Wednesday, May 30, 2007

newleftish

Newleft telah menjelma sebagai gaya pemikiran kiri baru di abad 20 yang secara umum memiliki ciri yang hampir serupa dengan gerakan kiri pada umumnya. Menurut beberapa sarjana Kazuo Shimogaki kiri berarti kelompok anarkis, komunis, radikal, sosialis, reformis, progresif atau liberal. Sedangkan kaum sejarawan).
Awal lahirnya teori kritis merupakan teori yang dicetuskan oleh sekelompok filsuf Jerman yang terkenal dengan sebutan „Mazhab Frankfurt“, mereka terdiri dari orang-orang yang telah merumuskan dan menerangkan sudut esensial dari teori kritis seperti Horkheimer, Adorno, dan Marcuse, Habermas, dan Wellmer.Mereka (kaum ini) terdiri dari pemuda yang menjadi anak dari kaum yang mengalami langsung peperangan sehingga proses dari pasca perang hingga kebangkitan dan penguatan kondisi negara mulai memuncak secara signifikan, terlebih di Amerika Serikat sehingga dijuluki the affluent society (masyarakat makmur).
Ada pihak yang menyebut bahwa keberadaan mazhab Frankfurt sebagai fenomena yang kompleks yang dilatarbelakangi oleh kemenangan revolusi Bolsevik dan menimbulkan kebangkitan para kaum kiri Jerman untuk mengkaji keberlanjutan paham Marxis agar terus dapat diterima secara relevan dan sesuai dengan berbagai perkembangan sosial masyarakat. Kaum aliran Frankfurt ini juga dinilai sebagai kebangkitan pemikiran Hegelian kiri (leftism Hegelian) yang menitikberatkan kepada ilmu sosial seperti sosiologi, ekonomi, musikologi, psikologi, ilmu politik. Namun fokus perhatian mereka adalah model dan metode dialektika Hegelian. Beberapa fase yang menunjukkan perkembangan aliran Frankfurt secara historis dikisahkan sejak fase pembentukkan yaitu fase dalam apa mazhab Frankfurt pada tahun 1923-1933 ketika kajian dan riset oleh Gurnberg yang mengarahkan kajian-kajian fenomena sosial dengan pendekatan yang berorientasi empiris dengan ilmu ekonomi dan sejarah sebagai faktor riset yang signifikan. Fase selanjutnya adalah ketika terjadi pengungsia para penggagas teori kritis Neo-Hegelian yang menjadi cikal bakal lembaga penelitian Frankfurt dengan Horkheimer sebagai direkturnya. Horkheimer merintis kajian program multidisipliner dan mengubah orientasi epistemologis aliran dari ekonomis-historis gaya Grunberg menjadi orientasi filosofis. Transformasi tendensi pendekatan yang digunakan ini diperkuat oleh tokoh seperti Herbert Marcuse, dan Theodore Adorno. Di masa inilah Frankfurt melakukan elaborasi dan pengembangan pendekatan teori dengan cara yang sistematis. Lalu tiba pada fase puncak di mana karya orang-orang ini menginspirasi lahirnya aliran Newleft di Amerika. Dan pengaruh dari faham kiri ini lambat laun mengalami pengikisan terlebih setelah Adorno meninggal, meski begitu tampil tokoh yang mampu meraih kembali kejayaan yang telah diraih ia adalah Jurgen Habermas.
Teori kritis Habermas ditujukan pada kaum positivis, Habermas berpendapat bahwa positivisme didirikan dengan fondasi kefahaman yang tidak bebas nilai-„value free“ atau netralitas, meski kenyataan sekarang menunjukkan bahwa positivisme mampu mengembangkan IPTEK. Ia mengkritik sikap kaum positivisme yang menafikan pembebasan manusia yang tidak dapat diidentikan dengan kebaikan nuraninya bahkan sebaliknya, selain itu menurut pendapatnya, IPTEK yang berkembang pesat dan didukung oleh positivisme ternyata menyokong penciptaan masyarakat industri yang kaku dan telah menjadi proyek „pe-robot-an manusia“, manusia jauh dari watak aslinya dan kehilangan kemanusiaannya atau diistilahkan dengan dehumanisasi, hal ini menurut Habermas bersumber pada perlakuan kaum positivisme terhadap akal budi yang hanya ditempatkan sebagai „alat“ atau instrumen, alak kekuasaan dan penindasan yang lambat laun dengan pasti mengikis fungsi aslinya sebagai pembawa peran pembebas, aspek terpenting dari eksplorasi strategis dan produsen dari nilai-nilai humanisme. Selain itu pendapat Habermas lainnya yaitu mengenai dualisme dan pemisahan fakta dari keputusan yang diambil yang kelak menimbulkan kefahaman akan kaitan ilmu pengetahuan hanya sebatas ilmu empiris saja dan mengesampingkan ilmu non empiris.
Berbeda lagi dengan kritik yang dilontarkan Horkheimer kepada kaum yang sama mengenai faham positivisme-empirisme, Horkheimer merasa bahwa modernitas yang telah dibangun dalam peradabanindustrial hanya menjelma sebagai perusak radikal kehidupan yang harmonis dalam kehangatan sosial. Secara lebih ringkasmenurut Ahmad Suhelmi, kritik terhadap positivisme yang dilontarkan Horkheimer antara lain :
1. Positivisme sebagai pendekatan yang salah dalam ilmu sosial dan tidak pantas diaplikasikan, sehingga tidak mampu membantu memahami konsep secara teoretis untuk memahami fenomena dan kehidupan sosial.
2. Positivisme hanya memperdalam fenomena yang terlihat dari luar dan tidak berusaha menggali lebih dalam, mengesahkan tatanan sosial yang telah ada, pesimis terhadap berbagai bentuk kemungkinan perubahan dan hanya meyakini ketenangan politik.
3. Positivisme memiliki kedekatan hubungan dengan dominasi teknokratis yang relatif masih baru dalam kemunculannya.
Generasi muda Marx atau Newleft atau disebut juga aliran kiri baru, adalah gerakan yang tertarik pada manusia yang hidup dalam kemelaratan dan ketertindasan yang bermula dan terkondisikan oleh sistem kapitalisme yang berlaku. Masalah-masalah yang menjadi tonggak pergerakannya adalah masalah kemanusiaan, hakikat kemanusiaan yang telah sekarat oleh perkembangan zaman yang kian mekanistik dan bergantung pada industri, secara signifikan kondisi ini menurut Varma telah mengalienasi kehidupan manusia sehingga dengan kemelaratan inilah muncul kaum pembela dan emansipator hak hidup dengan kondisi sosial yang mapan untuk rakyat, terutama pada hal konflik dan polarisasi kelas sosial. Paradigma Marxis yang telah mengakar ini menguatkan keharusan untuk kaumnya agar memiliki kekuatan secara intelektual, yang dimaksudkan untuk mengatasi paham liberal secara teoritis, dalam kapitalisme yang ditentang oleh Marxis muda ini, kaum borjuasi adalah kelas universal dan negara harus melayani kebutuhan dan segala kepentingan mereka
Generasi ini disebut kiri baru karena memang agen-agen yang bergerak adalah generasi muda, mereka memberontak pada mereka yang merupakan generasi orang tua mereka, salah satu bentuk pemberontakan mereka adalah penolakan terhadap hegemoni orang tua dan klaim sepihak bahwa seorang anak seharusnya selalu patuh dan hormat terhadap orang tua mereka, mereka menamai klaim yang dikonkretkan oleh para orang tua ini sebagai „perbudakan institusional“. Mereka mereka secara sadar benar-benar menolak otoritas orang tua yang bersifat desploitatif, menindas, dan serupa dengan perbudakan yang dilembagakan dan otoritas ini mereka rasakan dilakukan orang tua mereka terhadap mereka secara sadar.
Selain itu mereka melakukan berbagai bentuk perlawanan kepada pemerintah dan pihak-pihak kapitalis, dan modernisme yang mereka fikir dan memang dalam kenyataannya telah menimbulkan semacam distorsi kemanusiaan yang dengan telak menjelma dalam berbagai penindasan. Penindasan ini hadir dan berasal dari cikal bakal segala tindakan yaitu hati manusia yang telah terkotori keduniawian, dengan modernitas, materialisme dan kapitalisme manusia telah menjadi egois, dengan sendirinya telah menjelma menjadi mesin pencetak uang, mereka telah buta dan mentransformasikan seluruh tujuan hidup semata hanya untuk materi, kehilangan hati nurani, emosional, dengan mudah melakukan kejahatan atau pun makar untuk merusak keharmonisan dalam kehidupan sosial yang telah dibangun demi kepentingan pribadi semata atau karena rencana jahatnya tak dapat terealisasikan ia akan dengan mudah menyingkirkan berbagai pihak yang dianggap mampu menghalangi dengan pembantaian terselubung sekalipun, misal seperti yang terjadi di Indonesia, konspirasi antara kaum kapitalis dengan pemerintah sehingga buruh yang jumlahnya jutaan di seluruh Indonesia ini terpenggal seluruh haknya dan hanya diperlakukan sebagai mesin pekerja tanpa pemenuhan hak yang memadai, bahkan segala isi undang-undang hanya menguntungkan kaum investor dan pengusaha semata.
Kapitalisme ternyata mendapat dukungan dari kaum Protestan di masa awal kebangkitannya, dimana kerja merupakan peribadatan bagi mereka, sehingga kaum Protestan memang di saat ini cukup signifikan dan menempati berbagai pusat „mesin“ kapital yang memang mereka dirikan sendiri, doktrin agama telah membuat mereka sangat giat dan gigih dalam bekerja. Dengan prinsip etika kerja yang mereka anut, dan rasionalitas yang ternyata suatu saat nanti telah menghancurkan kehangatan sosial, kehidupan komunialisme dan kolektivisme dengan semangat hanya untuk mengejar dan meraih keuntungan material saja. Di sisi lain hal ini menimbulkan skeptisisme tertentu terhadap religi dan menimbulkan kehausan spiritual yang menjadi pada kaum muda, dan mereka memilih berbagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan itu semacam dengan yoga, bergabung pada zen Budhisme bahkan beberapa bentuk mistisisme. Hal ini berefek pada penempatan intuisi dan pengagungannya yang diletakkan jauh di atas kemampuan nalar rasional sebagai bentuk penolakkan.
Dengan pertumbuhan teknologi yang kian pesat terjadilah dampak buruk lagi bagi kehidupan manusia, dimana generasi muda kiri ini memandang hal ini dari titik ekstri, mereka berasumsi dampak yang dibawa akan tidak hanya merusak kehidupan manusia tetapi lebih dari itu ia akan memutus daur hidup manusia dan eksistensinya sebagai mahluk di bumi ini. Dari sinilah pilihan untuk hidup dengan berbagai kealamian yang dianut oleh newleft berawal, mereka mengagungkan untuk hidup secara alami dalam bentuk apapun, sedekat-dekatnya dengan alam, sealami-alaminya, dan pergi jauh dari pengkultusan rasio, artifisial mekanis, teknologi, modernitas dan sisi lain, menekankan pendahuluan letak intuisi emosi di atas segalanya karena bagi mereka disinilah letak nurani yang baik sebagai sumber tingkahlaku yang mereka anggap baik.
Hal di atas menjadi awal mula gaya hidup yang dinamakan „hippies“, kaum hippies hidup dengan gaya hidup komunal, meyakininya sebagai pilihan terbaik, dengan begitu menurut mereka, mereka akan memperoleh kehangatan sosial dalam kebersamaan yang tidak mereka peroleh di zaman itu, mereka benar-benar menjauhi kehidupan modern yang telah menjangkit struktur masyarakat modern kala itu, dimana memang kenyataannya jarang ditemui kehidupan sosial yang harmonis. Mereka sangat gandrung dengan musik yang benar-benar keras seperti rock underground, mungkin sekarang seperti aliran musik alternatif yang banyak disukai anak muda, mereka hidup di pantai-pantai, di hutan, mendirikan rumah pohon di pohon yang tinggi, bahkan mereka jika menurut penulis pribadi sangat tidak beradab, mereka hidup tanpa busana, tapi mungkin sangat minim dan seadanya, melakukan freesex, dan semua itu mereka anggap sebagai bentuk perlawanan kultural atas nilai-nilai budaya yang telah mapan dan merupakan derivat dari pelembagaan perbudakan yang dilakukan kaum orang tua dengan berbagai aturan konvensional yang mereka anggap menyesakkan, namun memang masih sangat mengagungkan nilai adab yang baik. Lirik lagu mereka memuat berbagai inti prinsip hidup anti kemapanan, karena mereka berasumsi dinamisasi kehidupan manusia dan manusia itu sendiri sangat terkekang oleh kemapanan yang sudah ada dan dibentuk.
Di Amerika sendiri kebangkitan newleft erat hubungannya dengan peran pemerintah yang anti komunis. Dalam upaya menangkis eksistensi komunis (waktu itu Rusia), Amerika melaksanakan kebijakan luar negeri militeristik, pemerintah memobilisasi kaum muda untuk dididik militer dan diberangkatkan dalam berbagai perang melawan komunis, sedangkan kebijakkan ini menuai kegagalan, ratusan ribu generasi muda mati sia-sia dalam perang, hal ini meninggalkan trauma psiko historis yang sangat melukai diri tiap kaum muda dan menimbulkan perlawanan nantinya. Dan gerakan newleft dengan landasan historis demikian sangat didukung oleh publik dalam melawan pemerintah.
Terlebih ketika Presiden Kennedy mengingkari kepercayaan rakyat dengan program perdamaiannya, dengan invasi ke teluk babi (Bay of Pig).
New left memasuki dua fase di sini, pertama fase persaudaraan populis dengan kecenderungan idealistik untuk membangun tradisi Amerika egalitarian, menolak keras ideologi approach pada persoalan politik, merumuskan strategi yang bersifat lokal untuk membela kaum minoritas seperti kaum negro Amerika. Kedua, fase perubahan diri menjadi gerakan yang mengingkari nilai-nilai persaudaraan, dogmatis, menolak demokrasi partisipatoris, dan newleft menganut prinsip elite vanguard, berorientasi pada aksi anarkis dan menjauhi semangat saling mencintai, di sinilah cikal bakal lahir dan berkembangnya faham Leninisme.
Newleft merupakan salah satu varian pemikiran kiri yang juga menuntut perubahan tatanan sosial politik, disamping tradisi pembelaan terhadap hak demokratisasi ekonomi rakyat yang tak kunjung terealisasi. Ia juga diasosiasikan dengan gerakan pelaku pembangkangan anarkis, individualistik, spiritualistik dan mistik yang tidak lain adalah cara atau metode mereka dalam meraih cita-cita dan mewujudkan revolusi atau sebagai cara mereka berkomunikasi dengan publik yang kesemuanya ditunjukkan oleh mereka kepada otoritas negara yang tiran. Hal ini disebabkan oleh tingkah laku politik penguasa yang merugikan dan menindas rakyat dengan berbagai tuntutan seperti likuidasi kekuasaan yang terlembagakan, kepentingan-kepentingan politik yang jauh dari pengakomodasian kebutuhan rakyat secara umum, dan penghapusan kelas sosial, karena paham newleft ini berakar secara intelektual pada paham Marxis, dengan begitu juga generasi newleft selalu berkecenderungan untuk menunjukkan bahwa ia berada di pihak dan akan selalu mendukung kaum buruh/ kelas pekerja. Gerakan anak muda ini sangat membentuk kadernya agar menjadi sangat rasionalistis dan ideologis, mereka sangat optimis dengan kebaikan alami manusia sebagai systematic mind.
Newleft adalah gerakan yang populer akan tetapi belum didapati kejelasan dalam strukturnya, bersifat sporadis singkatnya newleft memang unwell organized. Kaum ini memiliki beberapa doktrin atau semacam suatu ajaran fundamental, antara lain :
1. Anti militerisme yang kokoh dan kuat. Mereka memiliki prinsip bahwa militer dengan berbagai derivatnya adalah suatu yang mutlak harus dilawan dan dihancurkan, karena ia bertentangan dengan demokrasi secara prinsipil, dengan menyepakati metode-metode penekanan fisik maupun psikis terhadap publik agar tidak ada aspirasi yang bersifat subversif, oposan, lawan, menghalangi niatan pribadi penguasa dan tentu sangat tidak dikehendaki penguasa muncul kepermukaan, kaum ini lebih menghendaki dirinya membawa sifat egalitarianisme, perjuangan anti kekerasan, kebebasan dan kemerdekaan individu.
2. Anarkisme, doktrin ini menggerakkan kaumnya sehingga menolak segala bentuk otoritas politik dan meyakini bahwasanya tatanan sosial dapat dibentuk tanpa otoritas politik. Anarkhisme menolak unsur dasar yang membentuk negara seperti batas-batas teritorial negara, kedaulatan negara yang mengatur seluruh warganya, memonopoli negara dengan seluruh alat-alat ko-ersi beserta, mereka juga menolak hak kepemilikan pribadi jika dirasa hanya akan menimbulkan ketimpangan sosial dalam kehidupan masyarakat.
3. Bentuk penolakan lainnya adalah penolakan terhadap konsep diktator proletariat Stalinis, dan birokrasi negara yang melakukan penindasan terhadap individu atas nama kepentingan mayoritas (proletariat).
4. menentang setiap upaya pembentukan sistem. Bagi Newleft, suatu sistem hanya mematikan kebebasan, pengekangan kreatifitas dan menghilangkan keunikan yang ada pada setiap individu. Newleft jelas menolak teori sistem karena baginya sistem hanya memberikan justifikasi akademis bagi struktur kekuasaan penindas yang telah mapan.
5. Neweft telah menolak determinisme realistik Marxisme dan terobsesi pada demokrasi partisipatoris yang akomodatif terhadap aspirasi kelompok minoritas dalam suatu kehidupan negara.
6. Optimisme psikologi neo-freudianisme dan cita-cita progresif komunitas. Prinsip ini adalah bagian dari bentuk reaksi dan kritik kepada old left yang cenderung memilih bersikap pesimis terhadap masa depan, dengan terus menyimpan perasaan bersalah dan benci pada diri sendiri, terus diliputi perasaan letih melawan arus kehidupan dan terbelenggu idealisme yang abstrak.
7. Memiliki besarnya kecenderungan sikap anti terhadap teknologi modern. Newleft menilai teknologi sebagai pihak yang bersalah dan menjadi penyebab lenyapnya sisi humanisme pada tiap individu dan menggesernya dengan logika teknologi yang serba kaku dan mekanis.
. Bagi mereka teori kritis memiliki sudut esensial tertentu antara lain :
1. Teori kritis memiliki landasan atau pijakan khusus pedoman tingkahlaku dan tindakan manusia seperti :
a) Teori yang dibanngun dimaksudkan untuk dapat menerangkan kepada para orang yang menggunakannya mengenai dalam hal apa yang telah ditetapkan untuk mereka untuk menegaskan kepentingan apa yang mereka bawa.
b) Teori kritis berupa suatu pembebas atau dinamakan dengan emansipator, dari tindakan manusia yang sadar namun menimbulkan frustasi pada diri sendiri dan pembebanan yang melelahkannya.
2. Teori kritis memiliki kandungan kognitif atau teori yang berupa ilmu pengetahuan.
3. secara epistimologism dalam hal cara esensial teori ini memiliki perbedaan dengan ilmu alam. Dimana teori ini bersifat reflektif sedangkan ilmu alam bersifat objektif.


TEORI KRITIS
1. Struktur Kognitif
Perbedaan teori kritis dengan teori ilmiah akan terlihat dalam garis tegas tiga dimensi penting antara lain :
1. Perbedaan maksud dan tujuan sehingga bersifat aplikatif bila dilihat dari penggunaannya, teori ilmiah adalah teori yang memiliki “kegunaan yang menolong” atau instrumental use, sehingga dapat digunakan bagi agen yang menguasainya sehingga ia dapat mengatasi lingkungan yang bermasalah, berbeda lagi dengan teori kritis, teori ini bersifat “emansipator”, ia membebaskan dan membawa pencerahan bagi yang menggunakannya sehingga mampu membawa penggunanya kepada kesadaran untuk meletakkan dan menarik ketidakbenaran dengan kebenaran.
