Wednesday, May 30, 2007

faithless

Kepada seorang sahabat,
Apakabar kawan
Segenap doa tercurah untuk mu
Semoga segala kebaikan untukmu
(aku sudah lupa caranya mendoa untuk diri sendiripuncak2 skeptis-ku)
Malaikat sudah mencatat seluruh perbuatanku, dan amal2mu. Semoga tidak dijadikan alasan untuk menyiksamu besok. Mungkin juga aku. Dan semua yang melibatkan dan terlibat.
Bencinya ketika kutemui diriku sebagai seorang peratap dan tukang curhat seperti katamu. Ingin rasanya aku menghajar diriku sendiri.
Tau kenapa tampangku kusut terus? Jarang senyum, cemberut terus, kerutan di dahi dalam, dan selalu ada gemuruh di hati. Selalu loose control, eksplosif mengekspresikan emosi negatif. Kebanyakan orang yang sok tau mendiagnosis banyak hal. Kenapa bisa begitu? Kenapa ada orang dengan pembawaan santai, tanpa beban. Enjoy terus sama hidup yang dijalaninya? ato memang otak mereka malas memikirkan segala hal dan membiarkan semuanya berlalu begitu saja, menurutku manusia kaya gitu ngga tanggung jawab...wah.... Ada perbedaan. Kenapa bisa beda? Bukankah kita sama-sama manusia? Lahir dari manusia? Bergaul dengan manusia? Dididik oleh manusia? Berstatus (mungkin) sebagai manusia? Kenapa ada Bush? Kenapa ada Ahmadinejad? Kenapa ada rasul? Kenapa ada dajjal? Kenapa mereka bertentangan dalam konsep diri hingga misi dan eksekusi strategi, yang mereka hasilkan dari buah budi mereka yang katanya untuk orang selevel rasul mereka di bantu Tuhan secara langsung?. Lalu kenapa ada neraka? Kenapa ada surga? Kenapa ada orang berkecenderungan jadi orang lurus, dan ada orang yang berkecenderungan jadi orang brengsek? Kenapa ada manusia berhati keras? Dan ada juga yang berhati lembut? Kenapa ada spiritual preacher? Kenapa juga ada residivis? Apa kehendak yang membuat itu semua? Ngga pernah aku tau pasti jawabannya. Kenapa pula otakku menyeretku untuk bertanya hal-hal (mungkin bagi orang2 yg ngerasa udah sholeh adalah konyol) itu? Ada jawaban diplomatis yang sebenernya ekstrim dan membunuh pemikiranku : Alqur’an dan Allah kok masih dipertanyakan, orang dengan jawaban kaya gitu membuatku berpikir kalo dia jawab gitu seolah nyuruh orang terjun ke jurang ketika dia hendak nyari jembatan saat mau nyeberang. Orang sekapasitas ustadz natsir lah yang menjawab itu. Katanya semua ga butuh dirasionalisasikan. Lalu mana penjelasan Islam yang katanya suprarasional? Kau mau berkata akal kita tak cukup mampu memahami kenapa itu semua ada? Boleh saja, karena memang semua orang berbuat demikian. Tapi keyakinan yang dipatri dalam hati tanpa kita temukan kesungguhannya dalam hati kita, rasanya kok berat untuk diejawantahkan dalam hidup keseharian tanpa kita pahami bener-bener. Bila aku berani menjelajah berbagai ideologi dan religi di bumi ini, sebenere cool juga, tapi... wah ngga ngerti deh....kok aku pede-pedenya berpikir itu ngga ada guna, coz bagiku, memang Islam is the best, bayangin kalo aku tiba-tiba mati ketika menjalani pengembaraanku yang ke 99 dari 100 religi yg ada, aku mati dalam keadaan memeluk sekte opus dei katholik roma contohnya, atau black sabath? Atau sekte kristen ortodox, atau bahkan ngikut yehofah dan nangis2 di tembok ratapan Jerrusalem sana, aku masih ada rasa takut, tapi pikiran itu ga bisa aku bebasin gitu aja dan kucoba untuk visioner, perbaiki dan rancang hari depan yang lebih selamat (kata beberapa orang). Tapi aku butuh ngerti kenapa Dia mengatur ini semua begini dan begitu? Bila kah neraka itu ta perlu diciptakan. Buat apa coba? Emang ada manfaat buat Dia? Bilakah dulu syetan itu tidak DiberiNYA rasa sombong, kan ndak mungkin dia membangkang perintahNya buat nyembah Adam. Berarti kan yang namanya jalan ke arah maksiat itu diberi izin dan Dia kreasikan juga toh (jujur aku tiba-tiba ngerasa takut berkata seperti hal di atas, kayaknya Dia ngambek sama aku, atau ini pertanda mendekatnya aku pada neraka-jujur merinding gini jadinya). Hingga keputusan apakah seorang manusia akan berhasil atau tidak dalam menjalani ujian, termasuk apakah manusia itu akan di syurgakan atau dinerakakan. Tetap aja campur tangan Dia yang dominan. Dan coba deh pikir,
Ngga penting banget
Yang penting sekarang gimana aku bisa berubah dan jadi lebih baik, kamu juga berubah jadi lebih baik. kita semua bareng2 mencari ridhoNya, i still believe. wish me luck aja deh, i wish u luck too dude..thanks for being my best friend

No comments: