplin tinggi menjaga berat badan.
Lalu bagaimana secara kejiwaan? di sini aku akan membahas mengenai jiwa aktivis ya. Sebenernya jiwa aktivis ini bisa terjadi karena diasah lho…dan bukan bawaan ato genetik. Proses pengasahannya itu bisa dari lingkungan, terutama keluarga, namun bisa juga karena ketertarikan personal. Bahkan agama apapun sebenarnya memerintahkan agar setiap individu menjadi aktivis. Dalam Islam contohnya, dikatakan sebaik-baik manusia adalah yang berguna bagi sesama, ini artinya setiap individu di dorong untuk mengalokasikan pemikiran dan kepemilikannya untuk kemanfaatan sesama. Bisa sesama manusia, sesama penghuni bumi (hewan, tumbuhan bahkan bumi itu sendiri tidak pernah berhenti bergerak). Jika setiap individu tidak menolak dan melaksanakan  perintah tersebut dengan sebenar-benarnya, bisa jadi dunia ini isinya aktivis dan pembangunan peradaban Islam sekaligus lawannya akan bertumbuh dan berkembang secara seimbang.

To be continued
the ability to make mistakes allows human being to function

Berbicara mengenai hati

Manusia sebagaimana dikatakan di dalam ayat-ayat Alqur’an adalah mahluk dengan sifat lalai, lupa, bodoh, lemah, mudah terperdaya, tergesa-gesa, berkeluh kesah, penakut, berlebih-lebihan, ingkar, kufur nikmat, dan suka berangan-angan. Dengan ragam sifat tersebut maka tak heran apabila sepanjang perjalanan hidupnya dapat dilihat ulah manusia yang lahir dari hawa nafsu yaitu perbuatan ingkar terhadap perintah Allah SWT dan Rasul-Nya. Sifat-sifat buruk manusia yang kelak menyeretnya pada penderitaan dunia dan akhirat tersebut bersumber dari hati yang sakit, sehingga hati tersebut tidak mampu menjadi nakhoda yang mengendalikan seluruh tubuh, akal dan pikiran ke arah jalan yang diridhoi dan dicintai oleh Allah SWT. Apabila hati telah kehilangan kemampuannya untuk mengendalikan perilaku, maka manusia akan mudah tersesat dan ringan dalam melakukan dosa-dosa. Naudzubillahi min dzalik

Proses bagaimana dilakukannya sebuah dosa baik besar maupun kecil oleh manusia, sebetulnya selalu melalui beberapa tahap.  Artinya dalam setiap terjadinya sebuah dosa, Allah SWT selalu memberikan kesempatan kepada manusia untuk menarik diri (mengurungkan niat bermaksiat) dan bertaubat di sela-sela dorongan hawa nafsu dan godaan syetan. Lagi-lagi ini merupakan kinerja hati yang meski dalam keadaan hati tersebut telah sakit, Allah masih membisikkan agar manusia menjauhi maksiat. Hal ini adalah suatu bukti bahwa hati nurani manusia pada fitrahnya adalah suci dan cenderung pada kebaikan.  Lalu bagaimana prosesnya hingga hati manusia menjadi sakit, atau mati? Tentu kondisi tersebut tidak lepas dari ulah bodoh manusia itu sendiri. Sebagai contoh adalah sifat lalai yang menyebabkan manusia tidak waspada dan kurangnya pemahaman diri mengenai syariat.


Sungguh, Islam merupakan Agama yang manakala semakin dipelajari justru akan semakin menambah keimanan dan kecintaan diri manusia terhadap Allah SWT. Mudah sekali untuk berpindah dari kondisi kegelapan kepada kondisi yang selalu diliputi oleh nur cahaya Illahi, namun harus dipenuhi syaratnya. Syarat tersebut adalah kepasrahan, keikhlasan, kebersediaan diri atau hati manusia di dalam menerima cahaya dari Allah. Manakala cahaya telah masuk ke dalam hati, maka yakinlah…tidak ada hal yang lebih baik dari dunia dan seisinya selain nikmat iman.  Sesungguhnya cahaya Allah itu tersedia di sekitar manusia dan sangat dekat tidak peduli di mana pun tempat seorang manusia berada. Namun, tidak setiap manusia memiliki kemampuan untuk menangkap cahaya Allah tersebut. Oleh karena satu-satunya penolong terbaik adalah Allah…mohonlah dalam doa-doa kita agar hati ini dimampukan untuk menerima cahaya Allah.
the ability to make mistakes allows human being to function