2. Teori kritis memiliki struktur kognitif atau struktur logis sebagai reflektif yaitu ia akan menjadi refleksi atau referensi sendiri, sebuah teori kritis adalah dirinya sendiri, ia menjadi objek utama dalam yang dideskripsikannya sedangkan teori ilmiah berbeda dalam hal struktur logis atau kognitifnya, ia merupakan teori yang bersifat objektif.
3. Kedua teori ini memiliki perbedaan jelas dalam hal fakta-fakta yang relevan untuk menentukan apakah sesuatu dapat diterima secara kognitif atau tidak. Teori ilmiah menuntut konfirmasi empiris (empirical confirmation) melalui observasi (pengamatan) dan eksperimen (percobaan).

Pada dasarnya teori kritis telah menjadi instrumen agen-agen untuk mengurangi penderitaan yang dialami mereka dalam masyarakat ketika mereka merasa menderita akibat tingkah laku politik suatu lembaga atau susunan sosial tertentu atau juga sebagai alat yang difungsikan untuk menemukan sumber frustasi para agen, dalam keadaan sadar (mengetahui penyebab penderitaan yang ia rasakan) dan tidak sadar (tidak mengenali penyebab penderitaan yang ia rasakan). Atau meski para agen merasa puas dalam arti sebenarnya hanya saja tindakan-tindakan mereka menunjukkan adanya bentuk-bentuk kekecewaan secara tidak disadarinya. Pola terakhir adalah para agen merasa puas sebenarnya, akan tetapi terdapat upaya-upaya mencegah pada proses pengembangan yang ia kehendaki atau keinginan pribadi untuk kepuasan tertentu dalam kerangka tatanan sosial. Teori kritis memiliki fungsi sebagai emansipator, kesadaran ideologis agen-agen untuk mewujudkan suatu pencerahan, sehingga para agen dituntut untuk bebas dari segala wujud keinginan, kebutuhan dan kepentingan pribadi agar mampu mencapai kritisisme internal yang hanya mampu teramu dalam pandangan mengenai hidup yang baik, pengertian kebebasan, dan kenyataan yang ditanamkan dalam kesadaran ideologi.
Teori kritis juga dimaksudkan untuk membebaskan khayalan ideologis dan pemaksaan, dan berbagai “candu” sosial (social opiates), atau dengan mudah diartikan sebagai mereka yang disisihkan dari masyarakat, oleh kepercayaan legitimasi, legitimasi penindasan dan penyiksaan melalui pembatasan kesadaran dan rangkaian cara atau metode pemuasan diri yang tidak dapat dibenarkan atau diterima oleh kalangan bebas yang justru akan membawa ancaman pembelengguan kebebasan.
Dalam pengertian politik, teori kritis yang menjelma dalam suatu kesadaran palsu atau ideologi yang mampu menjadi titik tolak pergerakan yang menyimpang dan destruktif. Sebagai langkah antisipatif para agen dalam menghadapi situasi perubahan yang ideal. Beberapa kritik yang dikemukakan teori kritis dan ditujukan kepada serangkaian kepercayaan atau gambaran ideologi pada level global antara lain menurut Raymond Geuss :
1. Agen-agen yang berada dalam masyarakat memiliki unit prinsip epistemik dimana terdapat suatu ketetapan-ketetapan dalam kepercayaan yang menjadi sumber legitimasi dapat diterima bila para agen dalam kondisi tanpa tekanan dan frustrasi akibat pemaksaan dalam diskursus yang berangkat dari keinginan pribadinya.
2. Hanya ada satu alasan bagi para agen untuk tidak menolak lembaga sosial yang melakukan aksi-aksi penindasan yaitu para agen berfikir bahwa lembaga-lembaga sosial tersebut dilegitimasi oleh serangkaian kepercayaan yang berakar pada paradigma mereka.
3. Kepercayaan yang ada tersebut telah mereka peroleh dalam proses-proses anarkis.
Secara implisit mereka memaklumatkan bahwa mereka menolak bermacam bentuk kepercayaan secara reflektif, dan tidak turut mengakui keabsahan berbagai lembaga sosial yang menindas.

No comments: