Tuesday, May 29, 2007

exhausted mind


the ability to make mistakes allows human being to function. itu sih kata iklan pencil staedler ama penghapusnya. ndak mau repot mencari tau maknanya, ga perlu. yang penting kata-kata itu terus terngiang. betulkah manusia itu bakal lebih berguna dengan keahliannya jadi tukang onar. i'd like to be the real trouble maker or rules breaker. so call me the princess of trouble maker. now what???
menjadi pecundang, menjadi perusuh, menjadi penghuni di bagian otak manusia lain yang (sempat-sempatnya) memikirkan dan mengamati kelakuan kita. menjadi raja atau ratu dari kebisingan, keonaran, dendam terhadap kemonotonan, memberangus ketidakpastian, merongrong sang penyimpan jawaban. buat kegegeran di segala sisi hidupmu sendiri. hidupku sendiri, hidup kita semua. ndobos ndak karuan tak berarah yang penting produktif memproduksi sesuatu, yang semua dimuntahkan dari hati, dan nanti di rapiin pake otak (itu katanya mbah amin sudarsono). yah paling tidak cara yang ditawarkan forrester untuk menguak misteri gagasan yang sesak di otak, dan terpenjara di hati membuat kita menghasilkan sesuatu. ndak perlu pake otak, tulis aja. biarpun ndak sistematis, apa peduliku?? namanya juga nulis di blog. ngikut aja tarian jari menghentak tuts keyboard di warnet murahan berstatus tersubsidi oleh pemerintah ini. penat sel kelabu bisa sedikit mengendur. mendapat ruang untuk menghisap oksigen setelah hormon yang terekskresikan dari rasa lega merangsang asupan oksigen ke sel kelabuku. ah..manusia...punya otak kok ngga dipake. sedikit meregangkan akal supaya bisa jernih buat mikir. atau seperti banyak orang nasehatkan padaku "jangan terlalu dipikirkan". belasan manusia yang mengamati pola pikir dan gaya mikirku sering berkomentar gitu. halah...kasih saran kok jangan terlalu dipikir. bagi mereka sih apa yang kupikir terlalu mendalam, katanya ga substantif buat dipikir. bagiku juga apa yang mereka pikir terlalu mendalam ga penting buat dipikir mendalam. tapi rasanya, benci setengah mati ketika kucoba cari jawaban dengan mikir, jawaban itu ngga dateng-dateng.
apalagi kalo udah ada komentar "itu hanya perasaanmu saja" mirip seperti yang dikatakan seorang dia. lho kok iso yo?? perasaan, wah...manusia memang mahluk luar biasa, punya perasaan aja bisa ngga terkendalikan, atau melanglang buana kemana-mana, tanpa kejelasan arah. ia bisa membunuh, bisa menyiksa, bisa membawa tawa, bisa mengaliri asa pada jiwa-jiwa pencari, dan bersukurlah kau manusia yang bisa diberi kemudahan menyetir perasaan atau mematikan perasaan. halah...jadi ingat kata Miss Kaderisasi "Ikhlaskan..." seberat apapun rasa yang harus kau bayar. karena kita akan temui jawaban ketika sudah saatnya kelak. mengapa refleksi yang disampaikan Mr. Ady Kaderisasi tentang penghambaan dulu juga menyeretku untuk merasakan suatu flash back perjuangan pendekar peradaban kita Sang Rasul Muhammad SAW (yaelah itumah emang bahasan yang pak Ady gape banget)
hai alam...apakah kau juga sepertiku? katanya kau dengan orbitmu mengikuti kehendak Robb. kok manusia ada yang ngga patuh ya??
aku rasa, harus segera sudahi level ini, karena game level selanjutnya menanti ketangguhanku dalam memainkannya. semoga aku bisa jadi pemenang dan bilapun harus game over di tengah jalan, penghabisan itu harus tidak hampa dan lengang. aku menunggu jawaban dariMu...sungguh...tanpa gengsi dan mengunyah malu kunyatakan padaMu : Robb, I Love You (even this stuff confusing me a lot)

this is a long
road
where i have to face it all alone.
it seem like i should to try to mend
whatever...
to be continue
i become so numb
or become so dumb?
extreme diction master

1 comment:

Anonymous said...

pikiran radikal