Monday, February 7, 2011

become a new you

Melihat banyak kawan yang masih disibukkan urusan karir dan studi lanjutnya, kerap kali menghadirkan pikiran "ingin kembali beraksi". namun kemudian aku sekarang menyadari bahwa aku tidak berhenti beraksi, justru beban amanahku tidaklah ringan atau mudah. be a mother and housewife is a carrier it self. karir ini paling membutuhkan keikhlasan, tenaga, pikiran, ilmu yang terus diupdate, kelapangan hati/ kelegowoan, dedikasi, totalitas yang mumpuni. tanpa imbal balik nyata secara duniawi, tidak ada bayaran atau predikat cumlaude. tetapi kebahagiaan suami dan kualitas tumbuh kembang anak yang menjadi raportnya. serta janji Alloh akan balasan di akhiratnya.

aku menganggap kali ini aku sedang di plot - kan Alloh untuk meneladani Fatimah binti Muhammad. yang terhitung sebagai salah satu dari empat wanita paling cantik sejagad versi Alloh- Miss Universe versi Islam dengan standar2 Alloh. Hajar ibunda Ismail, Asiyah pelayan Fir'aun, Khadijah binti Khuwailid, dan Fatimah binti Muhammad. InsyaAlloh semoga saja tahapan ini membentuk karakter kesejatian wanita dalam diriku. Amin.


Wednesday, October 31, 2007

taubat

aku mencoba menjadi manusia yang selalu belajar ditiap 1 detik hidupku. belakangan aku tidak hanya tau tapi mengerti...proses untuk mengerti buat orang yang ngeyelannya over dosis kayak aku butuh waktu yang lebih..coz aku terlalu kekeuh sama keyakinanku..rada repot juga sih bo...tapi bisalah..dan ga ade kata terlambat untuk jadi baek.
Allah selalu menguji di titik terlemah seorang hamba....yess i felt it, i do realize this, i do understood this...
selama 3 tahun ini, benar aku baru bisa membaca titik lemahku, titik lemah ini yang terus tak henti dikuatkan oleh Allah melalui berbagai uji, uji yang serupa walau tema dan persoalannya beda, poinnya yang serupa, jo! berat rasanya buat sacrifying suatu hal yang kita demen banget. sulit juga ternyata bertahan diri pada kebenaran.
menjalani semua dengan ikhlas itu juga sulit.

Wednesday, May 30, 2007

faithless

Kepada seorang sahabat,
Apakabar kawan
Segenap doa tercurah untuk mu
Semoga segala kebaikan untukmu
(aku sudah lupa caranya mendoa untuk diri sendiripuncak2 skeptis-ku)
Malaikat sudah mencatat seluruh perbuatanku, dan amal2mu. Semoga tidak dijadikan alasan untuk menyiksamu besok. Mungkin juga aku. Dan semua yang melibatkan dan terlibat.
Bencinya ketika kutemui diriku sebagai seorang peratap dan tukang curhat seperti katamu. Ingin rasanya aku menghajar diriku sendiri.
Tau kenapa tampangku kusut terus? Jarang senyum, cemberut terus, kerutan di dahi dalam, dan selalu ada gemuruh di hati. Selalu loose control, eksplosif mengekspresikan emosi negatif. Kebanyakan orang yang sok tau mendiagnosis banyak hal. Kenapa bisa begitu? Kenapa ada orang dengan pembawaan santai, tanpa beban. Enjoy terus sama hidup yang dijalaninya? ato memang otak mereka malas memikirkan segala hal dan membiarkan semuanya berlalu begitu saja, menurutku manusia kaya gitu ngga tanggung jawab...wah.... Ada perbedaan. Kenapa bisa beda? Bukankah kita sama-sama manusia? Lahir dari manusia? Bergaul dengan manusia? Dididik oleh manusia? Berstatus (mungkin) sebagai manusia? Kenapa ada Bush? Kenapa ada Ahmadinejad? Kenapa ada rasul? Kenapa ada dajjal? Kenapa mereka bertentangan dalam konsep diri hingga misi dan eksekusi strategi, yang mereka hasilkan dari buah budi mereka yang katanya untuk orang selevel rasul mereka di bantu Tuhan secara langsung?. Lalu kenapa ada neraka? Kenapa ada surga? Kenapa ada orang berkecenderungan jadi orang lurus, dan ada orang yang berkecenderungan jadi orang brengsek? Kenapa ada manusia berhati keras? Dan ada juga yang berhati lembut? Kenapa ada spiritual preacher? Kenapa juga ada residivis? Apa kehendak yang membuat itu semua? Ngga pernah aku tau pasti jawabannya. Kenapa pula otakku menyeretku untuk bertanya hal-hal (mungkin bagi orang2 yg ngerasa udah sholeh adalah konyol) itu? Ada jawaban diplomatis yang sebenernya ekstrim dan membunuh pemikiranku : Alqur’an dan Allah kok masih dipertanyakan, orang dengan jawaban kaya gitu membuatku berpikir kalo dia jawab gitu seolah nyuruh orang terjun ke jurang ketika dia hendak nyari jembatan saat mau nyeberang. Orang sekapasitas ustadz natsir lah yang menjawab itu. Katanya semua ga butuh dirasionalisasikan. Lalu mana penjelasan Islam yang katanya suprarasional? Kau mau berkata akal kita tak cukup mampu memahami kenapa itu semua ada? Boleh saja, karena memang semua orang berbuat demikian. Tapi keyakinan yang dipatri dalam hati tanpa kita temukan kesungguhannya dalam hati kita, rasanya kok berat untuk diejawantahkan dalam hidup keseharian tanpa kita pahami bener-bener. Bila aku berani menjelajah berbagai ideologi dan religi di bumi ini, sebenere cool juga, tapi... wah ngga ngerti deh....kok aku pede-pedenya berpikir itu ngga ada guna, coz bagiku, memang Islam is the best, bayangin kalo aku tiba-tiba mati ketika menjalani pengembaraanku yang ke 99 dari 100 religi yg ada, aku mati dalam keadaan memeluk sekte opus dei katholik roma contohnya, atau black sabath? Atau sekte kristen ortodox, atau bahkan ngikut yehofah dan nangis2 di tembok ratapan Jerrusalem sana, aku masih ada rasa takut, tapi pikiran itu ga bisa aku bebasin gitu aja dan kucoba untuk visioner, perbaiki dan rancang hari depan yang lebih selamat (kata beberapa orang). Tapi aku butuh ngerti kenapa Dia mengatur ini semua begini dan begitu? Bila kah neraka itu ta perlu diciptakan. Buat apa coba? Emang ada manfaat buat Dia? Bilakah dulu syetan itu tidak DiberiNYA rasa sombong, kan ndak mungkin dia membangkang perintahNya buat nyembah Adam. Berarti kan yang namanya jalan ke arah maksiat itu diberi izin dan Dia kreasikan juga toh (jujur aku tiba-tiba ngerasa takut berkata seperti hal di atas, kayaknya Dia ngambek sama aku, atau ini pertanda mendekatnya aku pada neraka-jujur merinding gini jadinya). Hingga keputusan apakah seorang manusia akan berhasil atau tidak dalam menjalani ujian, termasuk apakah manusia itu akan di syurgakan atau dinerakakan. Tetap aja campur tangan Dia yang dominan. Dan coba deh pikir,
Ngga penting banget
Yang penting sekarang gimana aku bisa berubah dan jadi lebih baik, kamu juga berubah jadi lebih baik. kita semua bareng2 mencari ridhoNya, i still believe. wish me luck aja deh, i wish u luck too dude..thanks for being my best friend

