Bergerak itu sebenarnya adalah keniscayaan. Jika orang berhenti
bergerak, hakikatnya ia telah mati. Bergerak itu sunatulloh lho…orang kalo ngga
gerak, baik itu secara fisik maupun jiwa, pasti lama2 fungsi-fungsi organnya
melemah. Baik itu organ tubuh maupun organ jiwa. Maksudnya organ jiwa itu ya
mental, sense kebergerakannya, sensitifitasnya, energi jiwanya, kemampuan
sosialnya juga melemah.
Secara fisik saja ya, misalnya, seseorang cenderung diam, tidak
bergerak, apa yang akan terjadi? Ya obesitas, itu yang paling kelihatan,
setelah menderita obesitas, penyakit lain akan mulai menjangkiti tubuh. Mulai
dari dengkul dan kaki yang sakit karena keberatan nopang massa tubuh, kepala
dan leher sering cenut-cenut dan kaku karena kolesterol tinggi, otot –otot tubuh
juga jadi lemah, karena tidak pernah dilatih dan dipakai. Bukan bermaksud menyindir kawan-kawan yang
bertubuh gemuk lho ya…ada juga orang-orang yang memang bergenetik gemuk. Nah…
masalahnya, orang yang bergenetik gemuk ini juga besar kecenderungan otomatisnya
adalah enggan banyak bergerak. Hanya saja diperparah dengan metabolisme tubuh
bawaannya yang lambat itu selalu membuatnya lebih mudah menimbun lemak
ketimbang membakar lemak. Namun tetap ada kok orang gemuk yang lincah, dan
orang bergenetik gemuk yang langsing. Asalkan mau secara ketat dan disiplin
tinggi menjaga berat badan.
Lalu bagaimana secara kejiwaan? di sini aku akan membahas mengenai jiwa
aktivis ya. Sebenernya jiwa aktivis ini bisa terjadi karena diasah lho…dan bukan bawaan ato genetik. Proses
pengasahannya itu bisa dari lingkungan, terutama keluarga, namun bisa juga
karena ketertarikan personal. Bahkan agama apapun sebenarnya memerintahkan agar
setiap individu menjadi aktivis. Dalam Islam contohnya, dikatakan sebaik-baik
manusia adalah yang berguna bagi sesama, ini artinya setiap individu di dorong
untuk mengalokasikan pemikiran dan kepemilikannya untuk kemanfaatan sesama.
Bisa sesama manusia, sesama penghuni bumi (hewan, tumbuhan bahkan bumi itu
sendiri tidak pernah berhenti bergerak). Jika setiap individu tidak menolak dan
melaksanakan perintah tersebut dengan
sebenar-benarnya, bisa jadi dunia ini isinya aktivis dan pembangunan peradaban
Islam sekaligus lawannya akan bertumbuh dan berkembang secara seimbang.
To be continued…
the ability to make mistakes allows human being to function


No comments:
Post a Comment