Tuesday, May 29, 2007

exhausted mind


the ability to make mistakes allows human being to function. itu sih kata iklan pencil staedler ama penghapusnya. ndak mau repot mencari tau maknanya, ga perlu. yang penting kata-kata itu terus terngiang. betulkah manusia itu bakal lebih berguna dengan keahliannya jadi tukang onar. i'd like to be the real trouble maker or rules breaker. so call me the princess of trouble maker. now what???
menjadi pecundang, menjadi perusuh, menjadi penghuni di bagian otak manusia lain yang (sempat-sempatnya) memikirkan dan mengamati kelakuan kita. menjadi raja atau ratu dari kebisingan, keonaran, dendam terhadap kemonotonan, memberangus ketidakpastian, merongrong sang penyimpan jawaban. buat kegegeran di segala sisi hidupmu sendiri. hidupku sendiri, hidup kita semua. ndobos ndak karuan tak berarah yang penting produktif memproduksi sesuatu, yang semua dimuntahkan dari hati, dan nanti di rapiin pake otak (itu katanya mbah amin sudarsono). yah paling tidak cara yang ditawarkan forrester untuk menguak misteri gagasan yang sesak di otak, dan terpenjara di hati membuat kita menghasilkan sesuatu. ndak perlu pake otak, tulis aja. biarpun ndak sistematis, apa peduliku?? namanya juga nulis di blog. ngikut aja tarian jari menghentak tuts keyboard di warnet murahan berstatus tersubsidi oleh pemerintah ini. penat sel kelabu bisa sedikit mengendur. mendapat ruang untuk menghisap oksigen setelah hormon yang terekskresikan dari rasa lega merangsang asupan oksigen ke sel kelabuku. ah..manusia...punya otak kok ngga dipake. sedikit meregangkan akal supaya bisa jernih buat mikir. atau seperti banyak orang nasehatkan padaku "jangan terlalu dipikirkan". belasan manusia yang mengamati pola pikir dan gaya mikirku sering berkomentar gitu. halah...kasih saran kok jangan terlalu dipikir. bagi mereka sih apa yang kupikir terlalu mendalam, katanya ga substantif buat dipikir. bagiku juga apa yang mereka pikir terlalu mendalam ga penting buat dipikir mendalam. tapi rasanya, benci setengah mati ketika kucoba cari jawaban dengan mikir, jawaban itu ngga dateng-dateng.
apalagi kalo udah ada komentar "itu hanya perasaanmu saja" mirip seperti yang dikatakan seorang dia. lho kok iso yo?? perasaan, wah...manusia memang mahluk luar biasa, punya perasaan aja bisa ngga terkendalikan, atau melanglang buana kemana-mana, tanpa kejelasan arah. ia bisa membunuh, bisa menyiksa, bisa membawa tawa, bisa mengaliri asa pada jiwa-jiwa pencari, dan bersukurlah kau manusia yang bisa diberi kemudahan menyetir perasaan atau mematikan perasaan. halah...jadi ingat kata Miss Kaderisasi "Ikhlaskan..." seberat apapun rasa yang harus kau bayar. karena kita akan temui jawaban ketika sudah saatnya kelak. mengapa refleksi yang disampaikan Mr. Ady Kaderisasi tentang penghambaan dulu juga menyeretku untuk merasakan suatu flash back perjuangan pendekar peradaban kita Sang Rasul Muhammad SAW (yaelah itumah emang bahasan yang pak Ady gape banget)
hai alam...apakah kau juga sepertiku? katanya kau dengan orbitmu mengikuti kehendak Robb. kok manusia ada yang ngga patuh ya??
aku rasa, harus segera sudahi level ini, karena game level selanjutnya menanti ketangguhanku dalam memainkannya. semoga aku bisa jadi pemenang dan bilapun harus game over di tengah jalan, penghabisan itu harus tidak hampa dan lengang. aku menunggu jawaban dariMu...sungguh...tanpa gengsi dan mengunyah malu kunyatakan padaMu : Robb, I Love You (even this stuff confusing me a lot)

this is a long
road
where i have to face it all alone.
it seem like i should to try to mend
whatever...
to be continue
i become so numb
or become so dumb?
extreme diction master

Saturday, April 28, 2007

the ability to make mistakes allows human being to function